pesanan-baju-kaos
30 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 29 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Dirasah

Keluarga, Benteng Terakhir Umat (Pemikiran Ismail Raji Al-Faruqi tentang Tauhid dan Keluarga)

Oleh Ulfatun Wahidatun Nisa (Dosen Universitas Darussalam Gontor)

Al Hafidh by Al Hafidh
18 June 2021
in Dirasah
0
Keluarga, Benteng Terakhir Umat (Pemikiran Ismail Raji Al-Faruqi tentang Tauhid dan Keluarga)

Keluarga  menurut  al-Faruqi  merupakan  media  penerjemahan  tauhid. Artinya aktivitas dalam keluarga mesti dilandasi nilai-nilai tauhid  (dzikrullah dan persamaan) dengan kata lain keluarga merupakan media untuk  menyosialisasikan kandungan tauhid. Artinya tauhid sebagai pokok daya kerja yang utama bagi manusia untuk  berbuat segala kebaikan bagi  dirinya, keluarga,  masyarakat  dan  negaranya. Islam mengajarkan bahwa  akhlak  tidak didasarkan pada perasaan ataupun insting batin tetapi pada tauhid.

Maka jelas apabila nilai-nilai tersebut (akhlak-tauhid) mesti menjadi landasan dalam keluarga sebab keluarga   mengemban tugas sebagai peletak dasar bagi pendidikan akhlak dan pandangan hidup keagamaan. Keluarga  juga merupakan tempat belajar bagi anak dalam segala sikap untuk berbakti kepada Tuhan sebagai perwujudan nilai hidup yang tinggi.

Jadi, tauhid adalah landasan dalam kehidupan keluarga untuk mempersiapkan anak sebagai hamba yang  mengabdi kepada Allah melalui pendidikan akhlak. Sebuah pendidikan yang mengarahkan potensi anak untuk   berbuat baik dan senantiasa mengingat Allah dalam setiap langkahnya.   Bahwa setiap perbuatan diniati atas nama Allah sekaligus untuk mencapai keridhaan-Nya.

Secara umum, konsep tauhid sebagai prinsip keluarga menurut  al-Faruqi adalah bahwa keluarga merupakan media untuk memenuhi tujuan Ilahi (penghambaan). Dan pemenuhan tujuan ini mensyaratkan agar manusia   menikah, melahirkan keturunan dan juga hidup bersama.

BACA JUGA

Menggali Akar Integritas dalam Tradisi Keilmuan Islam

Merawat Adab di Tengah Ragam Tradisi Pesantren

Walisongo dan Proses Islamisasi di Kepulauan Nusantara

Masjid sebagai Poros Utama Peradaban Islam

Sanad sebagai Fondasi Intelektual Pesantren

Menikah sebagai Pembentukan Keluarga

Menikah wajib. Dengan menikah, maka pemenuhan kebutuhan seks terwadahi.  Namun, menikah yang hanya dilandasi seks semata tidak sempurna. Islam sangat menghargai kebutuhan umatnya dengan menyediakan keluarga. Keluarga (Islam) menurut  al-Faruqi  adalah  mereka  yang  terikat  oleh  ikatan darah yang hidup bersama yang suasananya diliputi dengan rasa cinta, percaya dan peduli, yang terbentuk melalui suatu ikatan  pernikahan antara pria dan wanita menurut persetujuan dan tanggung jawab masing-masing (mempelai) sesuai dengan konstitusi.

Persetujuan atau kesepakatan tersebut bisa berupa kesepakatan sepihak (perjodohan) ataupun kedua belah   pihak.  Apabila dengan perjodohan tersebut  tidak  diperoleh  kesepakatan  bersama  maka  pernikahan  dapat  dibatalkan; sebab kesepakatan (bersama)  adalah sebuah prasyarat penting pembentukan keluarga. Kesepakatan  tersebut  harus  dinyatakan  dalam  akad  di samping  pernyataan (ketentuan)   tentang   mahar   yang   dibayarkan   (berupa   perhiasan   dan   atau   uang kontan  untuk  membeli  pakaian  pengantin  wanita  atau  perabot  rumah)  dan  juga mahar yang ditunda (berupa uang kontan atau apapun yang dapat dibayarkan oleh pihak   pria   ketika   bercerai);   hal   ini   sebagai   pencegah   dan   penjamin   keputusan seenaknya pria yang mengakhiri perkawinan.

Dari pernyataannya tersebut tampak bahwa al-Faruqi menjunjung tinggi nilai suci   sebuah   keluarga.   Keluarga   yang   merupakan   perkumpulan   antara   pria   dan wanita   mesti   dilandasi  dengan   nilai   tauhid  (dzikrullah   dan   persamaan  manusia) karena  keluarga  tidak  hanya  sekedar  perkumpulan  namun  juga  kehidupan  antara pria   dan   wanita   yang   berbeda   (sifat)   nan   rawan   terjadi   ketidakcocokan   serta perbedaan  lain  yang  dapat  memicu  perpisahan;  sehingga  dengan  landasan  tauhid tersebut diharapkan terjadi harmonisasi hubungan.

Arti Keluarga Besar

Keluarga (Islam) menurut al-Faruqi tidak seperti keluarga-keluarga di negara komunis   yang   merampas   ikatan   batin   sebuah  keluarga   karena pengambilalihan anak dari pemerintah yang memperlakukan mereka sebagai anak negara. Keluarga (Islam)  bukan  pula  seperti  keluarga-keluarga  di  negara  Barat  yang  anak-anaknya terabaikan oleh orang tuanya karena budaya workaholic (gila kerja). Keluarga (Islam) adalah keluarga patriarkal (pimpinan keluarga ada di tangan pria) bukan keluarga matriarkal (pimpinan keluarga ada di tangan wanita) ataupun poliandri (seorang istri bersuamikan banyak).

