Makassar, Gontornews — Di kawasan pesisir Pantai Losari, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, berdiri sebuah masjid dengan bentuk arsitektur yang mencuri perhatian. Puluhan kubah berwarna merah, jingga, dan kuning menghiasi bagian atas bangunannya. Masjid tersebut dikenal dengan nama Masjid 99 Kubah atau Masjid Kubah 99 Asmaul Husna.
Kehadiran Masjid Kubah 99 Asmaul Husna ini tidak hanya memperindah kawasan Center Point of Indonesia (CPI), tetapi juga menjadi salah satu ikon wisata religi di Kota Makassar.
Keunikan masjid ini terlihat dari susunan 99 kubah yang menjadi identitas utama bangunannya. Jumlah tersebut melambangkan Asmaul Husna, yaitu 99 nama Allah SWT yang menggambarkan sifat-sifat keagungan dan kesempurnaan-Nya. Filosofi tersebut menjadikan bangunan masjid tidak sekadar memiliki nilai estetika, tetapi juga membawa pesan keislaman bagi masyarakat yang mengunjunginya.
Imam Masjid 99 Kubah, Abdul Aziz bin Abu Bakar, menjelaskan bahwa jumlah kubah tersebut memiliki makna khusus.
Dalam laporan detikSulsel berjudul Masjid 99 Kubah Makassar, Ikon Kota Daeng yang Megah nan Eksotis, ia mengatakan, “Jumlah kubah itu diambil filosofi dari 99 Asmaul Husna yang kita dapat di dalam Al-Qur’an nama-nama Allah yang indah itu.”
Filosofi tersebut berkaitan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
وَلِلّٰهِ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰى فَادْعُوْهُ بِهَا
“Dan Allah memiliki Asmaul Husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya.” (QS. Al-A’raf: 180).
Perjalanan menuju Masjid 99 Kubah di kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Makassar, Sulawesi Selatan, menyuguhkan pemandangan sejumlah bangunan dengan desain modern. Sepanjang perjalanan, pengunjung dapat menjumpai berbagai landmark yang menjadi daya tarik kawasan tersebut. Di antaranya, bola dunia yang mengingatkan pada ikon Universal Studios Singapore, Jembatan Pinisi, serta Jembatan Tongkonan yang dihiasi kerlap-kerlip lampu pada malam hari. Deretan bangunan tersebut memberikan kesan tersendiri sebelum pengunjung tiba di salah satu ikon wisata religi Kota Makassar.
Kubah yang merupakan ciri khas dari bangunan ibadah umat Islam ini didominasi warna jingga yang dipadukan dengan warna merah, biru, dan hijau. Menurut Imam Masjid 99 Kubah Abdul Aziz bin Abu Bakar, desain 99 kubah pada masjid ini melambangkan nama-nama Allah.
“Tentu diberikan nama itu karena mengikuti kepada kubahnya sendiri yang melambangkan jumlah 99,” tutur Abdul Aziz bin Abu Bakar, Imam Masjid 99 Kubah, seperti dilansir detiksulsel.
Dari segi arsitektur , Masjid 99 Kubah berdiri di atas lahan seluas 20.155 meter persegi dengan bentuk dasar sembilan sisi poligon dan ukuran bangunan 72 x 45 meter. Setiap lantainya dilapisi marmer impor yang menambah kesan megah dan elegan. Masjid ini mampu menampung hingga 13.075 jamaah, terdiri atas 3.880 orang di ruang shalat, 1.005 orang di area mezzanine, dan 8.190 orang di pelataran.
“Ruangan kita kan sebenarnya 3 lantai itu masjid, cuma basement digunakan untuk parkiran, tempat wudhu, dan beberapa ruangan yang sementara dipakai santri,” kata Abdul Aziz.
Keunikan arsitektur dan perpaduan warna kubah menjadikannya salah satu destinasi wisata religi di Makassar.
Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, Masjid 99 Kubah juga berperan dalam kegiatan pendidikan Islam. Menurut Abdul Aziz bin Abu Bakar, masjid ini turut menyediakan fasilitas pembelajaran agama dan memfasilitasi para santri yang berasal dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
“Jumlah santri di sana kurang lebih 109 orang dari seluruh daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Ada dari Mamuju, ada dari Kolaka, ada dari Morowali dan lain-lain,” ungkapnya.
Selain menjadi destinasi wisata religi, Masjid 99 Kubah tetap menjalankan fungsi utamanya sebagai tempat ibadah. Masyarakat dapat melaksanakan shalat berjamaah dan mengikuti berbagai kegiatan keagamaan. Kehadiran masjid ini juga memberikan ruang bagi umat Islam untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan pengetahuan keagamaan. Melalui filosofi Asmaul Husna yang melekat pada bangunannya, Masjid 99 Kubah menjadi pengingat bagi setiap pengunjung tentang kebesaran Allah SWT serta pentingnya memakmurkan rumah-Nya. [Mahessa]
























