10
Tonton Selengkapnya
pesanan-majalah-edisi-khusus
28 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 26 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

‘Adem Ayem’ Politik Bebas Aktif

Oleh Muhammad Khaerul Muttaqien

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
2 February 2020
in Laput
0
‘Adem Ayem’ Politik Bebas Aktif

foto: kontan

Sepanjang tahun 2019, kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dihadapi oleh etnis Rohingya yang beragama Islam di Myanmar yang mayoritas Budha, dan Muslim Uighur di Xinjiang di Cina yang komunis. Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, sudah seharusnya Indonesia berperan dalam menyelesaikan kasus-kasus itu. Apa kabar politik luar negeri Indonesia?

Berbicara tentang politik luar negeri Indonesia tak lepas dari prinsip yang dianut oleh kebijakan luar negeri Indonesia yang “bebas dan aktif”. Atas dasar pinsip inilah hubungan internasional dan kebijakan luar negeri Indonesia dibangun.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr Anwar Abbas menjelaskan, yang dimaksud politik bebas aktif adalah Indonesia tidak berpihak kepada blok barat dan atau blok timur atau tidak berpihak kepada salah satu pihak dari pihak-pihak yang berkonflik. Kecuali kalau salah satu pihak sudah jelas-jelas melanggar prinsip-prinsip yang dijunjung tinggi oleh bangsa Indonesia, yaitu peri kemanusiaan dan peri keadilan.

“Indonesia tampak sudah mencoba melaksanakan sikap dan pandangan politik tersebut di daerah dan di negara terjadinya konflik, walaupun dengan tingkat dan cara yang berbeda-beda,” jelasnya kepada Majalah Gontor.

BACA JUGA

Jejak Pengusaha Alumni Gontor: Dari Dunia Usaha ke Pendidikan

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Menurut Buya Anwar, walaupun sikap politik Indonesia netral, bukan berarti Indonesia harus pasif. Sebaliknya, Indonesia harus aktif dalam upaya menciptakan perdamaian abadi di dunia. Langkah ini sebagaimana disebutkan dalam Pembukaan UUD 1945 alinea pertama: Sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.

“Jadi kalau terjadi praktik pelanggaran HAM dan ketidakadilan di manapun di dunia ini, Indonesia tidak boleh tinggal diam, karena demikianlah yang diperintahkan oleh UUD 1945. Dan demikian pula yang diperintahkan oleh Allah SWT,” jelas Buya Anwar.

Karena itulah ia menyayangkan sikap Pemerintah Indonesia terhadap pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang dialami etnis Muslim Rohingya di Myanmar dan Muslim Uighur di Cina. Indonesia “sangat lunak” merespon pelanggaran-pelanggaran HAM itu. Bahkan terkesan adem ayem.

Terkait sikap Pemerintah Indonesia yang belakangan ini cenderung lunak dalam menanggapi pelanggaran HAM Uighur di Cina dan Rohingya di Myanmar, pakar hukum dari Universitas Indonesia (UI), Dr Heru Susetyo, mengkritik hal tersebut sebagai langkah yang tidak sesuai dengan doktrin politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.

“Sikap politik kita terhadap kasus Rohingya sangat halus sekali. Kita menggunakan pendekatan constructive engagement. Indonesia setuju dengan resolusi yang dikeluarkan PBB untuk kasus Myanmar memang langkah yang bagus, tapi itu saja tidak cukup. Seharusnya kita yang menjadi pelopor,” ungkapnya kepada Majalah Gontor.

Begitupun dengan kasus Uighur di Cina, Pemerintah Indonesia juga kurang lantang dalam menyuarakan penindasan dan diskriminasi Muslim Uighur yang dilakukan oleh Cina. Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia, seharusnya Indonesia mampu berperan lebih aktif lagi.

Menurut Heru, politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif, sepertinya saat ini tidak dijabarkan secara imajinatif sebagaimana dilakukan oleh para founding fathers, baik di era Soekarno maupun Soeharto dulu.

Meski bukan berarti sama sekali tidak terpengaruh oleh kekuatan asing, di era Soekarno, Indonesia sebagai bangsa sangat berwibawa. Bahkan Soekarno berani mengatakan “Pergilah ke neraka dengan bantuan luar negeri kamu”.

