Damaskus, Gontornews — Warga Aleppo timur menerima peringatan keras dari rezim Assad melalui pesan teks, supaya mereka meninggalkan tempat itu dalam waktu 24 jam. Pesan itu dikirim melalui MTN, salah satu jaringan telepon seluler Suriah pada Ahad (13/11) pagi.
“Pemberitahuan kepada semua orang bersenjata, Anda memiliki waktu 24 jam untuk keluar dari Aleppo,” tulis pesan yang beredar di warga, seperti dilansir laman telegraph, Senin (14/11).
Bagi warga Suriah di Aleppo timur, peringatan tersebut tidak terlalu menakutkan. Tanpa ada jalan keluar yang tersedia, mereka tidak bisa keluar dari Aleppo timur meski mereka mencobanya. “Tidak ada jalan keluar dari kota yang bisa digunakan,” kata aktivis Modar Shekh.
Shekh lantas mengungkapkan kekurangan makanan, air, dan bensin di wilayah yang dikuasai pemberontak. Warga hidup tanpa air yang mengalir dan hanya memiliki listrik dua jam per hari. Ia juga mengatakan harga-harga kebutuhan pokok telah melambung tinggi. Sebuah tabung gas untuk memasak dihargai USD100 dan sepotong roti dihargai 100 pound Suriah.
“Kalau ada yang punya uang sebelum pengepungan, mereka sudah habis sekarang,” katanya.
Setiap hari warga biasa mendengar suara pesawat di atas rumah-rumah mereka. “Saya pikir rezim Assad dan Rusia berencana melakukan pertempuran besar terhadap kami,” katanya.
SMS peringatan ini datang sehari setelah situs berita pro Kremlin, RT, menerbitkan foto dari sekelompok kapal perang Rusia yang telah mencapai Suriah.
Selama ini Assad didukung oleh Cina dan Rusia, ia menganut paham sosialis komunis. Dalam pemahamannya, Assad juga mengikuti sekte Syiah Ghulat. [Ahmad Muhajir/Rus]




















