10
Tonton Selengkapnya
pesanan-majalah-edisi-khusus
27 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Wednesday, 29 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Politik Uang Rusak Sistem Demokrasi

Oleh Mohamad Deny Irawan

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
19 March 2018
in Laput
0
Politik Uang Rusak Sistem Demokrasi

Maraknya politik uang menyebabkan rusaknya sistem demokrasi. Mereka yang terlibat politik uang cenderung akan ‘membalas budi’ kepada para pemodal ketimbang merealisasikan, menegakkan kepentingan, dan menyejahterakan rakyat.

Salah satu hasil Kongres Ulama Muda Muhammadiyah (KUMM) memutuskan, hukum politik uang adalah haram merujuk dari adanya analogi (qiyas) antara politik uang dan suap menyuap atau risywah.

Selain rekomendasi tentang politik uang, KUMM yang dilaksanakan di Jakarta, Rabu (31/1) lalu menyatakan bahwa umat Islam agar (1) tidak menyebarkan berita hoax; (2) melakukan politik uang; (3) pengelolaan sumberdaya alam untuk kepentingan umat; dan (4) persatuan dan nasionalisme.

“Menghimbau kepada seluruh umat Islam untuk menghindari segala bentuk money poltic (politik uang) karena merupakan bentuk penyuapan (risywah) untuk meraih jabatan. Perbuatan risywah mendapatkan laknat dari Allah SWT baik pemberi, penerima maupun perantara suap. Termasuk mendapat pekerjaan seperti PNS, polisi, tentara, dan lain-lain dengan cara suap,” ungkap Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Azhar Simanjuntak, dalam konferensi pers pernyataan hasil KUMM di Jakarta.

BACA JUGA

Jejak Pengusaha Alumni Gontor: Dari Dunia Usaha ke Pendidikan

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

“Jabatan dan penghasilan gubernur, bupati dan walikota atau lainnya yang didapat melalui suap baik dalam bentuk mahar politik maupun menyuap pemilih adalah haram,” tambah Dahnil.

Dalam kompilasi laporan tahunan Komisi Pemberantasan Korupsi pada tahun 2014-2017 yang dihimpun Majalah Gontor menunjukkan bahwa korupsi yang dilakukan oleh para pejabat publik seperti anggota dewan, walikota/bupati/wakil, hingga kementerian menunjukkan tren meningkat. Pada tahun 2014, misalnya, anggota dewan yang terkena perkara tindak pidana korupsi (TPK) yaitu 4 orang.

Perkara TPK pada tahun-tahun selanjutnya cenderung meningkat dengan 19 orang melakukan perkara TPK sepanjang 2015 dan 23 orang sepanjang 2016. Sedangkan sepanjang 2017 anggota dewan yang tertangkap oleh KPK mencapai 20 orang.

Menurut KPK, TPK terbanyak kedua terjadi di pemerintah kota maupun kabupaten dengan rataan 100 kasus sepanjang 2014-2017 setelah kasus serupa yang mendera lembaga pemerintah ataupun kementerian yang mencapai 117 kasus dalam periode yang sama.

Sedangkan pemerintah provinsi menduduki peringkat ketiga instansi dengan 59 kasus sepanjang 2014-2017.

KPK lantas mengategorikan jenis perkara, jabatan, dan instansi yang menyebabkan adanya TPK seperti: (1) pengadaan barang/jasa; (2) perizinan; (3) penyuapan; (4) pungutan/pemerasan; (5) penyalahgunaan anggaran; (6) tindak pidana pencucian uang (TPPU); dan (7) merintangi proses KPK.

Dari tujuh kategori kasus di atas, kasus penyuapan menjadi yang terbesar dengan 396 kasus sepanjang 2004-2017. Sedangkan korupsi terkait pengadaan barang dan jasa ada di peringkat kedua dengan 171 kasus.

Ketua KPK, Agus Raharjo, membenarkan bahwa terjadinya politik transaksional sebagai pintu masuk pertama maraknya tindakan korupsi di masyarakat. “Bayangkan saja, untuk menjadi bupati perlu sekian puluh miliar dan menjadi gubernur perlu sekian ratus miliar,” papar Agus.

Agus juga menyebutkan, maraknya politik uang juga berdampak langsung pada munculnya pemimpin-pemimpin yang berkualitas yang berpihak kepada rakyat.

“Hari ini keadilan dalam demokrasi juga belum kita dapatkan. Seseorang yang sangat kompeten dan sangat berintegritas, namun tidak punya uang akan sangat sulit menjadi pejabat publik seperti bupati, walikota atau gubernur. Mengingat biaya yang sangat besar.

Senada dengan Agus, pengamat politik LIPI, Siti Zuhro, mengatakan efek dari terjadinya politik uang telah membuat setiap calon kepala daerah tersandera untuk ‘balik modal’ ketimbang merealisasikan janji-janji politik saat kampanye serta menafikan keberpihakan mereka kepada masyarakat jika terpilih.

