10
Tonton Selengkapnya
KETUA FORCREATOR IKPM GONTOR
30 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 16 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Pendidikan Risalah

Pendidikan Jiwa Perspektif Ibn Jauzi; Terapi Spiritual Manusia Modern

Dr. Akhmad Alim, MA

Edithya Miranti by Edithya Miranti
23 October 2018
in Risalah
0
Pendidikan Jiwa Perspektif Ibn Jauzi; Terapi Spiritual Manusia Modern

Depok, Gontornews — Pendidikan jiwa bertujuan untuk membersihkan hati dari akhlak yang tercela, seperti sifat rakus, iri hati, dengki, sombong, dan penyakit hati yang lainnya.

Kategori manusia modern memiliki ciri-ciri khas yang melekat padanya. Menurut Alex Inkeles, Guru Besar Sosiologi Universitas Harvard, bahwa  ciri khas manusia modern lebih percaya pada rasionalitas, ilmu pengetahuan dan teknologi serta menempatkannya sebagai instrumen untuk mengendalikan alam.

Dampak negatif dari pandangan rasionalitas tersebut terlihat pada world view manusia modern yang cenderung menilai segala sesuatu hanya sebatas pandangan empiris, dan berdasar pada sudut pandang pinggiran eksistensi. Sementara pandangan tentang spiritual atau pusat spritualitas dirinya, terpinggirkan.

Maka dari itu, meskipun secara material manusia mengalami kemajuan yang spektakuler secara kuantitatif, namun secara kualitatif dan keseluruhan tujuan hidupnya, manusia mengalami krisis yang sangat menyedihkan.

BACA JUGA

Pendidikan Inklusif Membentuk Sikap Toleransi (Kajian Etnografi di Pondok Modern Darussalam Gontor)

Bahtsul Masail dalam Perspektif Pembelajaran Berbasis Masalah

Implementasi Birokrasi terhadap Peningkatan Budaya Mutu Guru Madrasah Ibtidaiyyah Kabupaten Bogor

Pembaharuan Pemikiran Keagamaan Menurut al-Qaradawi dan Relevansinya bagi Rekonstruksi Peradaban Islam (Kajian Filsafat)

Menjadi Dayak dan Muslim: Perjalanan Identitas Oloh Salam

Krisis spiritual yang dihadapi manusia modern telah sering dibicarakan dan merupakan wacana yang menarik perhatian para akademisi, baik akademisi Barat maupun Timur. Salah satu faktor dominan yang menggerakkan  kondisi tersebut adalah adanya krisis modernitas (crisis of modernity).

Paradigmamodernisme telah membawa manusia mengalami krisisemosional yang akut atau lebih tepatnya krisis eksistensial, yang secara langsung membawa dampak yang signifikan terhadap kehidupannya, sehingga makna kehidupnya telah hilang dan sirna dalam dirinya.

Singkatnya, manusia modern cenderung melepaskan diri dari keterikatan dengan Tuhan, untuk selanjutnya membangun tatanan yang berpusat pada manusia. Manusia dipandang sebagai mahluk bebas dan independen dari Tuhan dan alam, karena manusia menjadi tuan atas nasibnya sendiri.

Dr. Akhmad Alim, dosen pasca sarjana Universitas Ibn Khaldun, menegaskan, “Munculnya problem spiritual yang menimpa manusia modern bermula dari hilangnya visi keilahiyan yang disebabkan oleh ulahnya sendiri, yakni bergerak menjauh dari pusat eksistensinya.”

Selain itu, pria yang akrab disapa Alim ini juga menambahkan bahwa pendewaan pada metode ilmiah yang berwatak rasional dan empiris telah menjadikan manusia modern menjadi sekuler, yakni mengukur segala sesuatu hanya berdasarkan rasio semata, dan memisahkan segala hal yang bersifat ilahi. Akibatnya, manusia membebaskan diri dari tatanan Ilahiah (Qanun Ilahi), untuk selanjutnya membangun tatanan yang berpusat pada manusia (qadariyah). 

Dalam kondisi memprihatinkan ini, para ilmuwan Barat banyak yang mencoba menawarkan konsep untuk mengatasi problem spiritual dankrisis kejiwaan tersebut. Diantaranya adalahkonsep Spiritual Quotient (SQ)dan God Spot yang digagas oleh Danah Zohar.

