pesanan-baju-kaos
31 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Monday, 9 November, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Pendidikan Risalah

Pendidikan Jiwa Perspektif Ibn Jauzi; Terapi Spiritual Manusia Modern

Dr. Akhmad Alim, MA

Edithya Miranti by Edithya Miranti
8 years ago
in Risalah
0
Pendidikan Jiwa Perspektif Ibn Jauzi; Terapi Spiritual Manusia Modern

Depok, Gontornews — Pendidikan jiwa bertujuan untuk membersihkan hati dari akhlak yang tercela, seperti sifat rakus, iri hati, dengki, sombong, dan penyakit hati yang lainnya.

Kategori manusia modern memiliki ciri-ciri khas yang melekat padanya. Menurut Alex Inkeles, Guru Besar Sosiologi Universitas Harvard, bahwa  ciri khas manusia modern lebih percaya pada rasionalitas, ilmu pengetahuan dan teknologi serta menempatkannya sebagai instrumen untuk mengendalikan alam.

Dampak negatif dari pandangan rasionalitas tersebut terlihat pada world view manusia modern yang cenderung menilai segala sesuatu hanya sebatas pandangan empiris, dan berdasar pada sudut pandang pinggiran eksistensi. Sementara pandangan tentang spiritual atau pusat spritualitas dirinya, terpinggirkan.





Maka dari itu, meskipun secara material manusia mengalami kemajuan yang spektakuler secara kuantitatif, namun secara kualitatif dan keseluruhan tujuan hidupnya, manusia mengalami krisis yang sangat menyedihkan.

BACA JUGA

Otoritas Perwalian Perempuan dalam Al-Qur’an

Pendidikan Inklusif Membentuk Sikap Toleransi (Kajian Etnografi di Pondok Modern Darussalam Gontor)

Bahtsul Masail dalam Perspektif Pembelajaran Berbasis Masalah

Implementasi Birokrasi terhadap Peningkatan Budaya Mutu Guru Madrasah Ibtidaiyyah Kabupaten Bogor

Pembaharuan Pemikiran Keagamaan Menurut al-Qaradawi dan Relevansinya bagi Rekonstruksi Peradaban Islam (Kajian Filsafat)

Krisis spiritual yang dihadapi manusia modern telah sering dibicarakan dan merupakan wacana yang menarik perhatian para akademisi, baik akademisi Barat maupun Timur. Salah satu faktor dominan yang menggerakkan  kondisi tersebut adalah adanya krisis modernitas (crisis of modernity).

Paradigmamodernisme telah membawa manusia mengalami krisisemosional yang akut atau lebih tepatnya krisis eksistensial, yang secara langsung membawa dampak yang signifikan terhadap kehidupannya, sehingga makna kehidupnya telah hilang dan sirna dalam dirinya.



Singkatnya, manusia modern cenderung melepaskan diri dari keterikatan dengan Tuhan, untuk selanjutnya membangun tatanan yang berpusat pada manusia. Manusia dipandang sebagai mahluk bebas dan independen dari Tuhan dan alam, karena manusia menjadi tuan atas nasibnya sendiri.

Dr. Akhmad Alim, dosen pasca sarjana Universitas Ibn Khaldun, menegaskan, “Munculnya problem spiritual yang menimpa manusia modern bermula dari hilangnya visi keilahiyan yang disebabkan oleh ulahnya sendiri, yakni bergerak menjauh dari pusat eksistensinya.”

Selain itu, pria yang akrab disapa Alim ini juga menambahkan bahwa pendewaan pada metode ilmiah yang berwatak rasional dan empiris telah menjadikan manusia modern menjadi sekuler, yakni mengukur segala sesuatu hanya berdasarkan rasio semata, dan memisahkan segala hal yang bersifat ilahi. Akibatnya, manusia membebaskan diri dari tatanan Ilahiah (Qanun Ilahi), untuk selanjutnya membangun tatanan yang berpusat pada manusia (qadariyah). 

Dalam kondisi memprihatinkan ini, para ilmuwan Barat banyak yang mencoba menawarkan konsep untuk mengatasi problem spiritual dankrisis kejiwaan tersebut. Diantaranya adalahkonsep Spiritual Quotient (SQ)dan God Spot yang digagas oleh Danah Zohar.

