pesanan-baju-kaos
29 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 19 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Makna di Balik Politik Identitas

Oleh Muhammad Khaerul Muttaqien

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
10 March 2018
in Laput
0
Makna di Balik Politik Identitas

Di negeri mayoritas Islam ini, isu atau tuduhan SARA hanya untuk orang Islam. Padahal Badan Koordinasi Penanggulangan dan Pencegahan Penodaan Agama mencatat, setiap hari ada lebih dari 140 oknum mencela Nabi Muhammad, tapi tidak ada satu pun umat Islam yang mencela Nabi Isa. Jadi siapa yang rasis?

Selain faktor ekonomi dan kesenjangan sosial, politik juga merupakan faktor non-agama yang sering menyulut rusaknya kerukunan beragama di tengah masyarakat. Sehingga sebagian kalangan mengkhawatirkan munculnya politik identitas, SARA, dan rasis menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di tahun 2018 ini.

Sekretaris Jenderal Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia (MIUMI) DKI Dr Haikal Hasan menjelaskan, politik identitas adalah sesuatu yang dicanangkan oleh beberapa tokoh, pemimpin untuk mengidentifikasikan seseorang identik dengan golongan, partai bahkan agama. Sehingga setiap orang bisa teridentifikasi secara politik ke arah mana ia berhaluan.

Contohnya jika seseorang beragama Islam akan dikelompokkan Islam yang golongan manakah ia? “Islam garis keras atau garis lunak, atau garis yang bisa negosiasi,” katanya kepada Majalah Gontor.

BACA JUGA

Jejak Pengusaha Alumni Gontor: Dari Dunia Usaha ke Pendidikan

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Menurut Haikal, politik identitas merupakan pengebirian berdasarkan kacamata yang memiliki undang-undang (UU). “Jadi, politik identitas ini mainan penguasa untuk mengebiri seseorang,” ungkapnya.

Meski begitu politik identitas berbeda dengan SARA (suku, agama, ras, antargolongan). Karena, politik identitas mengacu pada urusan personal yang mengebirikan seseorang. Sedangkan SARA lebih kepada komunitas.

Namun, kata Haikal, ada yang salah dalam penyebutan SARA di negara ini. Sebagai contoh, ketika umat Islam Jakarta memilih gubernur Muslim disebut SARA. Tapi sebaliknya, ketika warga Kristen Manado memilih gubernur Kristen tidak disebut SARA. Demikian halnya dengan pemilihan gubernur Kristen di Papua tidak disebut SARA.

“SARA seolah hanya untuk orang Islam. Itulah kesalahan fatalnya,” tandasnya. Dengan demikian SARA, rasis dan politik identitas berbeda satu sama lain. Jika politik identitas ditujukan kepada individu tertentu, maka SARA adalah rasis yang dilegalkan. SARA adalah rasis yang berkacamata hak asasi manusia (HAM).

Jika dikaitkan dengan siapa yang sebenarnya rasis hari ini, maka berapa banyak permusuhan terhadap orang-orang ketika di Jakarta menginginkan gubernur Muslim, tapi semua diam. Namun sebaliknya di Papua sejak provinsi tersebut ada hingga sekarang ini tidak pernah ada gubernur Muslim di sana.

“Semua Kristen. Contoh di Manokwari, apakah ada umat Islam yang protes. Tidak ada dan jangan lupa Ahok diturunkan bukan karena dia Kristen,” jelasnya. Tapi, Ahok diturunkan karena mencela dan menghina al-Qur’an. “Itu yang tidak kita terima. Jadi siapa sebenarnya yang SARA. Siapa yang menghina,” tegasnya.

Selain itu, papar Haikal, siapapun bisa melihat di Facebook tak ada satu pun umat Islam yang menghina Nabi Isa. Namun, sebaliknya berapa orang Kristen yang menghina Nabi Muhammad? “Saya penasihat di Badan Koordinasi Penanggulangan dan Pencegahan Penodaan Agama telah mencatat semuanya. Ada lebih dari 140 oknum yang setiap hari mencela Nabi Muhammad, tapi saya tidak menemukan satu pun umat Islam yang mencela Nabi Isa. Jadi siapa yang rasis!” bebernya.

