Ponorogo, Gontornews — Bergantinya menteri pendidikan kerapkali berganti pula sistem pendidikannya. Perubahan kurikulum pendidikan di negeri ini hampir selalu terjadi, hingga guru-guru dan para siswa harus dibingungkan dengan buku ajar yang juga ikut berubah-ubah.
Belum lagi, permasalahan kompetensi guru, sistem ujian yang juga terus mengundang polemik. Moral anak-anak didik sampai lenyapnya sopan santun dan rasa hormat terhadap guru. Oleh karena itu, pada momentum Peringatan 90 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor ini menggelar acara “Silaturahim dan Seminar Nasional Pimpinan Pesantren Alumni Gontor dan Kepala Lembaga Pendidikan Non-Pesantren Alumni Gontor”. Acara digelar hari ini, Kamis (1/9), bertempat di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM).
Di hadapan seluruh Pimpinan Pesantren dan Kepala Lembaga Pendidikan yang hadir dari berbagai pelosok Nusantara, alumni Gontor tahun 1962 K.H. Hasyim Muzadi memberikan Kuliah Umum tentang Pendidikan Pesantren dan Sistem Kulliyatu-l-Mu‘allimin Al-Islamiyah (KMI) di Indonesia.
Mantan Ketua PBNU itu memaparkan bagaimana pesantren mendidik anak-anak hingga berhasil, tidak hanya secara akademis, tapi juga secara mental dan spiritual, hingga tumbuh menjadi generasi yang berilmu dan berakhlak mulia.
Hasyim yang juga Anggota Wantimpres itu memaparkan keunggulan sistem KMI yang dipegang teguh Pondok Modern Darussalam Gontor sejak dahulu kala. Pak Zar pernah bilang selama Gontor masih menjalankan kedisiplinan yang baik insya Allah pondok akan maju.
Menurutnya, sistem pendidikan yang benar adalah pesantren. Namun Uswah hasanah juga harus dibacking oleh disiplin.
Pesantren menyajikan kehidupan. Keilmuan kita bagian dari kehidupan. Di pesantren harus menyandingkan keilmuan dan kehidupan.
Selain itu Hasyim menyayangkan mengapa banyak alumni pesantren yang bosan menjadi orang soleh dan menjadi liberal. Sedangkan mahasiswa universitas umum bosen rusak hingga mereka masuk ke ajaran Islam yang kaku. “Nah, permasalahan yang seperti ini harus segera dicari formulasinya,”imbuhnya. [Muhammad Khaerul Muttaqien/DJ]























