Mogadishu, Gontornews –Ethiopia pada hari Sabtu (9/5) mengakui menembak jatuh pesawat Kenya di Somalia awal pekan ini, yang mengakibatkan kematian semua penumpangnya yang berjumlah enam orang.
Aljazeera merilis, pesawat itu ditembak jatuh pada hari Senin oleh pasukan Ethiopia yang melindungi sebuah kamp di kota Bardale di Somalia barat daya, kata tentara Ethiopia dalam sebuah pernyataan kepada Uni Afrika (AU).
Pesawat itu membawa bantuan kemanusiaan dan medis untuk membantu negara itu memerangi penyebaran virus korona ketika turun di Bardale, sekitar 300 km di barat laut Mogadishu, ibukota Somalia.
Tentara Ethiopia menduga pesawat itu berpotensi melakukan misi bunuh diri karena mereka belum diberitahu tentang “penerbangan yang tidak biasa” dan pesawat terbang rendah, kata pernyataan itu.
“Karena kurangnya komunikasi, pesawat itu ditembak jatuh,” kata militer.
“Dibutuhkan tim investigasi kolaboratif dari Somalia, Ethiopia dan Kenya untuk menyelidiki insiden yang sebenarnya.”
Kenya yang menyatakan terkejut atas insiden itu mengatakan, misi pesawat itu untuk membantu Somalia dalam mengatasi pandemi coronavirus.
Tentara dari Ethiopia dan Kenya termasuk di antara mereka yang dikerahkan ke Somalia sebagai bagian dari misi penjaga perdamaian AU untuk memerangi kelompok bersenjata al-Shabab.
Penembakan pesawat itu terjadi di tengah hubungan yang tegang antara Kenya dan Somalia.
Bulan lalu, Kenya menuduh pasukan Somalia melakukan “serangan tidak beralasan” di perbatasan dekat Mandera, dan menggambarkan insiden itu sebagai sebuah provokasi.
Somalia telah lama menuduh tetangganya itu ikut campur dalam urusan internalnya, sesuatu yang disangkal Kenya. []






















