pesanan-majalah-edisi-khusus
28 °c
Pecenongan
Tue
Wed
Monday, 10 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Pendidikan Risalah

Pendidikan Holistik Membentuk Karakter Paripurna

Edithya Miranti by Edithya Miranti
4 April 2019
in Risalah
0
Pendidikan Holistik Membentuk Karakter Paripurna

Disertasi Dr Hj Amie Primarni

Depok, Gontornews — Holistik pertama dikenal di dunia kesehatan khususnya kedokteran, kata ini kemudian digunakan secara lebih luas di berbagai bidang ilmu pengetahuan.

Dalam tulisan ini, Dr Amie Primarni, menggunakan kata holistik untuk menggambarkan sesuatu yang bulat, utuh, dan menyatu. Meskipun setiap elemennya masih dapat dibedakan, tetapi tidak dapat dipisahkan.

β€œSaya menggambarkan kata Holistik ini seperti sebuah komposisi senyawa kimia, misalnya air yang terdiri atas H2O, atau Carbondioksida seperti CO2,” ujarnya.

BACA JUGA

Pendidikan Inklusif Membentuk Sikap Toleransi (Kajian Etnografi di Pondok Modern Darussalam Gontor)

Bahtsul Masail dalam Perspektif Pembelajaran Berbasis Masalah

Implementasi Birokrasi terhadap Peningkatan Budaya Mutu Guru Madrasah Ibtidaiyyah Kabupaten Bogor

Pembaharuan Pemikiran Keagamaan Menurut al-Qaradawi dan Relevansinya bagi Rekonstruksi Peradaban Islam (Kajian Filsafat)

Menjadi Dayak dan Muslim: Perjalanan Identitas Oloh Salam

Masing-masing elemen yang membentuknya memiliki ciri dan komponen tertentu. “Tetapi ketika kita menyebut kata air, maka komposisi H2O tidak dapat dipisahkan,” ujar Amie, ibu dari empat orang anak ini.

Di era globalisasi, manusia dituntut serba cepat sehingga agar mampu survive dalam kehidupan yang penuh kecepatan, lambat laun manusia terprogram dengan rasa persaingan yang tinggi.

Semua ini merupakan dampak modernisasi yang memandang tinggi sebuah keberhasilan, tanpa menyertakan unsur religious. Dampak modernisasi dan paradigma dikotomis membuat manusia mengedepankan aspek kognitif daripada afektif dan psikomotorik.

Mempercayai apa yang dapat terinderai semata-mata oleh akal serta panca indera dan menolak sesuatu yang tak terinderai. Dampak dikotomis juga berpengaruh menjadikan manusia sebagai central sehingga  tidak membutuhkan Tuhan dalam meraih kesuksesaan.

Terjadinya pemilahan-pemilahan antara ilmu umum dan ilmu agama inilah yang membawa umat Islam kepada keterbelakangan dan kemunduran peradaban.

Lantaran karena ilmu-ilmu umum dianggap sesuatu yang berada di luar Islam dan berasal dari non-Islam atau the other. Bahkan, antara agama dan ilmu (dalam hal ini sains) masih seringkali dipertentangkan hingga sekarang.

Disertasi yang dipromotori oleh Prof Dr Ahmad Tafsir, Prof Dr Abuddin Nata, dan Dr Adian Husaeni, ini juga menampilkan beberapa permasalahan  yang melatarbelakangi perlunya penggagasan Pendidikan Holistik Islami.

Di antaranya: pertama, sebagai dampak era globalisasi, saat ini telah terjadi proses integrasi ekonomi, fragmentasi politik, high technology, interdependensi dan new colonization in culture.

Kedua, sebagai dampak dari budaya masyarakat global dan masyarakat urban yang cenderung ingin serba cepat, instan, rasional, efisien, pragmatis, hedonis, dan materialistik.

Ketiga, sebagai akibat dari proses pembangunan yang lebih menekankan segi-segi materi dan hal-hal yang bersifat kebutuhan jangka pendek. Hal itu telah mendorong lahirnya berbagai usaha di bidang industri dan jasa yang meningkat.