Alih-alih mengadopsi teologi Kristen sebagai akar kebudayaan Barat, Zohar justru memadukan semua ajaran agama (kecuali Islam), tradisi kaum pagan, filsafat, psikologi Barat dan ilmu Fisika untuk dijadikan solusi spiritual baru yang diklaimnya lebih netral mengatasi fanatisme beragama, dan membuat manusia lebih tercerahkan secara spiritual dengan atau tanpa memeluk agama yang formal.

Selain itu, Hossein Nasr juga menawarkan  spiritualitas tasawuf (Islamic Mysticism) dengan doktrin wahdatul wujud, insan kamil, serta maqamat wa ahwal, ilmu laduni. Sayang, gagasan-gagasan tersebut banyak menuai kegagalan dan malah semakin memperumit masalah.

Menyikapi fenomena di atas, Ibn Jauzi, ulama yang hidup di abad 6 H (510-597 H), menggagas konsep jalan tengah, yang mencoba untuk memberikan solusi dari  problem spiritual Barat dan Sufi,  melalui pendidikan jiwa yang berbasis pada pemahaman ulama salaf.

Dalam disertasi yang diuji lansung, Prof. Dr. Ahmad Tafsir, pakar pendidikan dari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Jati, Bandung ini kembali memaparkan bahwa manusia sejatinya terdiri dari dua unsur, yaitu unsur yang terdiri dari jasad dan ruh, sehingga manusia merupakan makhluk jasadiyah dan ruhiyah sekaligus.

Hubungan keduanya bagaikan hubungan antara seorang nahkoda dengan sebuah perahu, di mana nahkoda berfungsi sebagai pengatur dan pengarah tujuanjalannya perahu, dan menenangkan arus air yang membawa perahu tersebut serta menjaganya di tengah-tengah hembusan gelombang.

Realitas yang mendasari dan prinsip yang menyatukan apa yang kemudian dikenal sebagai manusia bukanlah perubahan jasadnya, melainkan keruhaniannya. Hal itu dikarenakan manusia pada hakikatnya adalah makhluk ruhani, yang esensinya bukanlah fisiknya dan bukan pula fungsi fisik, melainkan jiwa (nafs) adalah identitas esensial manusiayang tetap.

Dengan begitu, jiwa dalam pandangan Ibn Jauzi adalah substansi yang berdiri sendiri dan mempunyai sifat-sifat dasar yang berbeda dengan badan, karena jiwa dan badan berasal dari dua dunia yang berbeda.  Jiwa berasal dari dunia metafisik, bersifat immateri, tidak berbentuk komposisi, mengandung daya mengetahui dan bergerak dan kekal. Sementara badan adalah substansi yang berasal dari dunia fisik, bersifat materi, berbentuk komposisi, tidak mengandung daya pada dirinya, dan tidak kekal.

Ibn Jauzi melihat jiwa sebagai esensi manusia, sembari berargumentasi lewat hadist Nabi SAW yang mengatakan, ”Sesungguhnya Allah tidak melihat jasad kalian, dan tidak pula bentuk kalian, akantetapi Allah melihat hati kalian dan amal kalian.” (HR.Muslim).

Lebih lanjut Ibn Jauzi melihat bahwa jiwa terbagi dalam tiga unsur penting yang saling mempengaruhi antara satu dengan lainnya. Ketiga unsur tersebut adalah unsur akal (juz aqli), unsur amarah (juz ghadhabi), dan unsur hawa nafsu (juz syahwani).

Unsur akal memiliki dua sisi, yaitu sisi keutamaan yang berupa ilmu, dan sisi keburukan yang berupa kebodohan. Sementara unsur amarah juga memiliki dua sisi keutamaan dan keburukan, keutamaannya adalah ketegasan, dan keburukannya adalah kepengecutan.

Sedangkan unsur hawa nafsu juga memiliki dua sisi keutamaandan keburukan, keutamaannya adalah menjaga diri dari sesuatu yang tidak baik, sedangkan sisi keburukannya adalah tidak terkendalinya dari keinginan-keinginan syahwat.

Ketiga komponen jiwa tersebut bukanlah dipandang sebagai unsur-unsur yang berdiri sendiri dalam pembentukan kepribadian. Ketiganya merupakan nama-nama untuk berbagai proses psikologis yang mengikuti prinsip-prinsip sistem yang berbeda. Kepribadian sesungguhnya merupakan produk dari interaksi diantara tiga komponen tersebut.

Dengan begitu, lagi-lagi bisa dikatakan bahwaIbn Jauzi telah mengambil jalan tengah (thariqah wasathiyyah). Dimana meletakkan konsep nafs diantara dua kubu ektrim, baik ektrim ifradh maupun tafridh. Ibn Jauzi beralasan bahwa jalan tengah adalah jalan yang adil dan sebaik-baiknya jalan (afdhal al-umur ausathuha).

