pesanan-baju-kaos
27 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Friday, 18 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

‘Adem Ayem’ Politik Bebas Aktif

Oleh Muhammad Khaerul Muttaqien

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
2 February 2020
in Laput
0
‘Adem Ayem’ Politik Bebas Aktif

foto: kontan

Sepanjang tahun 2019, kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dihadapi oleh etnis Rohingya yang beragama Islam di Myanmar yang mayoritas Budha, dan Muslim Uighur di Xinjiang di Cina yang komunis. Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, sudah seharusnya Indonesia berperan dalam menyelesaikan kasus-kasus itu. Apa kabar politik luar negeri Indonesia?

Berbicara tentang politik luar negeri Indonesia tak lepas dari prinsip yang dianut oleh kebijakan luar negeri Indonesia yang “bebas dan aktif”. Atas dasar pinsip inilah hubungan internasional dan kebijakan luar negeri Indonesia dibangun.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr Anwar Abbas menjelaskan, yang dimaksud politik bebas aktif adalah Indonesia tidak berpihak kepada blok barat dan atau blok timur atau tidak berpihak kepada salah satu pihak dari pihak-pihak yang berkonflik. Kecuali kalau salah satu pihak sudah jelas-jelas melanggar prinsip-prinsip yang dijunjung tinggi oleh bangsa Indonesia, yaitu peri kemanusiaan dan peri keadilan.

“Indonesia tampak sudah mencoba melaksanakan sikap dan pandangan politik tersebut di daerah dan di negara terjadinya konflik, walaupun dengan tingkat dan cara yang berbeda-beda,” jelasnya kepada Majalah Gontor.

BACA JUGA

Jejak Pengusaha Alumni Gontor: Dari Dunia Usaha ke Pendidikan

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Menurut Buya Anwar, walaupun sikap politik Indonesia netral, bukan berarti Indonesia harus pasif. Sebaliknya, Indonesia harus aktif dalam upaya menciptakan perdamaian abadi di dunia. Langkah ini sebagaimana disebutkan dalam Pembukaan UUD 1945 alinea pertama: Sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.

“Jadi kalau terjadi praktik pelanggaran HAM dan ketidakadilan di manapun di dunia ini, Indonesia tidak boleh tinggal diam, karena demikianlah yang diperintahkan oleh UUD 1945. Dan demikian pula yang diperintahkan oleh Allah SWT,” jelas Buya Anwar.

Karena itulah ia menyayangkan sikap Pemerintah Indonesia terhadap pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang dialami etnis Muslim Rohingya di Myanmar dan Muslim Uighur di Cina. Indonesia “sangat lunak” merespon pelanggaran-pelanggaran HAM itu. Bahkan terkesan adem ayem.

Terkait sikap Pemerintah Indonesia yang belakangan ini cenderung lunak dalam menanggapi pelanggaran HAM Uighur di Cina dan Rohingya di Myanmar, pakar hukum dari Universitas Indonesia (UI), Dr Heru Susetyo, mengkritik hal tersebut sebagai langkah yang tidak sesuai dengan doktrin politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.

“Sikap politik kita terhadap kasus Rohingya sangat halus sekali. Kita menggunakan pendekatan constructive engagement. Indonesia setuju dengan resolusi yang dikeluarkan PBB untuk kasus Myanmar memang langkah yang bagus, tapi itu saja tidak cukup. Seharusnya kita yang menjadi pelopor,” ungkapnya kepada Majalah Gontor.

Begitupun dengan kasus Uighur di Cina, Pemerintah Indonesia juga kurang lantang dalam menyuarakan penindasan dan diskriminasi Muslim Uighur yang dilakukan oleh Cina. Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia, seharusnya Indonesia mampu berperan lebih aktif lagi.

Menurut Heru, politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif, sepertinya saat ini tidak dijabarkan secara imajinatif sebagaimana dilakukan oleh para founding fathers, baik di era Soekarno maupun Soeharto dulu.

Meski bukan berarti sama sekali tidak terpengaruh oleh kekuatan asing, di era Soekarno, Indonesia sebagai bangsa sangat berwibawa. Bahkan Soekarno berani mengatakan “Pergilah ke neraka dengan bantuan luar negeri kamu”.

Di era Soeharto pun demikian. Walaupun tidak terlalu konfrontatif, Soeharto mempunyai manuver yang berani dalam menengahi konflik di kawasan Bosnia saat perang saudara Bosnia-Herzegovina bergolak. “Sekarang bebasnya iya, aktifnya kurang. Indonesia kalah dibandingkan kekuatan narasi ataupun aktivisme politik dari Malaysia ataupun Turki yang dominan di negara-negara OKI,” tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, KH Muhyiddin Junaidi. Ia menjelaskan, meski tidak dapat mengintervensi terlalu dalam urusan dalam negeri suatu negara, tapi masalah HAM tidak ada batasan.

Sayangnya sikap Pemerintah Indonesia kurang lantang terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang dilakukan Pemerintah Myanmar kepada etnis Rohingya ini. Padahal masalahnya sangat jelas dan terekspos ke dunia internasional, dan yang menjadi sasaran umat Islam.

“Sebagai negara anggota Dewan Keamanan PBB dan sangat terhormat posisinya di Organisasi Kerjasama Islam (OKI), saya pikir tepat sekali, kalau Indonesia melakukan sesuatu. Masak kalah dengan Gambia. Harusnya kan kita yang maju,” katanya di Kantor MUI Pusat, Jakarta, Selasa (17/12).

Seperti diketahui, Gambia, negara kecil di Afrika Barat, itu menuntut Myanmar di Mahkamah Internasional atau International Court of Justice (ICJ) di Den Haag, Belanda. Gambia melaporkan Myanmar, yang mayoritas beragama Budha, telah melakukan genosida (pembersihan etnis) terhadap Muslim Rohingya.

Kiai Muhyiddin menyayangkan sikap Pemerintah Indonesia yang selama ini cenderung menggunakan pendekatan constructive engagement diplomacy. “Jangan terlalu constructive engagement diplomacy. Kalau kita ubah mereka akan berpikir, oh Indonesia sudah berubah, naik ke megaphone, agar lantang seperti Malaysia,” katanya. []

 

Tags: Anwar AbbasHeru SusetyoKH Muhyiddin JunaidiOKIPBBRohingyaSoehartoSoekarnoUighur
Share62Tweet39Send
Previous Post

Mualaf, Monica Tinggalkan Gemerlap Dunia Film

Next Post

Renungan Awal Tahun (Bagian Pertama)

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

16 September 2026
K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

16 September 2026
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

17 September 2026
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

11 September 2026
Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

15 September 2026
100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

0
Gontor Siap Sambut Puluhan Ribu Alumni Menuju 100 Tahun Gontor

Gontor Siap Sambut Puluhan Ribu Alumni Menuju 100 Tahun Gontor

0
Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

0
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

0
Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

0
100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

17 September 2026
Gontor Terus Matangkan Kesiapan Jelang Puncak Acara 100 Tahun

Gontor Terus Matangkan Kesiapan Jelang Puncak Acara 100 Tahun

17 September 2026
Kunjungan Tujuh Presiden ke Gontor: Relasi antara Dunia Pesantren dan Negara

Kunjungan Tujuh Presiden ke Gontor: Relasi antara Dunia Pesantren dan Negara

17 September 2026
Reuni Akbar 100 Tahun Gontor: Momentum Evaluasi Langkah Alumni dengan Cita-Cita Pendiri

Reuni Akbar 100 Tahun Gontor: Momentum Evaluasi Langkah Alumni dengan Cita-Cita Pendiri

17 September 2026
Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

17 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result