Jadi jelas kita menjaga internal. Suami istri tidak akan berpisah kalau tidak karena internal sudah memang tidak cocok. Bapakmu, ibumu, keluargamu, tidak akan tergoda orang luar kalau dalamnya kuat. Kamu punya keluarga digoda orang luar, kalau dalamnya kuat, susah ditembus. Makanya di dalam Al-Qur’an disebut muhshan. Apa artinya muhshan? Terbentengi. Hishnun hashiinun artinya benteng yang kuat, yang kokoh. Uusiikum wa iyyaa ya.
Karena itu komunitas internal harus kita jaga baik-baik, sehingga apa pun yang datang dari luar itu enteng. Orang luar itu susah mengobrak-abrik Islam dan umat Islam kecuali dihantam, dibentur-benturkan dari dalam. Apa itu namanya? Diadu domba. Jadi umat ini dibenturkan dari dalam. Dipecahkan antara kaum tua dengan kaum muda, pimpinan dengan rakyat, orang pintar dengan orang bodoh, sehingga orang tidak perlu Tuhan, yang penting yaitu ruh. Sehingga dengan beginilah tidak ada gunanya Tuhan. Tidak ada gunanya agama, kalau ingin maju tinggalkan agama. Usiikum wa iyyaa ya. Ini saya katakan dengan keras, dengan sungguh-sungguh bahwasanya yang penting internal. Khutbatul ‘Arsy yang penting internal. Ini ada surat dari luar, orang luar mau melihat PG dan DA, nobar, dikiranya Gontor itu mengadakan show, artshow, pesta seni di Pondok Modern Darussalam Gontor. Kau kira Panggung Gembira dan Drama Arena itu apa? Hiburan rakyat, pesta seni, atau Pekan Perkenalan? Untuk perkenalan. Kita adakan acara ini di dalam, karena statusnya bukan perkenalan kalau di luar. Kalau misalnya All Star atau Darussalam All Star Show, ada wayang kulit, ada dakwah, ada band, ada orkes, seluruhnya, semua dipertontonkan di Gontor All Star. Masyarakat boleh melihat, wali santri boleh melihat dan itu memang dipertontonkan kepada mereka. Itu namanya pagelaran seni.
Tapi ini (PG dan DA) bukan pagelaran seni, tetapi ini adalah seni yang internal. Apresiasi seni untuk Pekan Perkenalan. Untuk menghimbau kepada anak-anak bahwasanya Gontor tidak mengharamkan drama, tari menari, nyanyian, show-show, yang berarti sebagai perkenalan. Sehingga setelah ada PG, “Ah saya tidak cocok dengan Gontor karena ada PG, ada DA.” Kalau di luar lain lagi nanti. Kalau internal kita kuat, kalau kita di dalam itu kuat, in syaa Allah enak kita menjawab, “Saudara-saudara itu salah paham. DA dan PG merupakan rentetan acara perkenalan Pondok Modern kepada santri-santrinya. Untuk konsolidasi internal dan untuk kesyukuran.”
Jadi ini hanya untuk yang di dalam saja. Itu untuk mendidik. Kami mendidik kamu dengan DA, dengan PG. Dulu kelas lima terdidik tidak dengan DA? Kalau kamu di luar, di sana, Pondok yang dinilai. “Oh Gontor seperti ini.” Padahal, itu tugasnya kelas lima, kelas 6 di luar dipertontonkan dikiranya itu Pondok, padahal itu kelas enam. Tapi kalau di sini baru mengeluarkan karya seninya, kelas lima mengeluarkan karya seninya, sehingga adik-adiknya terdidik. Nanti di kelas lima bisa seperti itu, kelas enam bisa seperti itu. Ini namanya Pendidikan dan termasuk dalam Pekan Perkenalan. Termasuk sekarang ini ada pergantian pengurus. Ini namanya Pekan Perkenalan. Tidak boleh bapakmu kecewa, “Anak saya mula-mula jadi bagian tamu, kok sekarang dipecat.” Tidak ada yang dipecat! Antum dipecat atau tidak? Dipecat akhirnya sindrom, seperti Ustadz Akrim tadi katakan. Sindrom of…. “Aduh kecewa saya, kemarin saya itu bagian tamu, kulla yaum amaluhu tha’am al an mafi. Usiikum wa iyyaa ya. Maka yang penting, Khutbatul ‘Arsy menguatkan yang ada di dalam. Yang ada di dalam ini yang menentukan. Kekuatan kita adalah internal. []
*Disampaikan saat Laporan Pertanggungjawaban Panitia Bulan Syawwal 1444 H.























