pesanan-baju-kaos
36 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 5 November, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Makna di Balik Politik Identitas

Oleh Muhammad Khaerul Muttaqien

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
9 years ago
in Laput
0
Makna di Balik Politik Identitas

Di negeri mayoritas Islam ini, isu atau tuduhan SARA hanya untuk orang Islam. Padahal Badan Koordinasi Penanggulangan dan Pencegahan Penodaan Agama mencatat, setiap hari ada lebih dari 140 oknum mencela Nabi Muhammad, tapi tidak ada satu pun umat Islam yang mencela Nabi Isa. Jadi siapa yang rasis?

Selain faktor ekonomi dan kesenjangan sosial, politik juga merupakan faktor non-agama yang sering menyulut rusaknya kerukunan beragama di tengah masyarakat. Sehingga sebagian kalangan mengkhawatirkan munculnya politik identitas, SARA, dan rasis menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di tahun 2018 ini.

Sekretaris Jenderal Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia (MIUMI) DKI Dr Haikal Hasan menjelaskan, politik identitas adalah sesuatu yang dicanangkan oleh beberapa tokoh, pemimpin untuk mengidentifikasikan seseorang identik dengan golongan, partai bahkan agama. Sehingga setiap orang bisa teridentifikasi secara politik ke arah mana ia berhaluan.





Contohnya jika seseorang beragama Islam akan dikelompokkan Islam yang golongan manakah ia? “Islam garis keras atau garis lunak, atau garis yang bisa negosiasi,” katanya kepada Majalah Gontor.

BACA JUGA

Jejak Pengusaha Alumni Gontor: Dari Dunia Usaha ke Pendidikan

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Menurut Haikal, politik identitas merupakan pengebirian berdasarkan kacamata yang memiliki undang-undang (UU). “Jadi, politik identitas ini mainan penguasa untuk mengebiri seseorang,” ungkapnya.

Meski begitu politik identitas berbeda dengan SARA (suku, agama, ras, antargolongan). Karena, politik identitas mengacu pada urusan personal yang mengebirikan seseorang. Sedangkan SARA lebih kepada komunitas.



Namun, kata Haikal, ada yang salah dalam penyebutan SARA di negara ini. Sebagai contoh, ketika umat Islam Jakarta memilih gubernur Muslim disebut SARA. Tapi sebaliknya, ketika warga Kristen Manado memilih gubernur Kristen tidak disebut SARA. Demikian halnya dengan pemilihan gubernur Kristen di Papua tidak disebut SARA.

“SARA seolah hanya untuk orang Islam. Itulah kesalahan fatalnya,” tandasnya. Dengan demikian SARA, rasis dan politik identitas berbeda satu sama lain. Jika politik identitas ditujukan kepada individu tertentu, maka SARA adalah rasis yang dilegalkan. SARA adalah rasis yang berkacamata hak asasi manusia (HAM).

Jika dikaitkan dengan siapa yang sebenarnya rasis hari ini, maka berapa banyak permusuhan terhadap orang-orang ketika di Jakarta menginginkan gubernur Muslim, tapi semua diam. Namun sebaliknya di Papua sejak provinsi tersebut ada hingga sekarang ini tidak pernah ada gubernur Muslim di sana.

“Semua Kristen. Contoh di Manokwari, apakah ada umat Islam yang protes. Tidak ada dan jangan lupa Ahok diturunkan bukan karena dia Kristen,” jelasnya. Tapi, Ahok diturunkan karena mencela dan menghina al-Qur’an. “Itu yang tidak kita terima. Jadi siapa sebenarnya yang SARA. Siapa yang menghina,” tegasnya.

Selain itu, papar Haikal, siapapun bisa melihat di Facebook tak ada satu pun umat Islam yang menghina Nabi Isa. Namun, sebaliknya berapa orang Kristen yang menghina Nabi Muhammad? “Saya penasihat di Badan Koordinasi Penanggulangan dan Pencegahan Penodaan Agama telah mencatat semuanya. Ada lebih dari 140 oknum yang setiap hari mencela Nabi Muhammad, tapi saya tidak menemukan satu pun umat Islam yang mencela Nabi Isa. Jadi siapa yang rasis!” bebernya.

Oleh karena itu, kata Haikal, memilih pemimpin Muslim yang adil, baik, cerdas, mumpuni dan mampu mengelola adalah kewajiban dan harus diperjuangkan. “Kalau perlu, kaki di kepala, kepala di kaki. Ini bagian dari perjuangan. Itulah yang seideal-idealnya pemimpin saat ini. Dia pemimpin, dia imam shalat, dia contoh keadilan, dia hidup sederhana, dia hidup bersahaja, dan dia hidup bersama rakyat dan dia mau turun bersama rakyat,” ucapnya.

Pemimpin yang Islami

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof Dr KH Ma’ruf Amin. Berdasarkan hasil Ijtima Ulama di Padang Panjang, kata dia, kriteria pemimpin yang Islami adalah Shiddiq, Amanah, Tabligh dan Fathanah. Ia menjelaskan, Indonesia negara demokrasi. Sehingga siapa pun boleh menjadi pemimpin. Namun, hal tersebut akan menjadi rawan jika non-Muslim memimpin.

