pesanan-majalah-edisi-khusus
34 °c
Pecenongan
Tue
Wed
Monday, 7 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Pendidikan Risalah

Hakikat Makna Alam Nasyrah dan Shadr

Dr H Ihwan Agustono SFilI MFilI

Edithya Miranti by Edithya Miranti
26 July 2023
in Risalah
0
Hakikat Makna Alam Nasyrah dan Shadr

Sampang, Gontornews — Sering kali dalam menjalani kehidupan, hati manusia dirundung rasa kesedihan, keterpurukan, amarah, bahkan perasaan putus asa akibat perlakuan buruk orang lain, atau dikarenakan impian yang selama ini diharapkan tidak berlaku sebagaimana kenyataan yang ada. Lalu bagaimana sikap seorang hamba apabila keadaan semacam itu sedang menimpanya?

Perlu diketahui bahwa sesungguhnya kesusahan hati yang mendalam juga pernah dirasakan oleh Rasulullah SAW dalam berdakwah, yaitu saat beliau mendapatkan penolakan yang sangat buruk dari kaum musyrikin dalam bentuk hinaan, caci maki, fitnah, bahkan dilempari batu sampai beliau terluka cukup parah. Tidak hanya sampai di situ, intimidasi tersebut semakin meningkat luar biasa setelah beliau ditinggal oleh sosok paman yang selalu melindungi dan membelanya dari kekejaman perilaku kaum kafir Quraisy dari luar, dan ditambah dengan perginya sosok pendamping hidup yang senantiasa ada untuk menghibur dan meneguhkan batin beliau dari dalam. Kepergian keduanya menyebabkan beban kesedihan yang dipikul serta kesempitan hati yang dialami terasa semakin berat.

Terkait beban yang memberatkan pundak Rasulullah SAW, Profesor M Quraish Shihab menjelaskan bahwa sesungguhnya beban paling berat yang dirasakan beliau kala itu adalah beban psikologis yang diakibatkan oleh keadaan masyarakat jahiliyah yang berada dalam jurang kebinasaan akibat perlakuan buruk serta penolakan keras mereka terhadap dakwah Nabi SAW, yang semakin memuncak setelah meninggalnya Abu Thalib dan Sayyidah Khadijah.

Di sisi lain, Rasulullah pada waktu itu belum mengetahui apa jalan keluar yang tepat yang bisa dilakukan agar risalah yang beliau sampaikan bisa diterima kaumnya. “Beban batin inilah yang kemudian melatarbelakangi turunnya al-Qur’an Surah Alam Nasyrah sebagai penenang hati, sekaligus motivasi bagi Nabi dalam menjalankan tugas mulia, yakni menyebarkan agama Allah SWT kepada umat manusia, khususnya kepada penduduk Mekah kala itu,” terang Dr Ihwan Agustono.

BACA JUGA

Pendidikan Inklusif Membentuk Sikap Toleransi (Kajian Etnografi di Pondok Modern Darussalam Gontor)

Bahtsul Masail dalam Perspektif Pembelajaran Berbasis Masalah

Implementasi Birokrasi terhadap Peningkatan Budaya Mutu Guru Madrasah Ibtidaiyyah Kabupaten Bogor

Pembaharuan Pemikiran Keagamaan Menurut al-Qaradawi dan Relevansinya bagi Rekonstruksi Peradaban Islam (Kajian Filsafat)

Menjadi Dayak dan Muslim: Perjalanan Identitas Oloh Salam

Dosen Fakultas Ushuluddin, Universitas Darussalam Gontor ini pun menjelaskan bahwa QS. Alam Nasyrah, Al-Insyirah, atau Asy-Syarh menurut pendapat sementara ulama adalah surat kedua belas yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW, apabila dilihat dari urutan turunnya wahyu. Surat ini sendiri memiliki arti kelapangan.

Secara etimologi, nama surat ini terambil dari akar kata sya-ra-ha yang bisa diartikan melapangkan. Kata-kata ini bisa juga dimaknai memotong, memutus, dan membedah. Makna terakhir inilah yang dijadikan landasan oleh sebagian kecil ulama yang lebih memilih mengartikannya sebagai membedah daripada melapangkan.

“Ini merujuk pada peristiwa dibedah serta disucikannya hati Nabi SAW oleh para malaikat yang menurut riwayat ulama Sirah terjadi sebanyak tiga kali, yakni saat beliau berumur empat tahun, sebelum beliau menerima wahyu, dan yang terakhir ketika hendak naik ke langit pada peristiwa Isra’ Mi’raj,” tekan Dr Agus.