Oleh karena itu, kata Haikal, memilih pemimpin Muslim yang adil, baik, cerdas, mumpuni dan mampu mengelola adalah kewajiban dan harus diperjuangkan. “Kalau perlu, kaki di kepala, kepala di kaki. Ini bagian dari perjuangan. Itulah yang seideal-idealnya pemimpin saat ini. Dia pemimpin, dia imam shalat, dia contoh keadilan, dia hidup sederhana, dia hidup bersahaja, dan dia hidup bersama rakyat dan dia mau turun bersama rakyat,” ucapnya.

Pemimpin yang Islami

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof Dr KH Ma’ruf Amin. Berdasarkan hasil Ijtima Ulama di Padang Panjang, kata dia, kriteria pemimpin yang Islami adalah Shiddiq, Amanah, Tabligh dan Fathanah. Ia menjelaskan, Indonesia negara demokrasi. Sehingga siapa pun boleh menjadi pemimpin. Namun, hal tersebut akan menjadi rawan jika non-Muslim memimpin.

Buktinya, di beberapa daerah mayoritas Muslim demikian faktanya. Untuk itu, kata Rais Am PBNU itu, umat Islam harus berusaha secara fair dan kompetitif untuk menampilkan pemimpin-pemimpin yang Islami dan benar-benar memiliki kemampuan dan keterampilan. “Jika kita memilih pemimpin yang tidak baik itu sama saja kita mengkhianati diri sendiri,” jelasnya.

Barangsiapa mengangkat pemimpin publik di tengah masyarakat Muslim, padahal ada yang lain yang lebih utama, maka kita dianggap berkhianat kepada Allah, Rasulullah, umat, dan masyarakat. “Kita harus menyiapkan pemimpin yang Islami dan berkualitas. Itu pesan surah al-Maidah 51. Jadi, dua-duanya harus kita penuhi,” ujarnya.

Di sisi lain masalah terbesar umat Islam yang berpolitik, menurut Direktur INSISTS (Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations) Dr Hamid Fahmy Zarkasyi, ketika politik hanya sebatas partai. Dari partai, demi partai, besarkan partai, menghidupi partai, atau sekelas calon (eksekutif/legislatif).

Artinya apa untung rugi umat Islam ketika memilih partai atau calon tertentu tidak pernah menjadi pertimbangan pemilih. “Yang dipertimbangkan umumnya masih untung rugi golongan, mazhab, bisnis individu, nafsu syahwati, deal-deal pribadi dan interest-interest madzmumah lainnya. Maslahat umat masih kalah dari kepentingan lain-lain,” tulisnya dalam akun facebooknya.

Iklim politik di Indonesia tahun 2018 ini diprediksi bakal memanas karena akan diselenggarakannya Pilkada serentak di berbagai daerah di Indonesia. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengingatkan agar kita tidak menggunakan segala cara untuk mencapai kemenangan.

Menurutnya, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) jauh lebih penting dibanding kemenangan politik jangka pendek. “Jangan korbankan NKRI demi kepentingan politik jangka pendek,” katanya saat menghadiri acara rapat kerja wilayah (Rakerwil) DPW PAN Provinsi Bengkulu di Raffles City Hotel, Bengkulu, Sabtu (6/1). []

Tags: IslamPolitik identitasSARA
Share30Tweet19Send
Previous Post

Sandiaga Akan Jadikan TPST Bantar Gebang Sebagai Tempat Wisata Edukasi

Next Post

Demokrasi Uang

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

17 September 2026
SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

16 September 2026
K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

16 September 2026
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

11 September 2026
Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

15 September 2026
100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

0
Gontor Siap Sambut Puluhan Ribu Alumni Menuju 100 Tahun Gontor

Gontor Siap Sambut Puluhan Ribu Alumni Menuju 100 Tahun Gontor

0
Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

0
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

0
Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

0
100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

17 September 2026
Gontor Terus Matangkan Kesiapan Jelang Puncak Acara 100 Tahun

Gontor Terus Matangkan Kesiapan Jelang Puncak Acara 100 Tahun

17 September 2026
Kunjungan Tujuh Presiden ke Gontor: Relasi antara Dunia Pesantren dan Negara

Kunjungan Tujuh Presiden ke Gontor: Relasi antara Dunia Pesantren dan Negara

17 September 2026
Reuni Akbar 100 Tahun Gontor: Momentum Evaluasi Langkah Alumni dengan Cita-Cita Pendiri

Reuni Akbar 100 Tahun Gontor: Momentum Evaluasi Langkah Alumni dengan Cita-Cita Pendiri

17 September 2026
Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

17 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result