London, Gontornews — Seorang warga Inggris meninggal dunia setelah terdiagnosa demam Lassa, Jumat (11/2/2022). Badan Keamanan Kesehatan Inggris, UK Health Security Agency (UKHSA), melaporkan bahwa kasus kematian ini menjadi yang ketiga sepanjang awal pekan ini.
UKHSA menjelaskan bahwa kasus-kasus itu terkonfirmasi pada keluarga yang sama dan terkait dengan perjalanan ke Afrika Barat. Indentifikasi kasus tersebut menjadi yang pertama terjadi di Inggris sejak 2009 silam.
“Kami mengonfirmasi kematian dari seorang pasien yang berada dalam pengawasan kami, yang telah mengonfirmasi demam Lassa. Kami mengirimkan belasungkawa terdalam kami kepada keluarga mereka pada situasi yang sulit ini,” ungkap Jurubicara Bedforshire Hospitals NHS Foundation Trust sebagaimana dilansir Euro News.
“Kami akan terus mendukung keluarga pasien dan staf kami akan bekerjasama dengan rekan-rekan dari Badan Keamanan Kesehatan Inggris untuk melakukan latihan pelacakan kontak yang erat,” sambungnya.
Satu pasien demam Lassa yang berhasil pulih saat ini mendapatkan perawatan intensif dari Royal Free London NHS Foundation Trust.
Sebagai informasi, demam Lassa adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Lassa dan sebagian besar terjadi di negara-negara Afrika Barat seperti Nigeria, Sierra Leone, Mali, Liberia dan Guinea. Virus ini ditularkan ke manusia melalui makanan atau barang-barang rumah tangga yang terkontaminasi urin atau kotoran tikus yang terinfeksi.
Gejala paling umum dari penyakit ini adalah demam bertahap, malaise dan cepat lelah. WHO menjelaskan bahwa pasien demam Lassa terkadang mengalami sakit kepala, muntah hingga diare. Dalam beberapa kasus, demam ini juga menyebabkan ketulian.
Sementara gejala parah dari demam Lassa adalah pembengkakan wajah, terdapat cairan di paru-paru, pendarahan dari mulut, hidung, vagina atau saluran pencernaan hingga tekanan darah rendah.
“Kasus demam Lassa jarang terjadi di Inggris dan tidak menyebar dengan mudah antar manusia. Risiko keseluruhan untuk masyarakat sangat rendah,” kata Dr Susan Hopkins, Kepala Penasihat Medis UKHSA.
Meskipun penyakit ini tidak menjadi perhatian khusus di Eropa, penyakit ini menjadi endemik di Afrika Barat. Tercatat ada 100.000 hingga 300.000 kasus demam Lassa setiap tahun yang berhasil terkonfirmasi. [Mohamad Deny Irawan]






















