Jenewa, Gontornews — Serangan udara Israel dalam konflik Gaza terbaru merupakan kejahatan perang, kata kepala Dewan Hak Asasi Manusia PBB, Michelle Bachelet, Kamis (27/5).
“Peristiwa mengerikan di Gaza dan wilayah Palestina yang diduduki sekali lagi membuat dewan ini menggelar Pertemuan Khusus. Kami menyaksikan peningkatan paling signifikan dalam permusuhan sejak 2014,” kata Bachelet pada pertemuan tentang memburuknya situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur.
“Meskipun Israel memberikan peringatan awal ketika melakukan serangan udara di daerah kantong yang diblokade, namun hal tidak berpengaruh terhadap warga sipil dan objek sipil, dan serangan semacam itu merupakan kejahatan perang,” kata Bachelet dirilis Hurriyetdailynews.com.
Dia mengatakan eskalasi terbaru terkait langsung dengan protes warga Palestina dan respons brutal dari pasukan keamanan Israel di Yerusalem Timur, yang kemudian menyebar ke seluruh wilayah Palestina yang diduduki dan juga di dalam Israel.
Bachelet mengutip angka yang diverifikasi oleh kantornya bahwa 242 warga Palestina dibunuh oleh Pasukan Keamanan Israel dalam serangan di Gaza, termasuk 63 anak.
“Ribuan lainnya terluka sementara diperkirakan lebih dari 74.000 warga Palestina telah mengungsi,” tambahnya.
Di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, 28 warga Palestina, termasuk lima anak, tewas pada 24 Mei.
“Pada saat yang sama, roket yang diluncurkan oleh Hamas dan kelompok bersenjata Palestina lainnya menewaskan 10 warga dan penduduk Israel termasuk dua anak, dan memaksa ribuan orang ke tempat penampungan,” kata Bachelet.
Meskipun Israel mengambil beberapa tindakan pencegahan, seperti peringatan dini serangan dalam beberapa kasus, serangan udara di daerah padat penduduk mengakibatkan kematian dan cedera sipil yang tinggi, serta kerusakan infrastruktur sipil yang luas.
“Serangan semacam itu menimbulkan kekhawatiran serius tentang kepatuhan Israel terhadap prinsip-prinsip perbedaan dan proporsionalitas di bawah hukum humaniter internasional,” kata Bachelet. []






