Keadaan ini dari satu segi memiliki dampak positif. Namun karena jumlah lapangan kerja yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja, maka posisi dan daya tawar tenaga kerja menjadi amat lemah.

Keempat, sebagai akibat sulitnya mendapatkan berbagai kebutuhan hidup serta adanya budaya yang kurang sehat, yakni budaya hipokrit yang menghalalkan segala cara mengakibatkan manusia harus berbohong atau bersikap mendua.

Wanita kelahiran Jakarta, 23 Desember 1965 ini, menambahkan, β€œDalam keadaan demikian, maka jiwa manusia menjadi terpecah (split personality).”

Jiwa yang terpecah ini juga terkait erat dengan pola pikir (mindset) transaksional atau pola pikir yang merasa selesai jika telah memberikan sesuatu sebagai imbalan dari sesuatu yang diperolehnya.

Kelima, sebagai akibat dari suasana kehidupan yang makin individualistik dan banyaknya hal-hal pribadi yang bersifat rahasia dan berbahaya jika diketahui orang lain.

Hal itu menyebabkan timbulnya sikap hidup menyendiri serta perasaan terasing dan terisolasi dari sebuah kehidupan. Gejala kehidupan menyendiri (lonely) ini menyebabkan orang mencari pelarian kepada kegiatan yang menyenangkan secara sesaat.

Pelaksanaan pendidikan yang cenderung mengutamakan aspek kognitif dan meninggalkan aspek afektif dan psikomotorik, serta pendidikan yang terlampau mengutamakan kecerdasan intelektual, keterampilan dan pancaindera, terbukti kurang memperhatikan kecerdasan emosional, spiritual, sosial dan berbagai kecerdasan lainnya.

Hal ini menyebabkan output dan outcome pendidikan menjadi parsial dan terasa kurang sekali melibatkan pendekatan agama dan filsafat.

Hal tersebut berbeda dengan pendekatan agama (Islam) dan filsafat yang melihat suatu masalah secara utuh sebagai sebuah system yang hidup dan saling terintegrasi, terealisasi, dan terkoneksi.

“Dengan mengemukakan beberapa alasan tersebut di atas, maka gagasan pendidikan yang bersifat holistik yang berdasarkan pada pendekatan agama dan filsafat penting dilakukan,” jawabnya.

Oleh karena itu, perlu dilaksanakan reformasi pendidikan ke arah yang lebih kondusif demi terciptanya kualitas Sumber Daya Manusia yang berkualitas.

Pendidikan Islami harus kembali ke β€œfitrah holistik”nya, sementara pendidikan umum harus menyadari bahwa perspektif dikotomi tidak lagi tepat digunakan.

“Meski sulit, mengembangkan manusia menjadi manusia yang sempurna dalam kebaikan, seluruh elemennya menjadi landasan, proses, dan tujuan dari pendidikan itu sendiri,” pungkasnya. [Edithya Miranti]

Tags: Dr Hj Amie Primarnipendidikan holistikUniversitas Ibnu Khaldun
Share43Tweet27Send
Previous Post