“Di antara jiwa, ada yang diciptakan dalam keadaan suci, ada juga yang diciptakan dalam keadaan kotor. Hanya saja, Ia akan menjadi baik jika dilatih dengan hal-hal yang terpuji. Kulit yang suci jika terkena najis, maka cukup dibersihkan dengan cara menyamaknya, karena pada asalnya kulit tersebut adalah suci, hal itu berbeda dengan kulit babi,” tegas pria kelahiran 28 Februari 1982 ini.

Dari uraian diatas bisa dimengerti bahwa pada hakikatnya jiwa adalah fitrah karena pada hakikatnya manusia terlahir dalam keadaan fitrah (yuladu a’la fitrah). “Adapun terjadinya fujur(buruk) dan taqwa (baik) nya, tergantung pada pendidikannya,” pungkasnya. <Edithya Miranti>

Biografi Singkat

Nama                    : Dr Akhmad Alim MA

TTL                         : Rembang, 28 Februari 1982

Pendidikan         :

  • S-1 di Universitas Muhammad Ibnu Sa’ud LIPIA, Jakarta
  • S-2 di Universitas Muhammadiyah, Surakarta
  • S-3 di Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Prestasi                                : Peraih gelar Doktor termuda serta tercepat di Universitas Ibn Khaldun (UIKA), Bogor dengan predikat Cum Laude pada 10 Desember 2011 silam.

Kegiatan              :

  • Pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa dan Sarjana (PPMS) Ulil Albaab, Bogor -sebuah pesantren yang didirikan oleh Mohammad Natsir, tahun 1987.
  • Imam di Masjid al-Hijri Universitas Ibn Khaldun, Bogor.
  • Ketua progam kaderisasi ulama Pesantren Tinggi Ulil Albab
  • Dosen pasca sarjana Universitas Ibn Khaldun, Bogor.

 

 

 

 

Tags: Dr Akhmad Alim MAPendidikan Jiwa dalam perspektif Ibn Jauzi
Share68Tweet43Send
Previous Post

Bantu Bencana Sulteng, SIGAB Nurul Hayat Salurkan Logistik Menggunakan Helikopter

Next Post

Masinis Kereta Anjlok di Taiwan Ditahan

Edithya Miranti

Edithya Miranti

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

12 July 2026
Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

12 July 2026
kh fauzi tidjani djauhari

Pesantren Al-Amien Prenduan akan Gelar Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah Ke-234

13 July 2026
Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

13 July 2026
Raker Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Tahun Ajaran 2026-2027 Lead with Excellence: Menyatukan Langkah Menguatkan Manajemen Menuju SDM Primago yang Solid

Raker Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Tahun Ajaran 2026-2027 Lead with Excellence: Menyatukan Langkah Menguatkan Manajemen Menuju SDM Primago yang Solid

9 July 2026
Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

0
Abad Kedua Gontor Dimulai Hari Ini!

Abad Kedua Gontor Dimulai Hari Ini!

0
kh fauzi tidjani djauhari

Pesantren Al-Amien Prenduan akan Gelar Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah Ke-234

0
Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Gelar Pertemuan Walisantri Baru dalam Upaya Satukan Visi, Misi dan Langkah Bersama di Tahun Ajaran 2026-2027

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Gelar Pertemuan Walisantri Baru dalam Upaya Satukan Visi, Misi dan Langkah Bersama di Tahun Ajaran 2026-2027

0
SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Raker 2026/2027, Bahas Strategi Peningkatan Mutu Berdasarkan Rapor Pendidikan

SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Raker 2026/2027, Bahas Strategi Peningkatan Mutu Berdasarkan Rapor Pendidikan

0
Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

13 July 2026
Abad Kedua Gontor Dimulai Hari Ini!

Abad Kedua Gontor Dimulai Hari Ini!

