15
Tonton Selengkapnya
30 °c
Pecenongan
Tue
Wed
Monday, 8 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Politik Uang Rusak Sistem Demokrasi

Oleh Mohamad Deny Irawan

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
19 March 2018
in Laput
0
Politik Uang Rusak Sistem Demokrasi

Maraknya politik uang menyebabkan rusaknya sistem demokrasi. Mereka yang terlibat politik uang cenderung akan ‘membalas budi’ kepada para pemodal ketimbang merealisasikan, menegakkan kepentingan, dan menyejahterakan rakyat.

Salah satu hasil Kongres Ulama Muda Muhammadiyah (KUMM) memutuskan, hukum politik uang adalah haram merujuk dari adanya analogi (qiyas) antara politik uang dan suap menyuap atau risywah.

Selain rekomendasi tentang politik uang, KUMM yang dilaksanakan di Jakarta, Rabu (31/1) lalu menyatakan bahwa umat Islam agar (1) tidak menyebarkan berita hoax; (2) melakukan politik uang; (3) pengelolaan sumberdaya alam untuk kepentingan umat; dan (4) persatuan dan nasionalisme.

“Menghimbau kepada seluruh umat Islam untuk menghindari segala bentuk money poltic (politik uang) karena merupakan bentuk penyuapan (risywah) untuk meraih jabatan. Perbuatan risywah mendapatkan laknat dari Allah SWT baik pemberi, penerima maupun perantara suap. Termasuk mendapat pekerjaan seperti PNS, polisi, tentara, dan lain-lain dengan cara suap,” ungkap Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Azhar Simanjuntak, dalam konferensi pers pernyataan hasil KUMM di Jakarta.

BACA JUGA

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

Nyalakan Cahaya Literasi di Pesantren dengan Gerakan Menulis

“Jabatan dan penghasilan gubernur, bupati dan walikota atau lainnya yang didapat melalui suap baik dalam bentuk mahar politik maupun menyuap pemilih adalah haram,” tambah Dahnil.

Dalam kompilasi laporan tahunan Komisi Pemberantasan Korupsi pada tahun 2014-2017 yang dihimpun Majalah Gontor menunjukkan bahwa korupsi yang dilakukan oleh para pejabat publik seperti anggota dewan, walikota/bupati/wakil, hingga kementerian menunjukkan tren meningkat. Pada tahun 2014, misalnya, anggota dewan yang terkena perkara tindak pidana korupsi (TPK) yaitu 4 orang.

Perkara TPK pada tahun-tahun selanjutnya cenderung meningkat dengan 19 orang melakukan perkara TPK sepanjang 2015 dan 23 orang sepanjang 2016. Sedangkan sepanjang 2017 anggota dewan yang tertangkap oleh KPK mencapai 20 orang.

Menurut KPK, TPK terbanyak kedua terjadi di pemerintah kota maupun kabupaten dengan rataan 100 kasus sepanjang 2014-2017 setelah kasus serupa yang mendera lembaga pemerintah ataupun kementerian yang mencapai 117 kasus dalam periode yang sama.

Sedangkan pemerintah provinsi menduduki peringkat ketiga instansi dengan 59 kasus sepanjang 2014-2017.

KPK lantas mengategorikan jenis perkara, jabatan, dan instansi yang menyebabkan adanya TPK seperti: (1) pengadaan barang/jasa; (2) perizinan; (3) penyuapan; (4) pungutan/pemerasan; (5) penyalahgunaan anggaran; (6) tindak pidana pencucian uang (TPPU); dan (7) merintangi proses KPK.

Dari tujuh kategori kasus di atas, kasus penyuapan menjadi yang terbesar dengan 396 kasus sepanjang 2004-2017. Sedangkan korupsi terkait pengadaan barang dan jasa ada di peringkat kedua dengan 171 kasus.

Ketua KPK, Agus Raharjo, membenarkan bahwa terjadinya politik transaksional sebagai pintu masuk pertama maraknya tindakan korupsi di masyarakat. “Bayangkan saja, untuk menjadi bupati perlu sekian puluh miliar dan menjadi gubernur perlu sekian ratus miliar,” papar Agus.

Agus juga menyebutkan, maraknya politik uang juga berdampak langsung pada munculnya pemimpin-pemimpin yang berkualitas yang berpihak kepada rakyat.