Alih-alih mengadopsi teologi Kristen sebagai akar kebudayaan Barat, Zohar justru memadukan semua ajaran agama (kecuali Islam), tradisi kaum pagan, filsafat, psikologi Barat dan ilmu Fisika untuk dijadikan solusi spiritual baru yang diklaimnya lebih netral mengatasi fanatisme beragama, dan membuat manusia lebih tercerahkan secara spiritual dengan atau tanpa memeluk agama yang formal.

Selain itu, Hossein Nasr juga menawarkan  spiritualitas tasawuf (Islamic Mysticism) dengan doktrin wahdatul wujud, insan kamil, serta maqamat wa ahwal, ilmu laduni. Sayang, gagasan-gagasan tersebut banyak menuai kegagalan dan malah semakin memperumit masalah.

Menyikapi fenomena di atas, Ibn Jauzi, ulama yang hidup di abad 6 H (510-597 H), menggagas konsep jalan tengah, yang mencoba untuk memberikan solusi dari  problem spiritual Barat dan Sufi,  melalui pendidikan jiwa yang berbasis pada pemahaman ulama salaf.

Dalam disertasi yang diuji lansung, Prof. Dr. Ahmad Tafsir, pakar pendidikan dari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Jati, Bandung ini kembali memaparkan bahwa manusia sejatinya terdiri dari dua unsur, yaitu unsur yang terdiri dari jasad dan ruh, sehingga manusia merupakan makhluk jasadiyah dan ruhiyah sekaligus.

Hubungan keduanya bagaikan hubungan antara seorang nahkoda dengan sebuah perahu, di mana nahkoda berfungsi sebagai pengatur dan pengarah tujuanjalannya perahu, dan menenangkan arus air yang membawa perahu tersebut serta menjaganya di tengah-tengah hembusan gelombang.

Realitas yang mendasari dan prinsip yang menyatukan apa yang kemudian dikenal sebagai manusia bukanlah perubahan jasadnya, melainkan keruhaniannya. Hal itu dikarenakan manusia pada hakikatnya adalah makhluk ruhani, yang esensinya bukanlah fisiknya dan bukan pula fungsi fisik, melainkan jiwa (nafs) adalah identitas esensial manusiayang tetap.

Dengan begitu, jiwa dalam pandangan Ibn Jauzi adalah substansi yang berdiri sendiri dan mempunyai sifat-sifat dasar yang berbeda dengan badan, karena jiwa dan badan berasal dari dua dunia yang berbeda.  Jiwa berasal dari dunia metafisik, bersifat immateri, tidak berbentuk komposisi, mengandung daya mengetahui dan bergerak dan kekal. Sementara badan adalah substansi yang berasal dari dunia fisik, bersifat materi, berbentuk komposisi, tidak mengandung daya pada dirinya, dan tidak kekal.

Ibn Jauzi melihat jiwa sebagai esensi manusia, sembari berargumentasi lewat hadist Nabi SAW yang mengatakan, ”Sesungguhnya Allah tidak melihat jasad kalian, dan tidak pula bentuk kalian, akantetapi Allah melihat hati kalian dan amal kalian.” (HR.Muslim).

Lebih lanjut Ibn Jauzi melihat bahwa jiwa terbagi dalam tiga unsur penting yang saling mempengaruhi antara satu dengan lainnya. Ketiga unsur tersebut adalah unsur akal (juz aqli), unsur amarah (juz ghadhabi), dan unsur hawa nafsu (juz syahwani).

Unsur akal memiliki dua sisi, yaitu sisi keutamaan yang berupa ilmu, dan sisi keburukan yang berupa kebodohan. Sementara unsur amarah juga memiliki dua sisi keutamaan dan keburukan, keutamaannya adalah ketegasan, dan keburukannya adalah kepengecutan.

Sedangkan unsur hawa nafsu juga memiliki dua sisi keutamaandan keburukan, keutamaannya adalah menjaga diri dari sesuatu yang tidak baik, sedangkan sisi keburukannya adalah tidak terkendalinya dari keinginan-keinginan syahwat.

