Indramayu, Gontornews — Tepat pada tanggal 8-10 Februari 2021, sejumlah kawasan di Pamanukan, Subang, dan 21 kecamatan di Indramayu terendam banjir. Banjir terjadi akibat bendungan air yang tidak bisa lagi menampung debit curah hujan yang tinggi.
Banjir tahun ini lebih dahsyat dari banjir tujuh tahun lalu. Sejumlah rumah warga hanya terlihat atapnya saja. Klinik, hotel, sampai swalayan lantai satu pun habis diterjang banjir. Jalanan kebanjiran, kolong jembatan layang juga penuh air. Korban jiwa ditemukan mengapung di tengah sawah di Kecamatan Pamanukan, Subang.
Melihat kondisi itu, sekalangan relawan akhirnya tergerak untuk membuka donasi, termasuk di antaranya Aya Toko Oleh-Oleh. Kali ini Aya Toko Oleh-Oleh juga bekerjasama dengan relawan NUCARE LAZISNU Kecamatan Sukra, Indramayu untuk membantu menyerahkan titipan donasi ke para korban bencana banjir.
“Para donatur sendiri berasal dari warga sekitar, alumni Gontor Putri, dan TKI (Tenaga Kerja Indonesia) asal Indramayu di Cina,” terang Annisa Nurjannah, kepada Gontornews.com.
Jumat (12/2) lalu, penyaluran donasi gelombang pertama sukses dijalankan. “Jumat lalu 1.200 paket nasi bungkus serentak kami berikan. Jumlah ini melebihi target awal yang hanya memperkirakan donasi sekitar 1.000 paket nasi,” jelas Annisa, pemilik Aya Toko Oleh-Oleh.
Penyaluran donasi oleh para relawan memang telah digelar sebanyak tiga gelombang. “Senin (15/2) merupakan distribusi donasi logistik gelombang ketiga dari Posko NU Peduli Bencana Banjir Kecamatan Sukra untuk warga Kecamatan Losarang dan Kecamatan Kandanghaur,” ungkap ibu dua anak itu.
Sayangnya, Selasa (16/2) pagi tadi banjir susulan kembali terjadi. Annisa yang semula sudah menutup pintu donasi, akhirnya terpaksa kembali membuka donasi lanjutan untuk membantu menyebarkan nasi bungkus kepada warga sekitar posko. [Edithya Miranti]























