15
Tonton Selengkapnya
28 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 4 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

‘Adem Ayem’ Politik Bebas Aktif

Oleh Muhammad Khaerul Muttaqien

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
2 February 2020
in Laput
0
‘Adem Ayem’ Politik Bebas Aktif

foto: kontan

Sepanjang tahun 2019, kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dihadapi oleh etnis Rohingya yang beragama Islam di Myanmar yang mayoritas Budha, dan Muslim Uighur di Xinjiang di Cina yang komunis. Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, sudah seharusnya Indonesia berperan dalam menyelesaikan kasus-kasus itu. Apa kabar politik luar negeri Indonesia?

Berbicara tentang politik luar negeri Indonesia tak lepas dari prinsip yang dianut oleh kebijakan luar negeri Indonesia yang “bebas dan aktif”. Atas dasar pinsip inilah hubungan internasional dan kebijakan luar negeri Indonesia dibangun.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr Anwar Abbas menjelaskan, yang dimaksud politik bebas aktif adalah Indonesia tidak berpihak kepada blok barat dan atau blok timur atau tidak berpihak kepada salah satu pihak dari pihak-pihak yang berkonflik. Kecuali kalau salah satu pihak sudah jelas-jelas melanggar prinsip-prinsip yang dijunjung tinggi oleh bangsa Indonesia, yaitu peri kemanusiaan dan peri keadilan.

“Indonesia tampak sudah mencoba melaksanakan sikap dan pandangan politik tersebut di daerah dan di negara terjadinya konflik, walaupun dengan tingkat dan cara yang berbeda-beda,” jelasnya kepada Majalah Gontor.

BACA JUGA

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

Nyalakan Cahaya Literasi di Pesantren dengan Gerakan Menulis

Menurut Buya Anwar, walaupun sikap politik Indonesia netral, bukan berarti Indonesia harus pasif. Sebaliknya, Indonesia harus aktif dalam upaya menciptakan perdamaian abadi di dunia. Langkah ini sebagaimana disebutkan dalam Pembukaan UUD 1945 alinea pertama: Sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.

“Jadi kalau terjadi praktik pelanggaran HAM dan ketidakadilan di manapun di dunia ini, Indonesia tidak boleh tinggal diam, karena demikianlah yang diperintahkan oleh UUD 1945. Dan demikian pula yang diperintahkan oleh Allah SWT,” jelas Buya Anwar.

Karena itulah ia menyayangkan sikap Pemerintah Indonesia terhadap pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang dialami etnis Muslim Rohingya di Myanmar dan Muslim Uighur di Cina. Indonesia “sangat lunak” merespon pelanggaran-pelanggaran HAM itu. Bahkan terkesan adem ayem.

Terkait sikap Pemerintah Indonesia yang belakangan ini cenderung lunak dalam menanggapi pelanggaran HAM Uighur di Cina dan Rohingya di Myanmar, pakar hukum dari Universitas Indonesia (UI), Dr Heru Susetyo, mengkritik hal tersebut sebagai langkah yang tidak sesuai dengan doktrin politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.

“Sikap politik kita terhadap kasus Rohingya sangat halus sekali. Kita menggunakan pendekatan constructive engagement. Indonesia setuju dengan resolusi yang dikeluarkan PBB untuk kasus Myanmar memang langkah yang bagus, tapi itu saja tidak cukup. Seharusnya kita yang menjadi pelopor,” ungkapnya kepada Majalah Gontor.

Begitupun dengan kasus Uighur di Cina, Pemerintah Indonesia juga kurang lantang dalam menyuarakan penindasan dan diskriminasi Muslim Uighur yang dilakukan oleh Cina. Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia, seharusnya Indonesia mampu berperan lebih aktif lagi.

Menurut Heru, politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif, sepertinya saat ini tidak dijabarkan secara imajinatif sebagaimana dilakukan oleh para founding fathers, baik di era Soekarno maupun Soeharto dulu.

