Disertasi Dr Ulil Amri Syafri
Depok, Gontornews — Dunia pendidikan Islam sekarang mengalami krisis di setiap tingkatnya karena berbagai alasan.
Sebagai negara mayoritas berpenduduk Muslim terbanyak, krisis pendidikan yang terjadi di dunia Islam juga dirasakan dan dialami oleh Indonesia.
“Krisis yang paling menonjol dari dunia pendidikan kita adalah krisis pendidikan akhlak,” ujar Ulil Amri.
Dapat disaksikan saat ini betapa dunia pendidikan di Indonesia tidak dapat menahan kemerosoton akhlak yang terjadi.
Titik berat pendidikan masih lebih banyak pada malasah kognitif. Penentu kelulusan pun masih lebih banyak pada prestasi akademik dan kurang memperhitungkan akhlak dan budi pekerti siswa.
Rendahnya moral dan akhlak para pelaku kebijakan yang juga diikuti oleh rendahnya etos kerja masyarakat, sering menjadi penyebab rendahnya moral dan akhlak anak bangsa.
Konsep-konsep pendidikan nasional yang disusun pemerintah, sebenarnya sudah menekankan pentingnya pendidikan akhlak dalam hal pembinaan moral dan budi pekerti.
Hal itu sesuai UU Sisdiknas tahun 1989 atau revisinya tahun 2003. Disebutkan dalam Undang-Undang Sisdiknas pasal 3 UU No. 20/2003 bahwa tujuan pendidikan nasional adalah untuk melahirkan manusia yang beriman dan bertakwa.
Dalam pasal 36 tentang Kurikulum dikatakan bahwa kurikulum disusun dengan memperhatikan peningkatan iman dan takwa. Namun kenyataannya dapat dikatakan bahwa mayoritas akhlak para peserta didik yang dihasilkan dari proses pendidikan di Indonesia tidak sesuai dengan yang dirumuskan.
Terkait polemik di atas, Ulil Amri, alumni Al-Azhar University Kairo-Mesir, ini menyimpulkan, “Sebab utama dari kemunduran dunia pendidikan dan gagalnya pembentukan karakter peserta didik adalah karena tidak berhasilnya para konseptor pendidikan menekankan pendidikan akhlak di lembaga-lembaga pendidikan.”
Di sini terlihat ada missing link antara teori yang ada dan aplikasinya di lapangan. Artinya, hal tersebut diakibatkan karena tidak terimplikasinya konsep-konsep Islam secara tepat ke dalam dunia pendidikan, khususnya dalam hal pembangunan karakter anak didik.
Bapak dari enam anak itu menegaskan, ”Para pemerhati pendidikan Islam di Indonesia yang terjebak paradigma Barat kurang tepat menerjemahkan ‘iman dan takwa’ yang dimaksud.”
Sehingga yang muncul dalam penerapan di lapangan adalah mereka tidak mengintegralkan antara aspek kognitif (intelektual) dan aspek afektif (rohani/akhlak) para peserta didik, sesuai dengan epistemologi pendidikan Islam.
Dalam konsep pendidikan Islam, hal yang paling utama dilakukan adalah menggunakan metodologi pendidikan Islam yang bersumber dari wahyu Allah, yang secara tidak langsung berhubungan dengan iman manusia.
Sebagaimana difirmankan dalam QS. At-Tin: 4-6, “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan Dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.”
Pembinaan akhlak merupakan bagian integral dan tak terpisahkan dalam dunia pendidikan. “Metodologi pendidikan akhlak yang ada pun harus diambil dari landasannya, yaitu al-Qur’an dan al-Hadits.
“Al-Qur’an dan al-Hadits inilah yang menjadi sumber pendidikan akhlâq al-karîmah bagi umat manusia,” imbuh Ulil dalam disertasinya berjudul “Metodologi Pendidikan Akhlak dalam Perspektif Al-Qur’an; Analisis Terhadap Ayat-Ayat Al-Qur’an Ber-lafadz “Yâ Âyyuhâ al-Ladzîna Âmanû”.
Hasil analisa menyimpulkan bahwa telah ditemukan empat metode yakni metode perintah, metode larangan, metode targhib, dan metode tarhib.
Keempat metode ini dikatakan sebagai metode karena, pertama memiliki cara yang memberi efek dorongan dan pencegahan dalam pembentukan akhlak.
Kedua, menggunakan logika dan juga menyentuh perasaan manusia sehingga bisa melahirkan rasa rindu dan takut yang menggugah hati dan jiwa manusia.
Jika diimplementasikan dalam dunia pendidikan akhlak, keempat metode tersebut dapat diserap dalam kurikulum sesuai dengan pemahaman kurikulum yang berkembang. [Edithya Miranti]




