“Dengan adanya model uang pencalonan (inilah) yang membuat calon terbaik dan berkarakter itu tak muncul. Dan ini menunjukkan uang adalah segalanya,” kata Siti Zuhro.

Sementara itu, mantan Ketua KPK, Busyro Muqoddas, menegaskan, penggunaan mahar politik merupakan bentuk dari politik transaksional. Busyro menyebut pelaku tindakan politik transaksional sebagai orang yang tidak bermoral (amoral).

“Praktik ‘mahar’ dari calon kepada daerah hingga presiden kepada partai politik pengusungnya itu menunjukkan praktik demokrasi transaksional. Karena transaksional, yang terjadi adalah kuat-kuatan dan praktiknya menjadi liberal,” ungkap pria yang juga merupakan ketua PP Muhammadiyah bidang hukum dan HAM itu.

Busyro juga menegaskan, selama praktik politik uang terus dijalankan, maka penggerusan dan pelecehan terhadap Pancasila sebagai ideologi negara sekaligus konstitusi bangsa akan terus terjadi.

“Elite-elite politik yang menang dengan cara-cara transaksional seperti itu ketika menjabat, dengan mudahnya berpidato sok Pancasila dan NKRI. (Padahal) dalam waktu yang sama sangat mudah menuduh orang lain antipancasila, anti-NKRI. Sementara, kursi yang mereka duduki diperoleh dengan cara-cara tidak pancasilais,” ujar Busyro.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, menilai, maraknya kasus politik uang di setiap pesta demokrasi seperti pemilihan kepala daerah, pemilihan anggota legislatif, hingga pemilihan presiden, telah menunjukkan bahwa kualitas demokrasi di Indonesia menurun.

Din menjelaskan, politik uang, dominasi pemodal dan potensi konflik di setiap pergelaran pilkada merupakan tiga hal yang mencederai semangat demokrasi.

“Maka sebenarnya kualitas demokrasi kita menurun. Jika seperti itu (politik uang, dominasi pemodal), (maka sebetulnya menunjukkan bahwa) landasan budaya bangsa ini belum cukup siap dalam berdemokrasi dan melakukan perubahan,” jelas Din Syamsuddin.

Meski demikian, Guru Besar Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut juga mengatakan bahwa segala bentuk pelanggaran pilkada perlu ditangani serius oleh pihak-pihak yang berwenang untuk menjaga stabilitas kondisi di masyarakat.

“Apa yang terjadi itu, kualitas penegakan hukum dan hukumnya sendiri harus tegas.”

“Pemilu harus kita pandang sebagai cara beradab untuk menghindari ketidakadaban dan beradab untuk menghindari kebiadaban,” pungkas Ketua Dewan Pembina Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.[]

Tags: Busyro MuqoddasDin SyamsuddinPejabatRisywah
Share40Tweet25Send
Previous Post

Kedutaan Turki di Denmark Diserang

Next Post

Meminimalisasi Rasa Cemburu pada Anak

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

25 July 2026
Ratusan Santriwati Unjuk Kepiawaian dalam Apel Tahunan Al-Imtinan Putri Riau

Ratusan Santriwati Unjuk Kepiawaian dalam Apel Tahunan Al-Imtinan Putri Riau

25 July 2026
Gali Potensi dan Karakter Santri Lewat Sidik Jari: Pesantren Darul Muttaqien Parung Gandeng Primagen Genetic Mapping Program

Gali Potensi dan Karakter Santri Lewat Sidik Jari: Pesantren Darul Muttaqien Parung Gandeng Primagen Genetic Mapping Program

25 July 2026
Menjaga Kesucian Hati dari Rasa Iri terhadap Nikmat Orang Lain

Menjaga Kesucian Hati dari Rasa Iri terhadap Nikmat Orang Lain

19 July 2026
Tirakat Orangtua Untuk Anak

Tirakat Orangtua Untuk Anak

11 October 2023
Gali Potensi dan Karakter Santri Lewat Sidik Jari: Pesantren Darul Muttaqien Parung Gandeng Primagen Genetic Mapping Program

Gali Potensi dan Karakter Santri Lewat Sidik Jari: Pesantren Darul Muttaqien Parung Gandeng Primagen Genetic Mapping Program

0
Hadiri Idul Khotmi Nasional Ke-234, Gubernur Jatim Ajak Jamaah Perkuat Takwa dan Ukhuwah

Hadiri Idul Khotmi Nasional Ke-234, Gubernur Jatim Ajak Jamaah Perkuat Takwa dan Ukhuwah

