Ponorogo, Gontornews – Mendikbud RI, Prof Dr Muhadjir Effendy MAp, membuka Pekan Olahraga dan Seni Antarpondok Pesantren se-Indonesia 2016 di Ponorogo, Ahad (21/8). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Peringatan 90 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.
Menteri Pendidikan Prof Muhadjir Effendy MAp mengatakan, atas nama pemerintah mohon izinkan saya untuk mengucapkan selamat dirgahayu 90 tahun Gontor. Tadi bapak kiai Hasan menyampaikan kepada saya dari pondok ini telah lahir kader-kader umat dan bangsa yang jumlahnya sekitar 40 ribu tersebar di berbagai macam arena pengabdian. Baik pemerintahan, bisnis, sosial, bahkan juga politik.
“Tentu saja saya akan terus mendoakan mudah-mudahan Gontor akan terus berkembang. Terus meningkatkan kapasitas sebagai pondok rujukan yang jadi lambang kebanggaan umat dan bangsa Indonesia,”tandasnya.
Lanjut Menteri Pendidikan mengatakan Presiden RI Bapak Jokowi telah menetapkan bahwa pemerintah akan fokus pada dua hal. Pertama, kesenjangan di semua sektor. “Baik sektor ekonomi sosial politik maupun pendidikan yang jurangnya semakin menganga dan itu harus kita persempit. Sehingga ada kesetaraan antar umat di Indonesia ini,”jelasnya.
Kedua, masalah ketenagakerjaan. Memang ketenagakerjaan di Indonesia cukup rendah di banding negara lain. Sekitar 5,5 persen jika dibandingkan dengan Spanyol yang sudah mencapai 27 persen. “Akan tetapi kita punya masalah yaitu kualitas tenaga kerja kita tidak sesuai antara kemampuan dan keterampilan yang dimiliki tenaga kerja kita dengan lapangan kerja yang tersedia,”ungkapnya.
Dari dua persoalan itu kata Menteri Pendidikan, bidang pendidikan ada tiga hal yang harus dibenahi. Pertama, terjaminnya penduduk yang tidak mampu untuk mendapatkan layanan pendidikan yang setara dengan yang mampu. Kedua, pentingnya pendidikan vokasi. Karena kita tidak berharap anak-anak yang keluar dari sekolah atau pesantren tidak bisa memenuhi kebutuhan dasarnya. Ketiga, pentingnya pendidikan karakter. Oleh karena itu saya sangat mendukung adanya kegiatan porseni dan olimpiade sains yang diselenggarakan oleh Gontor.
Kita tahu dari porseni ini ada tiga hal yang bisa diraih. Pertama, mengasah naluri anak-anak. Kedua, mengasah kemampuan dasar anak-anak. Ketiga, mengasah aspek etika. Olahraga tidak hanya bisa dilihat bahwa itu bersifat fisik. Tapi di sana ada penanaman nilai-nilai perjuangan yang diwariskan dari generasi ke generasi yaitu unsur sportifitas, kejujuran, menghargai prestasi kerja tim dan lain sebagainya. Itulah yang harus digali dan diasah oleh masing-masing santri. “Jangan hanya memburu kemenangan. Apa artinya kemenangan jika itu ditempuh dengan cara yang tidak jujur,” tandasnya.
Selain Porseni, juga telah berlangsung Haflah Tilawatil Qur’an Antarpondok Pesantren se-Indonesia. Acara ini dibuka langsung oleh Pimpinan PMDG, KH Hasan Abdullah Sahal.
Dalam sambutannya, KH Hasan Sahal mengatakan hari ini kita mendapatkan tamu dari menteri. Menterinya dari kita, dari pesantren. Tidak asing dengan kepesantrenan. Masih keluarga kita juga. Insyaallah pak Menteri akan memberikan kepada antum nilai-nilai keolahragaan, kesenian, dan sains. Beliau ini adalah menteri pendidikan Prof Muhadjir Effendy MAp. “Alhamdulillah beliau masih keturunan Tegalsari,” ucapnya di depan ribuan santri.[Muhammad Khaerul Muttaqien/DJ]