Pendidikan Akhlak dalam Perspektif Al-Qur’an

Next Post

Genjot Kualitas Guru, Ma’arif NU Jateng Mulai Rumuskan Desain Pengembangan

Edithya Miranti

Edithya Miranti

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

5 August 2026
Menjaga Iman dalam Segala Situasi Kehidupan

Menjaga Iman dalam Segala Situasi Kehidupan

7 August 2026
Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

6 August 2026
FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

3 August 2026
Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

15 January 2026
Menjaga Iman dalam Segala Situasi Kehidupan

Menjaga Iman dalam Segala Situasi Kehidupan

0
saiful falah pemerhati pendidikan

Wilayah Bogor Barat Butuh Keragaman Sarjana

0
Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

0
Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

0
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

0
saiful falah pemerhati pendidikan

Wilayah Bogor Barat Butuh Keragaman Sarjana

6 August 2026
Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

6 August 2026
Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

6 August 2026
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

5 August 2026
BAZNAS dan PP PERSIS Perkuat Kerjasama Program Strategis

BAZNAS dan PP PERSIS Perkuat Kerjasama Program Strategis

4 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • KOLEKSI EDISI KHUSUS 100 TAHUN GONTORTiga edisi istimewa telah hadir!
πŸ“– Juli 2026 – Seabad Mendidik Bangsa
πŸ“– Agustus 2026 – UNIDA Gontor Mendunia
πŸ“– September 2026 – Satu Abad, Seribu GontorJadikan ketiganya sebagai koleksi sejarah 100 Tahun Gontor di perpustakaan AndaπŸ›’ Segera pesan sebelum kehabisan!
πŸ”— https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #100tahungontor #gontor100tahun #gontornews
  • Silahkan daftar melalui link ini : https://tinyurl.com/iklan-magonatau link bisa lihat di profile
  • Batas Akhir 7 Agustus 2026
Link Pendaftaran ada di profile"Kesempatan boleh datang berkali-kali, tetapi momen 100 Tahun Gontor hanya terjadi sekali. Jangan hanya menjadi saksi sejarah. Jadilah bagian dari sejarah."
  • Sistim pendafaran otomatis akan tertutup pada tanggal 7 Agustus 2026.
  • Edisi Khusus Majalah Gontor dalam rangka 100 Tahun Gontor. Bulan Juli, Agustus dan September.
Link Pemesanan : Lihat di profile#majalahgontor #gontornews #edisikhsusumajalahgontor #100tahungontor #gontor #gontorputri
  • KHUSUS ALUMNI GONTOR πŸ“£Perkenalkan usaha Anda.
Majalah Gontor Edisi Khusus September 2026 – Spesial 100 Tahun Gontor.βœ”οΈ Perkenalkan usaha Anda kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.
βœ”οΈ Kontribusi Rp1.500.000.
βœ”οΈ Pendaftaran hingga 7 Agustus 2026 atau kuota terpenuhi.πŸ“ https://tinyurl.com/iklan-magonπŸ“ž 0877-8707-2412 | 0813-1510-6479
  • Ada momen yang bisa diulang, ada pula yang hanya terjadi sekali dalam sejarah. Jangan lewatkan kesempatan memperkenalkan usaha Anda pada Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Link Pendaftaran :
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg#majalahgontor #gontornews #walisantrigontor #gontor
  • Kesempatan yang Tidak Datang Dua KaliJadilah bagian dari Edisi Khusus Majalah Gontor September 2026 dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Kami mengundang Wali Santri Gontor yang memiliki usaha untuk memperkenalkan produknya kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia melalui edisi koleksi yang akan menjadi bagian dari sejarah.πŸ“Œ Kontribusi seikhlasnya
πŸ“Œ Syarat: Anak masih aktif sebagai santri Gontor
πŸ“Œ Pendaftaran hanya sampai 7 Agustus 2026Kirimkan:
βœ… Logo Usaha
βœ… Foto Produk
βœ… Deskripsi Singkat
βœ… Website/Sosial Media (jika ada)πŸ“² Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mgπŸ“ž Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479#majalahgontor #100tahungontor #walisantri #pengusahamuslim #gontornews #pesantrengontor #gontor
  • EDISI KHUSUS SPESIAL 100 TAHUN GONTOR TELAH TERBIT! ✨Perjalanan satu abad tidak datang dua kali.πŸ“– Majalah Gontor Edisi Juli & Agustus 2026 hadir sebagai bagian dari koleksi bersejarah 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Mengangkat perjalanan, gagasan, dan kontribusi Gontor dalam membangun peradaban, dua edisi ini layak menjadi koleksi bagi setiap keluarga besar Gontor.Jangan menunggu sampai stok habis.
πŸ“š Pesan sekarang:
πŸ‘‰ https://bit.ly/pesan-majalah🌐 www.gontornews.com#majalahgontor #100tahungontor #gontor #pondokmoderngontor #mediaperekatumat #unidagontor #keluargabesargontor #alumnigontor #walisantrigontor #koleksibersejarah

Β© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
β–²
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result