Bentuk keluarga (Islam) menurut Ismail Raji Al Faruqi adalah keluarga besar (extended family) yang keanggotaannya  mencakup  tiga  generasi yang  meliputi  ayah,  ibu,  kakek,  nenek,paman,  bibi,  cucu,  serta  anak-anak  keturunan  mereka yang  hidup  dalam  satu kompleks tempat tinggal dengan satu dapur dan balai keluarga tempat bercengkerama sekaligus sebagai ruang tamu yang berkembang menurut hukum tanggungan dan warisan. Hukum   tanggungan   memandang   semua   wanita   dalam   keluarga   menjadi tanggungan   kaum   pria   tanpa   memandang   status   keuangan   mereka   sedangkan hukum   warisan   memandang   semua   anggota   keluarga   sebagai   ahli   waris   yang beragam derajatnya; yaitu seorang pria mendapat dua kali bagian dari wanita.

Dalam  hal  ini,  wanita  adalah  pihak  yang  diuntungkan  sebab  satu  bagian  yang  ia peroleh  dapat   disimpannya   karena  ia telah   menjadi tanggungan    kaum   pria sedangkan   dua   bagian   milik   pria   mesti      dibagi pada     kaum   wanita demi memenuhi   tanggungannya tersebut. Selain itu, pria juga   harus   mencukupi   seluruh   kebutuhan   ekonomi   para anggota keluarga karena semua kerabat (betapapun jauhnya hubungan kekerabatannya)  asal  mereka  dalam  keadaan  kekurangan  dan  tidak  didapati  pria dewasa yang mencari nafkah menjadi tanggungan kaum pria. Adapun kerabat yang menjadi  prioritas  adalah  kakek, nenek,  paman,  dan  anak-anak  mereka (di  samping kaum wanita). Dan lebih diutamakan kerabat yang berasal dari garis keturunan pria (patriarkal).

Nilai Plus Keluarga Besar

Keluarga besar dapat  memberikan untuk setiap anggota keluarga nya kemampuan mengatasi kesulitan hidup. Melalui keluarga besar ini pula individualisme, egoisme dan  kesendirian  akan  terhapus bahkan  mempermudah sosialisasi  dan  akulturasi  sebagaimana  pernyataanya:  Banyaknya  anggota keluarga mencegah  terjadinya  jurang  antar  generasi  dan  mempermudah  proses  sosialisasi serta akulturasi anggota keluarga dalam rumah tangga terdapat beragam bakat dan temperamen, sehingga anggota keluarga dapat saling melengkapi dan mendisiplinkan mereka untuk saling memenuhi kebutuhan.

Keluarga  besar  tidak  hanya  menjadikan  karir  di  dalam  dan  di  luar  rumah tangga mungkin dilaksanakan, tetapi juga menjadikan segenap anggota masyarakat lebih sehat dan sejahtera. Karena dalam keluarga besar, akan selalu ada orang yang akan   memberikan   perhatian   kepada   rumah   tangga   sehingga   apabila   sang   ibu melanjutkan   karir   maupun   pendidikannya   tidak   akan   merasa   terbebani   dengan pengelolaan rumah tangga sebab telah ada orang di rumah. Bahkan  akan  selalu  ada  beberapa  orang  yang  dapat  dipilih  oleh  anak  untuk bermain, bercanda, berdiskusi, merenung dan berharap bahkan mengatasi kesulitan hidup. Kebersamaan   seperti   ini   penting   bagi   kesehatan   jiwa   seseorang   dan kesejahteraan masyarakat.

Selanjutnya al-Faruqi menambahkan  bahwa  pada    dasarnya manusia membutuhkan   kasih   sayang,   bimbingan   dan   keprihatinan   menolong   orang   lain sebanyak   mereka   membutuhkan   makanan   dan   udara.   Karena   keluarga   besar memungkinkan   terjadinya   pemenuhan   kebutuhan   pada   masing-masing   anggota keluarganya.  Sebagaimana  pernyataannya:  Tak  seperti  sistem  sosial  lainnya  Islam membicarakan  pula  hubungan  para   anggota   keluarga   besar   untuk   memastikan pemenuhan fungsi di antara mereka. Jadi  keluarga  besar  memungkinkan  terciptanya  pemenuhan  fungsi  seseorang atas orang lain dalam keluarga itu. Artinya jika seorang anak memerlukan figur ibu akan  tetapi  karena  ketiadaannya  di  rumah  oleh  karena  tuntutan  karir,  maka  anak akan bisa mendapatkan figur ibu dari nenek atau bibinya misalnya. [Ulfatun/Alhafidh]

Tags: akhlak-tauhidIsmail Raji Al-FaruqiKeluarga
Share96Tweet60Send
Previous Post

Virus Korona Sebabkan Efek Medis Jangka Panjang

Next Post

PBB Tuntut Houthi Akhiri Serangan di Marib

Al Hafidh

Al Hafidh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
al amien prenduan

Keluarga KH Moh. Tidjani Djauhari Terima ‘100th Gontor Awards’ di Peringatan Satu Abad Gontor

22 September 2026
100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

25 September 2026
Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

27 September 2026
Sosiologi Ketahanan Gontor

Sosiologi Ketahanan Gontor

24 September 2026
Ketika Menjadi ‘Setengah Santri’ di Gontor

Ketika Menjadi ‘Setengah Santri’ di Gontor

24 September 2026
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

0
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

0
Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

0
Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

0
Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

0
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

29 September 2026
Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

29 September 2026
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

29 September 2026
Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

28 September 2026
Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

27 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result