10
Tonton Selengkapnya
pesanan-majalah-edisi-khusus
30 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 26 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Wawancara

Amanah Konstitusi dalam Pendidikan Masih Belum Terlaksana

drh KH Adian Husaini, MSi, PhD, Ketua Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam UIKA Bogor

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
14 October 2024
in Wawancara
0
Amanah Konstitusi dalam Pendidikan Masih Belum Terlaksana

Foto: Masjid Darussalam Kota Wisata

Sudah 79 tahun Indonesia merdeka, namun masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah, salah satunya masalah pendidikan. Padahal pendidikan menjadi kunci utama kemajuan bangsa.

Pasal 31 ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945 dengan jelas menyebutkan bahwa pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia. Namun kenyataan di lapangan, masih jauh dari harapan.

“Saat ini kita masih mengikuti sistem Barat. Kita mengikuti ranking universitas yang dijadikan kiblat. Tidak ada iman dan akhlak di sana,” ujar Ketua Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, drh KH Adian Husaini, MSi, PhD.

Berikut petikan wawancara Wartawan Majalah Gontor, Fathurroji NK dengan Adian Husaini yang juga menjabat ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) seputar masalah pendidikan di Indonesia.

BACA JUGA

Belajar Jadi Pengusaha Teladan dan Bermanfaat bagi Umat

Abad Kedua Gontor Dimulai Hari Ini!

Titik Terang Kembalikan Lunturnya Adab dalam Dunia Pendidikan  

Kembali ke Fitrah: Apa yang Berubah Setelah Ramadhan?

Ekopesantren: Gagasan Merancang Pesantren Ramah Lingkungan

Bagaimana kondisi pendidikan kita setelah 79 tahun Indonesia merdeka?

Kalau merujuk pada Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 31 Ayat (3), itu jelas sekali bunyinya: Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan Undang-Undang.

Dalam konteks itu, menurut saya pendidikan kita secara umum belum melaksanakan amanah Undang-Undang, belum melaksanakan amanah konstitusi. Kriteria itu jelas bahwa pendidikan itu meningkatkan iman, takwa dan akhlak mulia. Undang-Undang itu harus diimplementasikan ke tujuan pendidikan, kurikulum, sampai evaluasi pendidikan. Yang terakhir, ada penjabaran dalam konstitusi, yaitu pada dua Undang-Undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 dan Undang-Undang Pendidikan Tinggi Nomor 12 Tahun 2012. Keduanya dijabarkan lagi dalam bentuk Permen Ristek Nomor 12 Tahun 2024, di level tujuan membentuk profil pelajar Pancasila. Ada enam ciri-ciri profil pelajar Pancasila yaitu: Iman dan takwa serta berakhlak mulia, bergotong royong, berkebhinekaan global, bernalar kritis, mandiri, dan  kreatif. Nah itu semacam capaian pendidikan atau standar kompetensi lulusan. Ini harus diturunkan lagi dalam program pendidikan, nanti menyangkut bahan ajar, guru, tapi yang lebih penting lagi evaluasi.

Apakah dalam kenyataan, faktor keimanan, takwa dan akhlak mulia masih belum menjadi prioritas?

Tentang kelulusan jika tidak memenuhi syarat iman dan takwa harusnya tidak bisa lulus, ini perlu ditingkatkan lagi dalam mengukur capaian enam hal tadi. Sekarang begini, anak lulus SD kan sudah umur 12 tahun seharusnya iman dan takwa serta akhlak mulia tercermin dari shalatnya harus benar, ngajinya, akhlak dasar harus benar. Dan itu sudah diterapkan di Kota Prabumulih. Walikota di sana mewajibkan anak SD yang Muslim ngaji dan shalatnya harus benar, jika tidak benar kepala sekolah bisa dimutasi. Tapi itu belum menjadi kebijakan nasional, masih wilayah.

Jadi perlu ditingkakan lagi, iman dan takwa hal yang penting. Seperti masuk perguruan tinggi harusnya ada tes akhlak, jangan tes potensi akademik, matematika dan lain-lain. Karena untuk mahasiswa yang mendalami bidang ilmu yang strategis tapi akhlaknya tidak baik akan berbahaya, nanti jadi penjahat berilmu. Maka sebenarnya perlu ada perubahan strategi kebijakan pendidikan khususnya pada pendidikan karakter.

Bagaimana regulasi pendidikan di level konstitusi saat ini?

Pendidikan kita ini luas, mulai dari TK sampai perguruan tinggi, pendidikan diselenggarakan oleh pemerintah dan swasta. Pendidikan swasta lebih besar. Perguruan tinggi swasta ada 5000-an, pemerintah hanya 200-an. Pesantren ada 40 ribuan, 100 persen milik masyakarat, begitu juga madrasah.

