Jakarta, Gontornews — Sejumlah wilayah perairan di Indonesia diprakirakan mengalami gelombang laut tinggi, karena dampak munculnya siklon tropis Caleb.
Gelombang paling tinggi, antara 2,5 – 4 meter, diprakirakan akan terjadi di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga selatan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyebutkan pada Jumat (24/3) malam posisi siklon tersebut berada di Samudra Hindia selatan barat daya Banten. Posisi itu di14,9 LS dan 100,7 BT atau sekitar 1.170 km sebelah selatan barat daya Jakarta.
Menurut analisa prakirawan, seperti disampaikan Kepala Biro Humas BMKG Hari Tirto Djatmiko, hingga Jumat malam arah dan kecepatan gerak siklon Caleb adalah ke selatan barat daya dengan kecepatan 6 knots (11 km/jam) dan bergerak menjauhi wilayah Indonesia. Oleh karena itu, 24 jam berikutnya, yakni Sabtu (25/3) malam (pukul 19.00 WIB) posisinya masih di sekitar Samudra Hindia selatan barat daya Banten. Namun, sudah lebih menjauh dari Jakarta, sekitar dekitar 1.310 km sebelah selatan barat daya Jakarta. Siklon pun masih terus bergerak, dengan kecepatan 6 km/jam, dan terus bergerak menjauhi wilayah Indonesia.
Walaupun menjauh dari Indonesia, dampak tumbuhnya siklon tropis Caleb tetap ada bagi wilayah Indonesia. Oleh karena itu masyarakat diimbau waspada.
BMKG memprakirakan siklon tropis Caleb akan menyebabkan gelombang dengan ketinggian 1,25 – 2,5 m di perairan barat Kepulauan Simeulue hingga Kepulauan Mentawai. Selain itu, perairan sekitar Bengkulu hingga barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, selatan Jawa hingga Sumbawa, Selat Bali bagian selatan, Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, perairan di selatan Pulau Sumba hingga Pulau Rote, Laut Sawu, Kupang – Pulau Rote, dan Laut Timor.[DJ]





