Ketiga komponen jiwa tersebut bukanlah dipandang sebagai unsur-unsur yang berdiri sendiri dalam pembentukan kepribadian. Ketiganya merupakan nama-nama untuk berbagai proses psikologis yang mengikuti prinsip-prinsip sistem yang berbeda. Kepribadian sesungguhnya merupakan produk dari interaksi diantara tiga komponen tersebut.

Dengan begitu, lagi-lagi bisa dikatakan bahwaIbn Jauzi telah mengambil jalan tengah (thariqah wasathiyyah). Dimana meletakkan konsep nafs diantara dua kubu ektrim, baik ektrim ifradh maupun tafridh. Ibn Jauzi beralasan bahwa jalan tengah adalah jalan yang adil dan sebaik-baiknya jalan (afdhal al-umur ausathuha).

“Di antara jiwa, ada yang diciptakan dalam keadaan suci, ada juga yang diciptakan dalam keadaan kotor. Hanya saja, Ia akan menjadi baik jika dilatih dengan hal-hal yang terpuji. Kulit yang suci jika terkena najis, maka cukup dibersihkan dengan cara menyamaknya, karena pada asalnya kulit tersebut adalah suci, hal itu berbeda dengan kulit babi,” tegas pria kelahiran 28 Februari 1982 ini.

Dari uraian diatas bisa dimengerti bahwa pada hakikatnya jiwa adalah fitrah karena pada hakikatnya manusia terlahir dalam keadaan fitrah (yuladu a’la fitrah). “Adapun terjadinya fujur(buruk) dan taqwa (baik) nya, tergantung pada pendidikannya,” pungkasnya. <Edithya Miranti>

Biografi Singkat

Nama                    : Dr Akhmad Alim MA

TTL                         : Rembang, 28 Februari 1982

Pendidikan         :

  • S-1 di Universitas Muhammad Ibnu Sa’ud LIPIA, Jakarta
  • S-2 di Universitas Muhammadiyah, Surakarta
  • S-3 di Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Prestasi                                : Peraih gelar Doktor termuda serta tercepat di Universitas Ibn Khaldun (UIKA), Bogor dengan predikat Cum Laude pada 10 Desember 2011 silam.

Kegiatan              :

  • Pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa dan Sarjana (PPMS) Ulil Albaab, Bogor -sebuah pesantren yang didirikan oleh Mohammad Natsir, tahun 1987.
  • Imam di Masjid al-Hijri Universitas Ibn Khaldun, Bogor.
  • Ketua progam kaderisasi ulama Pesantren Tinggi Ulil Albab
  • Dosen pasca sarjana Universitas Ibn Khaldun, Bogor.

 

 

 

 

Tags: Dr Akhmad Alim MAPendidikan Jiwa dalam perspektif Ibn Jauzi
Share71Tweet45Send
Previous Post

Bantu Bencana Sulteng, SIGAB Nurul Hayat Salurkan Logistik Menggunakan Helikopter

Next Post

Masinis Kereta Anjlok di Taiwan Ditahan

Edithya Miranti

Edithya Miranti

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

2 November 2026

Komjen (Purn) Dr Nurfaizi Suwandi: Mutiara Indonesia di Negeri Piramida

13 February 2018
Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

2 November 2026
Santriwati Darul Muttaqin Parung Bogor Kunjungi Majalah Gontor

Santriwati Darul Muttaqin Parung Bogor Kunjungi Majalah Gontor

1 November 2026
Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

29 October 2026
Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

0
Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

0
Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

0
Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

0
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

0
Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

8 November 2026
Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

8 November 2026
Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

7 November 2026
Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

7 November 2026
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

6 November 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alhamdulillah, Pre-Order dibuka lagi, kini tersedia Crewneck Sweatshirt. Tersedia saat ini Warna :

1. Black
2. Navy
3. Maroon
4. Army
5. Light Pink

Silahkan di pesan melalui link :
https://tinyurl.com/pesan-baju/

atau bisa lihat link di profile

#majalahgontor
#gontornews
  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result