Kalau kita bicara pendidikan nasional, pemerintah telah memberikan kebebasan kepada masyarakat, ada sistem formal dan nonformal. Secara umum, pendidikan sudah lebih lumayan di level konstitusi. Ada iman dan takwa serta akhlak mulia. Sebenarnya jika perangkat perundangan itu dilaksanakan dengan sungguh-sungguh maka hasilnya akan bagus. Pemerintah sudah menyadari sejak Menteri Pendidikan Profesor M Nuh, kita tertinggal dengan bangsa lain. Dulu tahun 1970-an kita punya standar sama dengan negara tetangga. Sekarang kita jauh tertinggal. Faktornya karena pendidikan karakter. Maka waktu itu buat proyek besar-besaran pendidikan karakter.

Bagaimana sebaiknya pendidikan karakter ini dijalankan?

Saya melihat pendidikan karakter ini berat jika pemerintah yang menangani. Sebaiknya pemerintah menjadi fasilitator saja, khususnya umat Islam, diserahkan kepada lembaga pendidikan Islam, ormas Islam. Misalnya yang sekolah negeri, yang Muslim biar diurus menggunakan konsep Islam sebagai pendidikan Islam. Sebab di konstitusi, istilah resmi bukan pendidikan karakter tapi pendidikan akhlak, dan ini dalam Islam ada metodenya. Dan ini berat jika pemerintah yang mengelola.

Pemerintah tidak akan berhasil dalam pendidikan karakter, serahkan saja kepada umat Islam. Umat Islam itu punya model yang lengkap, mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi ada konsepnya. Pemerintah sebagai fasilitator saja, pelaksanaannya biar umat Islam yang menjalankan.

Saat ini pendidikan akhlak yang paling tepat di mana?

Pendidikan akhlak yang baik itu ya di pesantren. Setidaknya ada enam rukun menjadi pesantren ideal, ada keteladanan pimpinan dan guru, ada penanaman tafaquh fiddin, ada penanaman akhlak mulia, penanaman jiwa perjuangan, penanaman jiwa kemandirian, diberikan wawasan kontemporer. Keenam ini harus diwujudkan di pesantren.

Makanya Ki Hajar Dewantoro mengatakan bahwa model pendidikan ideal nasional itu pesantren. Karena di dalam pesantren ada proses interaksi intensif dan positif antara guru dan murid, itu yang penting dalam pendidikan. Pendidikan akhlak tidak bisa diganti dengan robot. Bahkan saya mengusulkan kampus-kampus itu jadi pesantren, seperti pesantren UI, pesantren UGM, dll. Rektornya harus rajin memberikan keteladanan sehingga jadi model manusia yang universal di kampus.

Bagaimana pendapat Anda terkait mahalnya pendidikan?

Pendidikan mahal di masyarakat, saya rasa kurang tepat. Mahal itu dibanding dengan mana, di Inggris lebih mahal. Masalahnya bukan mahal, karena pendidikan itu memerlukan perhitungan tinggi. Seluruh APBN itu untuk pendidikan saja tidak cukup, masalahnya sekarang itu tidak bisa bayar.

Ada SMP Islam yang masuknya 150 juta ada yang bisa bayar, bulanannya sampai 7 juta bisa bayar dan banyak lagi. Ada yang kedokteran tahun pertamanya bayar 600 juta dan banyak yang bisa. Problem kita tidak bisa bayar. Masalahnya bukan masalah biaya, kalau mencari ilmunya benar karena ikhlas bayar semakin tinggi pahalanya semakin besar. Jangan dibalik tidak mau bayar, malah pahalanya kurang. Itu infaq fi sabilillah.

Jadi bukan soal mahal, tapi tidak bisa bayar. Ada orang yang mampu bayar tapi pura-pura tidak mampu bayar. Dia beli macam-macam bisa tapi ketika bayar untuk pendidikan pura-pura miskin. Jadi sikap dan cara pandang terhadap pembiayaan pendidikan harus diluruskan. Tapi jika benar-benar tidak mampu ya pemerintah wajib membantu.

Pendidikan itu sebagai bentuk perjuangan, jika pendidikan disempitkan maknanya sebagai tempat training siswa untuk melahirkan tenaga kerja maka hanya akan menjadi buruh. Di Undang-Undang Ssistem Pendidikan Nasional tidak begitu, pelaksanaannya jadi sempit.

Apa masalah mendasar dari pendidikan kita?