Di era Soeharto pun demikian. Walaupun tidak terlalu konfrontatif, Soeharto mempunyai manuver yang berani dalam menengahi konflik di kawasan Bosnia saat perang saudara Bosnia-Herzegovina bergolak. “Sekarang bebasnya iya, aktifnya kurang. Indonesia kalah dibandingkan kekuatan narasi ataupun aktivisme politik dari Malaysia ataupun Turki yang dominan di negara-negara OKI,” tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, KH Muhyiddin Junaidi. Ia menjelaskan, meski tidak dapat mengintervensi terlalu dalam urusan dalam negeri suatu negara, tapi masalah HAM tidak ada batasan.

Sayangnya sikap Pemerintah Indonesia kurang lantang terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang dilakukan Pemerintah Myanmar kepada etnis Rohingya ini. Padahal masalahnya sangat jelas dan terekspos ke dunia internasional, dan yang menjadi sasaran umat Islam.

“Sebagai negara anggota Dewan Keamanan PBB dan sangat terhormat posisinya di Organisasi Kerjasama Islam (OKI), saya pikir tepat sekali, kalau Indonesia melakukan sesuatu. Masak kalah dengan Gambia. Harusnya kan kita yang maju,” katanya di Kantor MUI Pusat, Jakarta, Selasa (17/12).

Seperti diketahui, Gambia, negara kecil di Afrika Barat, itu menuntut Myanmar di Mahkamah Internasional atau International Court of Justice (ICJ) di Den Haag, Belanda. Gambia melaporkan Myanmar, yang mayoritas beragama Budha, telah melakukan genosida (pembersihan etnis) terhadap Muslim Rohingya.

Kiai Muhyiddin menyayangkan sikap Pemerintah Indonesia yang selama ini cenderung menggunakan pendekatan constructive engagement diplomacy. “Jangan terlalu constructive engagement diplomacy. Kalau kita ubah mereka akan berpikir, oh Indonesia sudah berubah, naik ke megaphone, agar lantang seperti Malaysia,” katanya. []

 

Tags: Anwar AbbasHeru SusetyoKH Muhyiddin JunaidiOKIPBBRohingyaSoehartoSoekarnoUighur
Share62Tweet39Send
Previous Post

Mualaf, Monica Tinggalkan Gemerlap Dunia Film

Next Post

Renungan Awal Tahun (Bagian Pertama)

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
SIT Insantama Leuwiliang Bekali Guru Cegah dan Tangani Dini Isu Penyimpangan Seksual

SIT Insantama Leuwiliang Bekali Guru Cegah dan Tangani Dini Isu Penyimpangan Seksual

19 July 2026
kh fauzi tidjani djauhari

Pesantren Al-Amien Prenduan akan Gelar Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah Ke-234

13 July 2026
Ketua Yayasan Amanah Insantama: Guru Harus Terus Tingkatkan Kapasitas dan Mengajar dengan Spirit Ihsan

Ketua Yayasan Amanah Insantama: Guru Harus Terus Tingkatkan Kapasitas dan Mengajar dengan Spirit Ihsan

