Ankara, Gontornews — Presiden Turki Racip Tayyip Erdogan, Rabu (15/02/2023), menegaskan prioritas pemerintah untuk melakukan pencarian dan penyelamatan korban gempa. Setelah proses pencarian dan penyelamatan korban usai, pemerintah akan mengallihkan prioritas ke pemberian layanan akomodasi dan penghidupan bagi para korban.
Berbicara dalam kampanye bantuan nasional bertajuk ‘Turkiye United as One’, Erdogan menegaskan bahwa setiap sen yang terkumpul akan diperuntukkan bagi penanganan korban gempa Kahramanmaras.
“Pekerjaan kami telah dipercepat dengan mengerahkan 250.000 personel kami dan dengan seluruh elemen bangsa kami. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang, termasuk tokoh publik, anggota masyarakat sipil dan sukarelawan yang bersama kami memikul beban bencana abad ini,” kata Erdogan sebagaimana dilansir Anadolu.
Tidak lupa, Erdogan juga mengucapkan terima kasih kepada semua negara sahabat yang telah mengucapkan pesan solidaritas dan membantu upaya pencarian korban gempa.
“Pertama-tama, kami akan menyelesaikan upaya pencarian dan penyelamatan, tidak meninggalkan satu orang pun di bawah reruntuhan. Kami juga akan melakukan layanan penghidupan dan akomodasi dengan cara yang tidak akan menimbulkan keluhan bagi siapa pun,” sambung Erdogan.
“Dalam rapat Kabinet kemarn, kami berhasil mengumpulkan bantuan dana hingga 136,6 juta lira Turki,” ucapnya.
Pada 6 Februari 2023, gempa bumi berkekuatan 7,7 dan 7,6 Skala Richter mengguncang bagian selatan Turki. Gempa yang berpusat di distrik Elbistan, Kahramanmaras, tersebut juga dirasakan di 10 provinsi lain di Turki yaitu Hatay, Gaziantep, Adiyaman, Malatya, Adana, Diyarbakir, Kilis, Osmaniye dan Sanliurfa.
Setidaknya 35.418 orang tewas dan 105.505 terluka dalam gempa bumi tersebut yang mengguncang Turki. Sementara di Suriah, negara tetangga Turki, juga melaporkan 3.688 orang tewas dengan lebih dari 14.149 orang terluka. [Mohamad Deny Irawan]




























