Ponorogo, Gontornews — Di usia Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor yang ketiga, melalui salah satu lembaganya yaitu LPM (Lembaga Penjamin Mutu) seluruh Prodi (Program Studi) dan lembaga yang ada di UNIDA mengadakan akreditasi. Visitasi akreditasi mulai dilakukan pada hari Jumat-Ahad (10-12/3).
Hal ini merupakan instruksi yang diberikan oleh Rektor dan sebagai bentuk ketaatan universitas kepada Kemristek-Dikti (Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi), selaku pemangku kebijakan tertinggi di pemerintahan dalam bidang perguruan tinggi. Selain itu juga sebagai upaya tercapainya visi misi UNIDA dalam menciptakan universitas yang bermutu dan berkualitas.
Dalam pelaksanaannya LPM yang dipimpin oleh Dr Miftahul Ulum MAg, banyak berkoordinasi dengan setiap biro maupun lembaga yang ada di UNIDA, dari Kepala Prodi, Ketua Lembaga, hingga Ketua UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang diwakili oleh DEMA (Dewan Mahasiswa) dan BAPAK (Biro Administrasi Penunjang Akademik Kemahasiswaan). Sehingga memudahkan sinkronisasi data dalam seluruh aspek penilaian akreditasi.
Selain itu, melalui wakilnya yaitu Imam Hariyadi MSi, juga menjelaskan bahwa proses pengumpulan data ini sebenarnya cukup mudah yaitu menggunakan prinsip “Do what you write, write what you do”. Jika hal ini dilakukan, besar kemungkinan mendapat nilai akreditasi minimal B. Oleh karena itu saat ini di UNIDA telah melakukan Tertib Administrasi, dan di setiap pembukaan tahun ajaran baik genap maupun ganjil akan ada pemberian penghargaan bagi Prodi atau biro/lembaga yang memiliki kerapian administrasi terbaik.
Proses akreditasi ini juga membutuhkan waktu yang tidak sedikit, seperti yang disampaikan oleh Abdullah, selaku Kepala Prodi Ilmu Komunikasi yang telah mendapat visitasi dari tim asesor Kemrsitek-Dikti.
“Proses panjang selama 9 bulan dalam penyusunan borang akreditasi, dengan melibatkan orang luar seperti alumni Gontor yaitu Prof Ya’qub, seorang Guru Besar di Universitas Sebelas Maret (UNS). Kami juga banyak belajar kepada kampus lain seperti Universitas Ahmad Dahlan ataupun universitas lainnya. Kami banyak melakukan peningkatan di bidang penciptaan HAKI (Hak atas Kekayaan Intelektual), seperti pembuatan buku dan film pendek, kesepakatan MoU dengan universitas-universitas lain yang ada di Indonesia. Kami juga berharap skor penilaian akan diberikan paling cepat tiga bulan setelah visitasi, sehingga kami dapat melakukan evaluasi mendalam setelah visitasi dilakukan.”
Hal serupa juga disampaikan oleh Use Etica yang menjabat Kepala Prodi Agroteknologi, yang telah mendapat visitasi dari tim asesor Kemristek-Dikti.
“Apapun nilai yang diberikan oleh tim asesor Dikti kami menerimanya, yang terpenting kami telah berusaha menjalankan aturan yang telah diberikan, untuk hasil kami tidak terlalu berharap besar. Terutama Prodi kami yang pertama melakukan akreditasi di UNIDA. Sehingga kami berharap apa yang kami lakukan dapat menjadi acuan bagi Prodi lainnya dalam peningkatan mutu dan akreditasi”.
Ia menambahkan, evaluasi terbesar dari proses akreditasi saat ini adalah belum adanya alumni pada Prodi baru, sehingga belum bisa mencapai hasil maksimal dalam proses penilaian. [Muhammad Irfan Al Amin/Al Hafidh]
























