Petaling Jaya, Gontornews – Sebuah kabar yang dilansir oleh The Wall Street Journal (WSJ) mengungkapkan bahwa pemerintah Cina mengetahui lokasi persembunyian aktor utama skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB), Low Taek Jho .
Jho Low, sapaan akrab Low Taek Jho, dinyatakan buron oleh pemerintah Malaysia akibat kasus penyelewengan dana 1MDB yang merugikan Malaysia miliaran dolar Amerika Serikat itu.
Lebih lanjut, WSJ menyebut bahwa informasi keberadaan Jho Low bisa dijadikan isu penting dalam kunjungan Perdana Menteri Malaysia terpilih, Dr Mahathir Mohamad ke Cina beberapa waktu mendatang.
Kabar baik ini tentunya menjadi angin segar bagi Malaysia karena telah melakukan pencarian akan keberadaan Jho Low di sejumlah negara seperti Hongkong atau Makau sejak pergantian Perdana Menteri Mei lalu.
“Pemerintah setempat menatakan bahwa ia baru saja terbang untuk kedua kalinya,” ungkap sebuah keterangan dari pihak kepolisian Malaysia sebagaimana dilansir WSJ.
“Bebrapa pejabat juga mengatakan bahwa mereka meyakini bahwa Jho Low berada di Cina daratan setelah membantu negara tersebut melalui kesepakatan bisnis maupun diplomasi saat skandal 1MDB menyeruak,” tambah keterangan tersebut.
Sementara itu, Inspektur Jenderal Polisi, Mohamad Fuzi Harun masih ragu bahwa lokasi keberadaan Jho Low. Pasalnya, sejak pihaknya mengonfirmasi keberadaannya di Makau, misalnya, tidak ada informasi lebih lanjut yang disampaikan rekan kepolisian Malaysia di wilayah tersebut.
“Beberapa orang mengatakan bahwa ia ada di Cina, jadi kami menghubungi rekan-rekan Cina kami, tapi mereka juga tidak dapat menemukannya,” sanggah Fuzi.
Sejak ditetapkan sebagai tersangka, Pemerintah Malaysia telah memblokir paspor Jho Low untuk memastikan ia tidak kabur ke luar negeri. Tidak hanya itu, sejumlah barang mewah yang diduga milik Jho Low disita sebagai barang bukti seperti kapal pesiar Equanimity senilai RM 1 Miliar Ringgit dan Jet Pribadi jenis Bombardier Global 5000 senilai 35 juta Dollar Amerika Serikat. [Mohamad Deny Irawan]






