Namun pemaknaan ini terkesan lemah karena dalam Bahasa Arab modern sendiri, kata-kata yang lebih tepat untuk “membedah dan mengoperasi” adalah syar-ra-ha, bukan sya-ra-ha. Selain itu, dalam al-Qur’an kata sya-ra-ha yang disebut dalam banyak ayatnya lebih mengandung arti lapang atau melapangkan. Sebagaimana yang disebutkan dalam QS. Thaha ayat 25, “Ya Allah, lapangkanlah dadaku (Rabb isyrahlii shadrii), mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, supaya mereka bisa memahami perkataanku.”

Adapun yang dimaksud dengan dada dalam ayat ini adalah kalbu (hati). Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam QS. Al-Hajj ayat 46 yang berbunyi, “…karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang ada di dalam dada (al-quluubul latii fis shuduur).” Dalam konteks psikologi Islam, fungsi pertama dari hati manusia adalah sebagai wadah. Dari sudut pandang ini, hati akan berperan sebagai tempat bersemayamnya perasaan yang merefleksikan berbagai keadaan yang terjadi dalam diri, seperti bahagia, syukur, sedih, haru, kecewa, amarah, putus asa, dan lain sebagainya.

Maka apabila Allah telah berkehendak memperluas wadah tersebut, maka ia akan tumbuh menjadi hati yang kuat dan tidak mudah terganggu dengan berbagai godaan dan keburukan. Sebaliknya semakin sempit wadah hati yang dimiliki, maka semakin mudah pula ia merasakan kesedihan, kekhawatiran, kesempitan, dan perasaan-perasaan kontraproduktif lainnya di saat datangnya perlakuan buruk dari orang lain, atau ketika harapan yang dicita-citakan tidak sesuai dengan kenyataan.

Hal ini yang menjelaskan hakikat dari letak kesedihan yang sedang dirasakan oleh Nabi SAW saat itu, sekaligus menerangkan bagaimana cara Allah menghilangkan kesedihannya yaitu dengan semakin melapangkan hati Rasul.

Diriwayatkan dari mufassirin bahwa menjelang turunnya QS. Alam Nasyrah ini, Allah SWT menjadikan dada Rasulullah SAW yang sebelumnya dipenuhi dengan kesedihan dan kesempitan yang amat berat menjadi sedemikian lapang, jiwanya juga sedemikian tenang, sehingga Allah SWT mengingatkan beliau kembali tentang anugerah tersebut pada awal surah ini.

Anugerah tersebut disempurnakan oleh Allah SWT dengan dihilangkannya beban yang sangat memberatkan pundak Nabi kala itu bersamaan dengan pewahyuan Surat Alam Nasyrah. Hal ini tergambar jelas dalam dua ayat pertama dari surah ini, yang berbunyi, “Alam nasyrah laka shadrak. Wa wadha’naa ‘anka wizrak.” (Bukankah kami telah lapangkan untukmu wadah hatimu. Dan kami telah hilangkan bagimu beban beratmu).

Selain berperan sebagai wadah, hati manusia juga perlu untuk terus digali dan dibersihkan dari berbagai kotoran yang melekat padanya. Ibarat sebuah proses menemukan mata air, semakin kita menggali dan membersihkannya dari kotoran, bebatuan, pasir, dan genangan air keruh yang ada, maka darinya akan memancar sumber mata air yang jernih dan bermanfaat bagi umat manusia, yaitu mata air ilmu pengetahuan. “Inilah lanjutan penjelasan dari fungsi kedua, yaitu hati sebagai sumber ilmu pengetahuan manusia yang untuk menggapainya harus ditempuh dengan upaya Tazkiyatun Nafs,” lanjut alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor tahun 2005 itu.

Maka, sebagai bagian dari solusi atas pertanyaan di paragraf awal tulisan ini, dikutip dari kitab Khazinatul Asrar, bab tentang hadits-hadits yang menjelaskan keutamaan QS. Ad-Dhuha dan Alam Nasyrah, penulis kitab menyebutkan bahwa diantara keutamaan yang didapat bagi siapa saja yang membaca serta merenungi kandungan surat ini adalah Allah SWT akan melapangkan dadanya, menghilangkan kesempitan hatinya, dan mengangkat kesulitan yang sedang memberatkannya dalam berbagai urusan, serta akan membukakan pintu-pintu rejeki dengan izin-Nya.