19 July 2026
Menjaga Kesucian Hati dari Rasa Iri terhadap Nikmat Orang Lain

Menjaga Kesucian Hati dari Rasa Iri terhadap Nikmat Orang Lain

19 July 2026
Tirakat Orangtua Untuk Anak

Tirakat Orangtua Untuk Anak

11 October 2023
Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

0
Jelang Ujian Santri, Pondok Gontor Resmi Tutup Kegiatan Ekstrakurikuler

Jelang Ujian Santri, Pondok Gontor Resmi Tutup Kegiatan Ekstrakurikuler

0
Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

0
BAZNAS Bersama Petani Binaan di Batu Bara Sukses Panen Raya 150 Ton Padi

BAZNAS Bersama Petani Binaan di Batu Bara Sukses Panen Raya 150 Ton Padi

0
Din Syamsuddin: Perlunya Revitalisasi Pendidikan di Negara Islam

Din Syamsuddin: Perlunya Revitalisasi Pendidikan di Negara Islam

0
BAZNAS Bersama Petani Binaan di Batu Bara Sukses Panen Raya 150 Ton Padi

BAZNAS Bersama Petani Binaan di Batu Bara Sukses Panen Raya 150 Ton Padi

25 July 2026
Din Syamsuddin: Perlunya Revitalisasi Pendidikan di Negara Islam

Din Syamsuddin: Perlunya Revitalisasi Pendidikan di Negara Islam

25 July 2026
Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

25 July 2026
Jelang Ujian Santri, Pondok Gontor Resmi Tutup Kegiatan Ekstrakurikuler

Jelang Ujian Santri, Pondok Gontor Resmi Tutup Kegiatan Ekstrakurikuler

25 July 2026
Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

25 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Miliki Majalah Gontor Edisi Bulan Agustus Spesial 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan!📖 Edisi Juli ✅
📖 Edisi Agustus ✅
📖 Edisi September 🔜📲 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • PRODUK ALUMNI GONTOR, INI MOMEN YANG TIDAK AKAN TERULANG!September 2026 bukan sekadar edisi biasa.Ini adalah Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang dicetak dengan penambahan oplah terbesar dan diprediksi menjadi salah satu edisi yang paling banyak dicari karena merupakan bagian dari koleksi langka Spesial 100 Tahun Gontor.Ini bukan hanya beriklan.
Ini adalah membangun kepercayaan, memperkuat brand awareness, dan menjadi bagian dari sejarah 100 Tahun Gontor.✅ Mengapa harus ikut?📈 Penambahan oplah cetak dalam jumlah besar.
🎯 Menjangkau keluarga besar Gontor, pesantren alumni, wali santri, simpatisan, dan masyarakat luas.
📖 Edisi koleksi yang akan disimpan bertahun-tahun, sehingga iklan Anda memiliki nilai eksposur yang jauh lebih panjang dibanding promosi digital yang cepat berlalu.🤝 Momentum terbaik untuk memperkenalkan usaha Anda kepada pasar yang loyal dan memiliki ikatan emosional kuat dengan Gontor.⏳ SPACE IKLAN SANGAT TERBATASBatas pendaftaran hingga 15 Agustus 2026 atau lebih cepat jika seluruh space telah terisi.👉 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/iklan-magon📞 Informasi
0813-1510-6479
0877-8707-2412"Dalam bisnis, yang paling mahal bukan biaya promosi, tetapi kesempatan yang terlewat."
  • ✨ Seabad Mendidik Bangsa. Kini saatnya menjadi bagian dari sejarah.📖 Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor – September 2026 hadir mengangkat kisah sukses ribuan Pondok Alumni Gontor yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.⏳ Stok terbatas! Jangan menunggu sampai stok menipis.🛒 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontor #gontornews #pondokmoderngontor #pesantren #pondokalumni #pesansekarang
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontor
  • Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan.📖 Edisi Juli ✅
📖 Edisi Agustus ✅
📖 Edisi September 🔜🔥 Jangan sampai orang lain sudah punya, sementara Anda kehabisan.📲 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontornews #gontormendunia #unidagontor #mediaperekatumat #koleksibersejarah #edisikhusus #pesansekarang #jangansampaikehabisan
  • Stok terbatas!
Sudah punya Edisi Agustus?Edisi spesial ini mengupas perjalanan UNIDA Gontor Mendunia dan hanya hadir dalam rangka 100 Tahun Gontor.Banyak yang sudah memesan. Jangan sampai Anda tertinggal.Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #unidagontor #majalahgontor #gontornews
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #MajalahGontor #Gontor #PondokModern #DarussalamGontor #MediaPerekatUmat #GontorMendunia #KoleksiBersejarah #alumnigontor #gontornews #majalahgontor
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Pre-Order telah dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eksemplarMengingat kuota cetak yang terbatas, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Pemesanan Anda di sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @ikpmmadiun
Bagi keluarga besar Gontor, setiap nasihat Pimpinan adalah bekal sepanjang perjalanan hidup. 🤍Kali ini, mari kita luangkan waktu sejenak untuk kembali mendengarkan petuah dari K.H.Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor)Insya Allah apa yang kita dengar bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menguatkan niat untuk terus berkhidmat kepada umat.🤲 Jangan berhenti di kita. Bagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.💬 Antum Alumni Gontor angkatan berapa? Share di kolom komentar.

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result