“Hari ini keadilan dalam demokrasi juga belum kita dapatkan. Seseorang yang sangat kompeten dan sangat berintegritas, namun tidak punya uang akan sangat sulit menjadi pejabat publik seperti bupati, walikota atau gubernur. Mengingat biaya yang sangat besar.

Senada dengan Agus, pengamat politik LIPI, Siti Zuhro, mengatakan efek dari terjadinya politik uang telah membuat setiap calon kepala daerah tersandera untuk ‘balik modal’ ketimbang merealisasikan janji-janji politik saat kampanye serta menafikan keberpihakan mereka kepada masyarakat jika terpilih.

“Dengan adanya model uang pencalonan (inilah) yang membuat calon terbaik dan berkarakter itu tak muncul. Dan ini menunjukkan uang adalah segalanya,” kata Siti Zuhro.

Sementara itu, mantan Ketua KPK, Busyro Muqoddas, menegaskan, penggunaan mahar politik merupakan bentuk dari politik transaksional. Busyro menyebut pelaku tindakan politik transaksional sebagai orang yang tidak bermoral (amoral).

“Praktik ‘mahar’ dari calon kepada daerah hingga presiden kepada partai politik pengusungnya itu menunjukkan praktik demokrasi transaksional. Karena transaksional, yang terjadi adalah kuat-kuatan dan praktiknya menjadi liberal,” ungkap pria yang juga merupakan ketua PP Muhammadiyah bidang hukum dan HAM itu.

Busyro juga menegaskan, selama praktik politik uang terus dijalankan, maka penggerusan dan pelecehan terhadap Pancasila sebagai ideologi negara sekaligus konstitusi bangsa akan terus terjadi.

“Elite-elite politik yang menang dengan cara-cara transaksional seperti itu ketika menjabat, dengan mudahnya berpidato sok Pancasila dan NKRI. (Padahal) dalam waktu yang sama sangat mudah menuduh orang lain antipancasila, anti-NKRI. Sementara, kursi yang mereka duduki diperoleh dengan cara-cara tidak pancasilais,” ujar Busyro.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, menilai, maraknya kasus politik uang di setiap pesta demokrasi seperti pemilihan kepala daerah, pemilihan anggota legislatif, hingga pemilihan presiden, telah menunjukkan bahwa kualitas demokrasi di Indonesia menurun.

Din menjelaskan, politik uang, dominasi pemodal dan potensi konflik di setiap pergelaran pilkada merupakan tiga hal yang mencederai semangat demokrasi.

“Maka sebenarnya kualitas demokrasi kita menurun. Jika seperti itu (politik uang, dominasi pemodal), (maka sebetulnya menunjukkan bahwa) landasan budaya bangsa ini belum cukup siap dalam berdemokrasi dan melakukan perubahan,” jelas Din Syamsuddin.

Meski demikian, Guru Besar Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut juga mengatakan bahwa segala bentuk pelanggaran pilkada perlu ditangani serius oleh pihak-pihak yang berwenang untuk menjaga stabilitas kondisi di masyarakat.

“Apa yang terjadi itu, kualitas penegakan hukum dan hukumnya sendiri harus tegas.”

“Pemilu harus kita pandang sebagai cara beradab untuk menghindari ketidakadaban dan beradab untuk menghindari kebiadaban,” pungkas Ketua Dewan Pembina Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.[]

Tags: Busyro MuqoddasDin SyamsuddinPejabatRisywah
Share40Tweet25Send
Previous Post

Kedutaan Turki di Denmark Diserang

Next Post

Meminimalisasi Rasa Cemburu pada Anak

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

8 June 2026
Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

4 June 2026
Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

7 June 2026
SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

7 June 2026
Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

30 August 2021
Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

0
Kriteria Alumni Gontor

Kriteria Alumni Gontor

0
SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

0
Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

0
Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

0
Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

7 June 2026
Kriteria Alumni Gontor

Kriteria Alumni Gontor

7 June 2026
SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

7 June 2026
BAZNAS RI Lanjutkan Penanganan Kebakaran di Kemayoran, Pasang Instalasi Listrik dan Salurkan Bantuan Makanan

BAZNAS RI Lanjutkan Penanganan Kebakaran di Kemayoran, Pasang Instalasi Listrik dan Salurkan Bantuan Makanan

6 June 2026
BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

6 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result