Buktinya, di beberapa daerah mayoritas Muslim demikian faktanya. Untuk itu, kata Rais Am PBNU itu, umat Islam harus berusaha secara fair dan kompetitif untuk menampilkan pemimpin-pemimpin yang Islami dan benar-benar memiliki kemampuan dan keterampilan. “Jika kita memilih pemimpin yang tidak baik itu sama saja kita mengkhianati diri sendiri,” jelasnya.

Barangsiapa mengangkat pemimpin publik di tengah masyarakat Muslim, padahal ada yang lain yang lebih utama, maka kita dianggap berkhianat kepada Allah, Rasulullah, umat, dan masyarakat. “Kita harus menyiapkan pemimpin yang Islami dan berkualitas. Itu pesan surah al-Maidah 51. Jadi, dua-duanya harus kita penuhi,” ujarnya.

Di sisi lain masalah terbesar umat Islam yang berpolitik, menurut Direktur INSISTS (Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations) Dr Hamid Fahmy Zarkasyi, ketika politik hanya sebatas partai. Dari partai, demi partai, besarkan partai, menghidupi partai, atau sekelas calon (eksekutif/legislatif).

Artinya apa untung rugi umat Islam ketika memilih partai atau calon tertentu tidak pernah menjadi pertimbangan pemilih. “Yang dipertimbangkan umumnya masih untung rugi golongan, mazhab, bisnis individu, nafsu syahwati, deal-deal pribadi dan interest-interest madzmumah lainnya. Maslahat umat masih kalah dari kepentingan lain-lain,” tulisnya dalam akun facebooknya.

Iklim politik di Indonesia tahun 2018 ini diprediksi bakal memanas karena akan diselenggarakannya Pilkada serentak di berbagai daerah di Indonesia. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengingatkan agar kita tidak menggunakan segala cara untuk mencapai kemenangan.

Menurutnya, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) jauh lebih penting dibanding kemenangan politik jangka pendek. “Jangan korbankan NKRI demi kepentingan politik jangka pendek,” katanya saat menghadiri acara rapat kerja wilayah (Rakerwil) DPW PAN Provinsi Bengkulu di Raffles City Hotel, Bengkulu, Sabtu (6/1). []

Tags: IslamPolitik identitasSARA
Share30Tweet19Send
Previous Post

Sandiaga Akan Jadikan TPST Bantar Gebang Sebagai Tempat Wisata Edukasi

Next Post

Demokrasi Uang

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

29 October 2026
Perkuat Branding & Promosi Kampus, UNIDA Gontor Gandeng Primago Consulting Depok

Perkuat Branding & Promosi Kampus, UNIDA Gontor Gandeng Primago Consulting Depok

30 October 2026
Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

29 October 2026
KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

2 November 2026
Ketika Nasihat Tak Lagi Menyentuh Hati

Ketika Nasihat Tak Lagi Menyentuh Hati

30 October 2026
Pimpinan Darunnajah Jadi Anggota Majelis Masyayikh 2026–2031

Pimpinan Darunnajah Jadi Anggota Majelis Masyayikh 2026–2031

0
Tawaran Beasiswa S1 di Jepang

Swiss Government Excellence Scholarships 2027–2028 Kembali Dibuka

0
BAZNAS Buka Beasiswa Riset 2026, Sasar 308 Penerima

BAZNAS Buka Beasiswa Riset 2026, Sasar 308 Penerima

0
Sakinah Finance Mengadakan Kajian Muslimah di Masjid Ukhuwah Islamiyah Semarang

Investasi, Pensiun, dan Kripto: Santriwati Ummul Mukminin Melek Keuangan Syariah

0
Sakinah Finance Mengadakan Kajian Muslimah di Masjid Ukhuwah Islamiyah Semarang

Sakinah Finance Mengadakan Kajian Muslimah di Masjid Ukhuwah Islamiyah Semarang

0
Tawaran Beasiswa S1 di Jepang

University of Glasgow Buka Beasiswa PhD

3 November 2026
Sakinah Finance Mengadakan Kajian Muslimah di Masjid Ukhuwah Islamiyah Semarang

Investasi, Pensiun, dan Kripto: Santriwati Ummul Mukminin Melek Keuangan Syariah

3 November 2026
BAZNAS Buka Beasiswa Riset 2026, Sasar 308 Penerima

BAZNAS Buka Beasiswa Riset 2026, Sasar 308 Penerima

3 November 2026

Muslim Kamboja Merawat Iman Setelah Luka Sejarah

3 November 2026
Sakinah Finance Mengadakan Kajian Muslimah di Masjid Ukhuwah Islamiyah Semarang

Sakinah Finance Mengadakan Kajian Muslimah di Masjid Ukhuwah Islamiyah Semarang

3 November 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alhamdulillah, Pre-Order dibuka lagi, kini tersedia Crewneck Sweatshirt. Tersedia saat ini Warna :

1. Black
2. Navy
3. Maroon
4. Army
5. Light Pink

Silahkan di pesan melalui link :
https://tinyurl.com/pesan-baju/

atau bisa lihat link di profile

#majalahgontor
#gontornews
  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result