Meski bukan berarti sama sekali tidak terpengaruh oleh kekuatan asing, di era Soekarno, Indonesia sebagai bangsa sangat berwibawa. Bahkan Soekarno berani mengatakan “Pergilah ke neraka dengan bantuan luar negeri kamu”.

Di era Soeharto pun demikian. Walaupun tidak terlalu konfrontatif, Soeharto mempunyai manuver yang berani dalam menengahi konflik di kawasan Bosnia saat perang saudara Bosnia-Herzegovina bergolak. “Sekarang bebasnya iya, aktifnya kurang. Indonesia kalah dibandingkan kekuatan narasi ataupun aktivisme politik dari Malaysia ataupun Turki yang dominan di negara-negara OKI,” tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, KH Muhyiddin Junaidi. Ia menjelaskan, meski tidak dapat mengintervensi terlalu dalam urusan dalam negeri suatu negara, tapi masalah HAM tidak ada batasan.

Sayangnya sikap Pemerintah Indonesia kurang lantang terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang dilakukan Pemerintah Myanmar kepada etnis Rohingya ini. Padahal masalahnya sangat jelas dan terekspos ke dunia internasional, dan yang menjadi sasaran umat Islam.

“Sebagai negara anggota Dewan Keamanan PBB dan sangat terhormat posisinya di Organisasi Kerjasama Islam (OKI), saya pikir tepat sekali, kalau Indonesia melakukan sesuatu. Masak kalah dengan Gambia. Harusnya kan kita yang maju,” katanya di Kantor MUI Pusat, Jakarta, Selasa (17/12).

Seperti diketahui, Gambia, negara kecil di Afrika Barat, itu menuntut Myanmar di Mahkamah Internasional atau International Court of Justice (ICJ) di Den Haag, Belanda. Gambia melaporkan Myanmar, yang mayoritas beragama Budha, telah melakukan genosida (pembersihan etnis) terhadap Muslim Rohingya.

Kiai Muhyiddin menyayangkan sikap Pemerintah Indonesia yang selama ini cenderung menggunakan pendekatan constructive engagement diplomacy. “Jangan terlalu constructive engagement diplomacy. Kalau kita ubah mereka akan berpikir, oh Indonesia sudah berubah, naik ke megaphone, agar lantang seperti Malaysia,” katanya. []

 

Tags: Anwar AbbasHeru SusetyoKH Muhyiddin JunaidiOKIPBBRohingyaSoehartoSoekarnoUighur
Share61Tweet38Send
Previous Post

Mualaf, Monica Tinggalkan Gemerlap Dunia Film

Next Post

Renungan Awal Tahun (Bagian Pertama)

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

29 May 2026
Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

29 May 2026
Mendidik Manusia, Bukan Mesin

Mendidik Manusia, Bukan Mesin

28 May 2026
Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

30 May 2026
Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

29 May 2026
Struktur dan Kultur

Struktur dan Kultur

0
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

0
Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

0
Sakinah Finance, AirNav Indonesia, dan BPJPH Berdayakan 100 Penyandang Disabilitas melalui Literasi Keuangan Syariah, Pelatihan Bisnis, dan Qurban Inklusif

Sakinah Finance, AirNav Indonesia, dan BPJPH Berdayakan 100 Penyandang Disabilitas melalui Literasi Keuangan Syariah, Pelatihan Bisnis, dan Qurban Inklusif

0
BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

0
Dari Sedekah Konsumen Alfamart, BAZNAS RI Distribusikan Paket Daging Kurban Hingga ke Desa Terpencil

Dari Sedekah Konsumen Alfamart, BAZNAS RI Distribusikan Paket Daging Kurban Hingga ke Desa Terpencil

1 June 2026
Struktur dan Kultur

Struktur dan Kultur

1 June 2026
BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

1 June 2026
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

31 May 2026
BAZNAS RI Salurkan Daging Kurban bagi Masyarakat Prasejahtera di Kampung Pemulung Jurangmangu

BAZNAS RI Salurkan Daging Kurban bagi Masyarakat Prasejahtera di Kampung Pemulung Jurangmangu

31 May 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result