Seoul, Gontornews — Korea Selatan segera meluncurkan satelit pemantau lingkungan geostasioner pertama di dunia. Kantor berita Korea Selatan, Yonhap, melaporkan jika Lemabga Penelitian Dirgantara Korea (The Korea Aerospace Research Institute/Kari) tengah mempersiapkan peluncuran satelit, Chollian-2B dari Pusat Antariksa Guyana Prancis di Amerika Serikat.
Para pejabat terkait menyebut satelit ini diharapkan dapat melaporkan pergerakan debu halus dan polutan udara di kawasan Asia Timur secara faktual dan melayang 360.000 kilometer di atas garis Khatulistiwa.
“Satelit ini juga akan memberikan prakiraan cuaca yang lebih akurat dan mengizinkan Seoul untuk bekerjasama dengan pihak lain untuk mengurangi polusi di kawasan terkait,” ungkap KARI sebagaimana dilansir Anadolu.
Satelit berbobot 3,4 Ton tersebut juga dilengkapi dengan Geostation Environmental Monitoring Spectrometer (GEMS) yang dapat mengamati dan melacak debu halus dan 20 jenis polusi udara seperti ozon, sulfurdioksida dan formaldehida. KARI juga menyebut teknologi serupa akan dikembangkan di Eropa dan Amerika dalam dua tahun mendatang.
Satelit ini juga akan berkeliling wilayah sepanjang 5.000 km selama delapan kali sehari dan melaporkan hasil pemantauan dan informasi mengenai kondisi atmosfer delapan bulan setelah peluncuran. [Mohamad Deny Irawan]




















