Oleh KH Syamsul Hadi Abdan SAg, Pimpinan Pondok Modern Gontor
Pondok ini selalu mendapat pertolongan dari Allah SWT, banyak yang simpati dan percaya, banyak yang ingin memasukkan putra dan putrinya ke pondok ini. Apabila kita cermati hal ini hampir sama dengan makna yang terkandung dalam surat An-Nashr yang menjelaskan tentang pertolongan Allah terhadap umat Islam pada Fathul Makkah yang mana umat Islam mendapatkan kemenangan yang telak atas orang kafir dan selanjutnya disusul dengan masuknya mereka dalam agama Islam dengan berbondong-bondong.
Setelah kita mendapatkan nikmat dari Allah kita seharusnya bertasbih artinya menyucikan diri atas kesalahan kita dalam berusaha. Terkadang kita merasa lebih baik dan sombong atas apa yang kita dapatkan. Kita merasa bahwa apa yang kita dapatkan adalah hasil kerja dan jerih payah kita sendiri. Merasa telah berbuat banyak untuk pondok, padahal apabila dibandingkan dengan apa yang telah diperbuat para pendahulu belum ada apa-apanya.
Apa yang dirasakan dari kesuksesan pondok ini bisa jadi dan tidak lepas dari hasil jerih payah para pendiri dan para pendahulu. Maka sudah merupakan suatu keharusan untuk selalu bertasbih dan bersyukur atas apa yang ada sekarang ini dengan tidak merasa sombong. Dengan banyaknya alumni yang bermunculan sekarang, terkadang kita merasa lebih baik dari lembaga yang lain karena mereka banyak yang sukses dan berhasil.
Rasa bangga mungkin saja dibolehkan namun terkadang rasa bangga ini membawa kepada rasa sombong. Merasa bahwa semua yang kita dapatkan itu adalah hasil dari jerih payah sendiri. Perlu kita waspadai dan kita ketahui bahwa itu adalah dugaan-dugaan kotor yang mestinya kita sucikan dari diri kita yang akan membawa kepada kehancuran.
Sebagai misal bahwa kita ini harus selalu menyucikan diri adalah ajaran Rasulullah setelah selesai tiap-tiap shalat lima waktu diperintahkan untuk selalu bertasbih, menyucikan zat Allah dari sifat yang tidak layak bagi-Nya, kemudian kitapun bertahmid memuji dan bersyukur atas segala nikmat yang diberikan, seterusnya adalah bertakbir mengakui kebesaran Allah yang di atas segala yang ada, kemudian membaca tahlil sebagai pengakuan bahwa Allah itu adalah satu-satunya Tuhan yang haq untuk disembah.
Dari sini kita bisa memahami bahwasanya memang kita harus selalu bertasbih, tahmid, takbir dan tahlil itu merupakan wujud dari rasa kecil kita di hadapan Allah SWT. Menyucikan, bersyukur adalah salah satu bukti bahwa kita telah mengevaluasi diri dari apa yang telah kita laksanakan, berusaha untuk melengkapi kekurangan, memperbaiki kesalahan dan menutupi kejelekan dengan kebaikan.
Sejak tahun 1990-an pondok ini telah tercatat mampu mengembangkan cabang-cabangnya di seluruh pelosok Tanah Air, maka kita perlu mensyukurinya. Tidak semua lembaga diminati dan diberi kepercayaan oleh masyarakat, banyak sekolahan yang dengan sengaja membuat iklan demi menarik simpati masyarakat sehingga mendapatkan siswa yang banyak, sengaja mengadakan perjalanan ke pelosok desa untuk menarik para siswa baru di sekolahnya.
Namun pondok ini tidak pernah mengadakan hal itu tapi sebaliknya justru banyak sekali para siswa yang mendaftar belum dapat diterima.[]
Pusaka, Selasa 3 Juni 2008



