Pada halaman 195 dari kitab ini, penulis juga menukil sebuah hadits yang artinya, Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang membaca Surat Alam Nasyrah, maka seolah-olah ia telah mendatangiku, sedangkan aku sedang dalam keadaan bersedih, kemudian ia dapat membahagiakanku dengan kehadirannya tersebut.”

Sebagai penutup, adalah sebuah keharusan bagi seorang yang beriman untuk senantiasa berlatih melapangkan wadah hatinya dalam menghadapi segala keadaan hidup. Hal ini karena kelapangan hati adalah tanda dari seorang hamba bahwa ia telah mendapatkan petunjuk dari Allah. “Sebagaimana kesempitan dan sesaknya hati adalah tanda tidak adanya petunjuk di dalam hati,” pungkas Dr Ihwan. [Edithya Miranti]

Biodata Singkat Penulis

Nama Lengkap                        : Dr H Ihwan Agustono SFilI MFilI

Tempat Tanggal Lahir              : Kediri, 5 Mei 1985

Alumni                                     : Gontor Tahun 2005

Istri                                          : Vivin Maimunah Lc MHI

Pendidikan                              :

  1. S1, Aqidah Filsafat, Institut Studi Islam Darussalam Gontor, 2010.
  2. S2, Filsafat Agama, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, 2014.
  3. S3, Dirasah Islamiyah, UIN Sunan Ampel, Surabaya, 2018.

Organisasi                               :

  1. Sekretaris Ikatan Keluarga Pondok Modern Gontor Cabang Madura.
  2. Sekretaris Majelis Khirriji Al-Haromain As-Syarifain Korda Sampang (Organisasi Ikatan Alumni Mekah & Madinah).

Karya Tulis                              :

  1. Buku, Tarjamah Muujazah li al-Imaam as-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maaliki al-Hasani Rahimahullah Ta’alaa (Tahun 2022).
  2. Buku, Silsilatu Taraajimi Ulamaa’ al-Haramain: Fadhilatu al-Alaamah as-Syaikh Ahmad bin Jaabir bin Saalim bin Jubraan Rahimahullah Ta’aala (Tahun 2020).
Tags: Dr H Ihwan Agustono SFilI MFilIMakna Alam Nasyrah dan ShadrUnida Gontor
Share86Tweet54Send
Previous Post

Hadapi Tahun Politik, MUI Dorong Sikap Toleransi

Next Post

Pengusaha Muslim Tangguh

Edithya Miranti

Edithya Miranti

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

3 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

2 September 2026
60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

5 September 2026
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
Gontor Gelar GIHES 2026 di Jakarta

Gontor Gelar GIHES 2026 di Jakarta

30 August 2026
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

0
PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

0
Kiai Fatwa: Pendidikan Holistik Darul Amanah Lewat Prestasi Nasional dan Sudah Berkarir di Berbagai Sektor

Kiai Fatwa: Pendidikan Holistik Darul Amanah Lewat Prestasi Nasional dan Sudah Berkarir di Berbagai Sektor

0
JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

0
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

0
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

6 September 2026
JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

6 September 2026
Kiai Fatwa: Pendidikan Holistik Darul Amanah Lewat Prestasi Nasional dan Sudah Berkarir di Berbagai Sektor

Kiai Fatwa: Pendidikan Holistik Darul Amanah Lewat Prestasi Nasional dan Sudah Berkarir di Berbagai Sektor

6 September 2026
PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

6 September 2026
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor
  • Global Islamic Holistic Education Summit.
Lokasi : Hotel Borobudur Jakarta, Indonesia
Tanggal : 5 - 6 September 2026Akhir Pendaftaran : 27 Agustus 2026Dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, kami mengundang Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.GIHES 2026 merupakan forum Internasional yang mempertemukan pimpinan pesantren, lembaga pendidikan Islam, akademisi, pembuat kebijakan, dan tokoh pendidikan untuk berbagi perspektif, membahas tantangan strategis, serta membangun sinergi dan kolaborasi bagi kemajuan pendidikan dan generasi mendatang.#gontornews #majalahgontor #gihes
  • Dari Los Angeles, California, Amerika Serikat, tepatnya di Hollywood Sign dengan jarak kurang lebih 14.000 kilometer dari pondok Modern Darussalam Gontor. Doa-doa kebaikan disampaikan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor dan Keluarga Besar Gontor.#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontorponorogo

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result