0
Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

0
Ratusan Santriwati Unjuk Kepiawaian dalam Apel Tahunan Al-Imtinan Putri Riau

Ratusan Santriwati Unjuk Kepiawaian dalam Apel Tahunan Al-Imtinan Putri Riau

0
Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

0
Rumah Sehat BAZNAS Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Brebes

Rumah Sehat BAZNAS Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Brebes

26 July 2026
Lulusan Beasiswa BAZNAS Jadi Aset Penguat Diplomasi Indonesia-Rusia

Lulusan Beasiswa BAZNAS Jadi Aset Penguat Diplomasi Indonesia-Rusia

26 July 2026
Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

26 July 2026
Rumah Sehat BAZNAS Pesawaran Berikan Edukasi dan Pengobatan Gratis di Pesantren​

Rumah Sehat BAZNAS Pesawaran Berikan Edukasi dan Pengobatan Gratis di Pesantren​

26 July 2026
Hadiri Idul Khotmi Nasional Ke-234, Gubernur Jatim Ajak Jamaah Perkuat Takwa dan Ukhuwah

Hadiri Idul Khotmi Nasional Ke-234, Gubernur Jatim Ajak Jamaah Perkuat Takwa dan Ukhuwah

26 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Gontor membuka kesempatan bagi 100 UMKM milik wali santri untuk menjadi bagian dari Edisi Khusus September 2026.📌 Yang ditampilkan:
✅ Logo/Nama Usaha
✅ Foto Produk
✅ Deskripsi Singkat
✅ Website/Media Sosial (jika ada)💚 Kontribusi seikhlasnya
⚠️ Kuota hanya 100 UMKM.Jadilah bagian dari edisi koleksi bersejarah yang akan dibaca dan disimpan oleh keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.📲 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg📞 Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479
  • Miliki Majalah Gontor Edisi Bulan Agustus Spesial 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan!📖 Edisi Juli ✅
📖 Edisi Agustus ✅
📖 Edisi September 🔜📲 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • PRODUK ALUMNI GONTOR, INI MOMEN YANG TIDAK AKAN TERULANG!September 2026 bukan sekadar edisi biasa.Ini adalah Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang dicetak dengan penambahan oplah terbesar dan diprediksi menjadi salah satu edisi yang paling banyak dicari karena merupakan bagian dari koleksi langka Spesial 100 Tahun Gontor.Ini bukan hanya beriklan.
Ini adalah membangun kepercayaan, memperkuat brand awareness, dan menjadi bagian dari sejarah 100 Tahun Gontor.✅ Mengapa harus ikut?📈 Penambahan oplah cetak dalam jumlah besar.
🎯 Menjangkau keluarga besar Gontor, pesantren alumni, wali santri, simpatisan, dan masyarakat luas.
📖 Edisi koleksi yang akan disimpan bertahun-tahun, sehingga iklan Anda memiliki nilai eksposur yang jauh lebih panjang dibanding promosi digital yang cepat berlalu.🤝 Momentum terbaik untuk memperkenalkan usaha Anda kepada pasar yang loyal dan memiliki ikatan emosional kuat dengan Gontor.⏳ SPACE IKLAN SANGAT TERBATASBatas pendaftaran hingga 15 Agustus 2026 atau lebih cepat jika seluruh space telah terisi.👉 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/iklan-magon📞 Informasi
0813-1510-6479
0877-8707-2412"Dalam bisnis, yang paling mahal bukan biaya promosi, tetapi kesempatan yang terlewat."
  • ✨ Seabad Mendidik Bangsa. Kini saatnya menjadi bagian dari sejarah.📖 Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor – September 2026 hadir mengangkat kisah sukses ribuan Pondok Alumni Gontor yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.⏳ Stok terbatas! Jangan menunggu sampai stok menipis.🛒 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontor #gontornews #pondokmoderngontor #pesantren #pondokalumni #pesansekarang
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontor
  • Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan.📖 Edisi Juli ✅
📖 Edisi Agustus ✅
📖 Edisi September 🔜🔥 Jangan sampai orang lain sudah punya, sementara Anda kehabisan.📲 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontornews #gontormendunia #unidagontor #mediaperekatumat #koleksibersejarah #edisikhusus #pesansekarang #jangansampaikehabisan
  • Stok terbatas!
Sudah punya Edisi Agustus?Edisi spesial ini mengupas perjalanan UNIDA Gontor Mendunia dan hanya hadir dalam rangka 100 Tahun Gontor.Banyak yang sudah memesan. Jangan sampai Anda tertinggal.Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #unidagontor #majalahgontor #gontornews
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #MajalahGontor #Gontor #PondokModern #DarussalamGontor #MediaPerekatUmat #GontorMendunia #KoleksiBersejarah #alumnigontor #gontornews #majalahgontor
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Pre-Order telah dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eksemplarMengingat kuota cetak yang terbatas, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Pemesanan Anda di sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result