13 July 2026
BAZNAS Santripreneur 2026 Siapkan Santri Jadi Pengusaha Fesyen Berdaya

BAZNAS Santripreneur 2026 Siapkan Santri Jadi Pengusaha Fesyen Berdaya

13 July 2026
BAZNAS Dirikan Masjid Darurat untuk Warga Terdampak Gempa di Palu

BAZNAS Dirikan Masjid Darurat untuk Warga Terdampak Gempa di Palu

13 July 2026
kh fauzi tidjani djauhari

Pesantren Al-Amien Prenduan akan Gelar Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah Ke-234

13 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Pre-Order telah dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eksemplarMengingat kuota cetak yang terbatas, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Pemesanan Anda di sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @ikpmmadiun
Bagi keluarga besar Gontor, setiap nasihat Pimpinan adalah bekal sepanjang perjalanan hidup. 🤍Kali ini, mari kita luangkan waktu sejenak untuk kembali mendengarkan petuah dari K.H.Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor)Insya Allah apa yang kita dengar bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menguatkan niat untuk terus berkhidmat kepada umat.🤲 Jangan berhenti di kita. Bagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.💬 Antum Alumni Gontor angkatan berapa? Share di kolom komentar.
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Menuju Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Majalah Gontor menerbitkan Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Mumpung BELUM terlambat, Pre-Order Edisi Agustus & September resmi dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eks eksemplar
⏳ Batas Waktu PO Edisi Agustus: 10 Juli 2026, Pukul 11:59 WIB (Tinggal menghitung hari!)Mengingat kuota cetak yang sangat ketat, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Slot Pemesanan Anda di Sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @unida.gontor and @miladunidagontor
Bismillahirrahmanirrahim
👋Sampai jumpa di Kampus UNIDA Gontor!
Tabligh Akbar bersama Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.Dalam rangka memperingati Milad UNIDA Gontor ke-63, Hadirilah Tabligh Akbar Universitas Darussalam Gontor:✨ Tema: Pentingnya Pesantren
👤 Bersama: Al Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.
🗓️ Hari/Tanggal: Kamis, 9 Juli 2026
🕗 Waktu: 20:00 WIB – Selesai
🏛️ Tempat: Universitas Darussalam Gontor (Jl. Raya Siman, Ponorogo, Jawa Timur)Link Pendaftaran:
bit.ly/tablighakbar_unidagontorAcara ini terbuka untuk umum dan menyediakan doorprize menarik bagi jemaah yang beruntung.Mari jadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat ukhuwah serta meningkatkan kapasitas keilmuan kita.#MiladUNIDAGontor63 #UstadzAdiHidayat #PesantrenPerekatUmat #TablighAkbarPonorogo #unidagontor
#majalahgontor #gontornews
  • Repost from @irengsepur Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan sebagai salah satu alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dapat turut menyemarakkan Milad Satu Abad ini. Meskipun belum dapat hadir secara langsung, Alhamdulillah di sela-sela kegiatan latihan saya diberikan izin oleh kesatuan untuk mengibarkan bendera Pondok Modern Darussalam Gontor di ketinggian  500 ft di atas langit Majalengka. Bagi saya, ini bukan sekadar sebuah penerjunan, tetapi bentuk penghormatan, rasa syukur, dan kecintaan kepada almamater yang telah membentuk karakter dan perjalanan hidup saya.Salam takzim kepada seluruh Bapak Kiai dan para Asatidz atas segala ilmu, doa, dan keteladanan yang telah diberikan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, keberkahan, dan membalas setiap pengabdian dengan pahala yang berlipat.Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Semoga Gontor senantiasa menjadi mercusuar peradaban Islam, terus melahirkan generasi pemimpin yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan memberkahi Gontor sepanjang masa. Aamiin ya Rabbal
  • 🎓BEASISWA JALUR RAPOR✨Kabar gembira bagi alumni Pondok Modern Darussalam
Gontor & Pondok Pesantren Alumni Gontor!Dapatkan beasiswa Free Uang gedung dan Potongn UKT
50% disetiap semester sampai lulus kuliah di Universitas
Ary Ginanjar (UAG) dan wujudkan impianmu menjadi
profesional unggul di berbagai bidang!✍️Syarat Pendaftaran:
✅Lulusan Gontor dan rekanan Gontor tahun
2022-2025
✅Memiliki Hafalan Qur
  • Pre-Order Majalah Gontor Edisi Bulan Juli 2026.1 ABAD GONTOR DALAM SATU GENGGAMAN!
Edisi Paling Bersejarah yang Tak Akan Dicetak Ulang.Menyambut 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, miliki Majalah Gontor Edisi Spesial bulan Juli - September 2026.KUOTA CETAK SANGAT TERBATAS!
Sistem otomatis ditutup jika stok ludes. Jangan sampai Anda menyesal karena melewatkan edisi bersejarah ini!
Siapa cepat, dia dapat.AMANKAN STOK ANDA SEKARANG!
Kunjungi: https://bit.ly/keranjang-buku
Pengiriman Majalah di tanggal 10 juli 2026.
  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result