Problem mendasar pendidikan kita yaitu definisi pendidikan itu sendiri. Beda dengan pengajaran yang transfer of knowledge, tapi kalau pendidikan menanamkan keimanan, ketakwaan dan akhlak mulia maka pemerintah harus jadi contoh. Mulai dari presiden, menteri, dosen, gurunya harus jujur. Bagaimana masih dalam tingkat rektor, dekan, kepala sekolah rebutan jabatan, itu problem. Kata pendidikan itu yang perlu didefinisikan secara tepat sesuai amanah konstitusi.

Definisi pendidikan itu jelas, membentuk manusia beriman, bertakwa dan akhlak mulia. Tidak ada yang lebih tinggi. Di konstitusi dan undang-undang semua memakai akhlak mulia. Itu sudah bagus tinggal pelaksanaannya. Siap tidak melaksanakan itu? Menjadi contoh, teladan. Jika komitmen menerapkan pendidikan sesuai konstitusi yaitu harus menanamkan iman, takwa dan akhlak. Mulai dari rumah tangga, kepala sekolah, rektor, menteri, sampai presiden. Semua harus mau jujur.

Apakah pendidikan kita masih mengacu ke Barat?

Pendidikan Barat hanya mendidik intelektual dan fisik saja, tidak mendidik iman dan akhlak. Maka ini melahirkan dua penyakit, individualime dan materialisme. Jika dua penyakit ini melanda masyarakat sangat berbahaya, tidak akan ada ketenangan. Ki Hajar Dewantoro mengkritisi itu, maka beliau mengajukan Taman Siswa dalam lima jenjang, yaitu Taman Indria (Taman Kanak-kanak), Taman Muda (Sekolah Dasar), Taman Dewasa (SMP), Taman Madya (SMA), dan Taman Guru (Sarjana Wiyata).

Pendidikan terbaik akan melahirkan guru-guru yang hebat. Makanya Pak Natsir mengatakan kemajuan bangsa ditentukan sekelompok guru yang ikhlas. Tahun 1960-an berlomba jadi guru, sekarang orang malas menjadi guru, senang dan bangga dengan program studi lain. Padahal guru itu mulia, men-service hati. Tazkiyatun nafs.

Saat ini kita masih mengikuti sistem Barat. Kita mengikuti ranking universitas, yang dijadikan kiblat. Tidak ada iman dan akhlak di sana. Meski dosen tidak shalat, berzina, tidak berzakat, tidak pengaruh terhadap ranking. Mahasiswanya yang ranking terbaik, shalat tidak? Kita tunduk dengan sistem, makanya ikut-ikutan dalam ranking. Akhirnya kita terbawa opini, jika kuliah di universitas A terbaik dan seterusnya.

Apa catatan Anda terkait pendidikan di saat Indonesia merayakan 79 tahun kemerdekaannya?

Menurut saya secara umum pendidikan ada kemajuan mulai dari perumusan konsep, sejalan dengan konsep pendidikan Islam. Saran saya, pemerintah tidak perlu terlalu berat mengatur pendidikan, menjadi polisi pendidikan. Rakyat itu sudah pintar. Permendikbud tahun 2024 saat ini sangat fleksibel tentang kurikulum. Satuan pendidikan boleh mengkreasi, fleksibel dan esensial untuk membentuk pembelajar sepanjang hayat. Jadi menjawab pendidikan sekarang tidak berhenti di knowledge tapi sampai ke wisdom. Wisdom ini diberikan kepada orang-orang yang tekun dan shalih, beriman, berakhlak. Kalau tidak, mereka akan kalah dengan robot. Masalah masyarakat kita yaitu hilangnya adab. []

Tags: AdabPendidikan Nasional
Share20Tweet13Send
Previous Post

SDIT Al Marjan Bekasi Gelar Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Bersama Pengusaha Alumni Gontor

Next Post

Ratusan Anggota Karang Taruna Kota Bogor Meriahkan Bulan Bhakti Ke-64

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
SIT Insantama Leuwiliang Bekali Guru Cegah dan Tangani Dini Isu Penyimpangan Seksual

SIT Insantama Leuwiliang Bekali Guru Cegah dan Tangani Dini Isu Penyimpangan Seksual

19 July 2026
kh fauzi tidjani djauhari

Pesantren Al-Amien Prenduan akan Gelar Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah Ke-234

13 July 2026
Ketua Yayasan Amanah Insantama: Guru Harus Terus Tingkatkan Kapasitas dan Mengajar dengan Spirit Ihsan

Ketua Yayasan Amanah Insantama: Guru Harus Terus Tingkatkan Kapasitas dan Mengajar dengan Spirit Ihsan

19 July 2026
Menjaga Kesucian Hati dari Rasa Iri terhadap Nikmat Orang Lain

Menjaga Kesucian Hati dari Rasa Iri terhadap Nikmat Orang Lain

19 July 2026
Tirakat Orangtua Untuk Anak

Tirakat Orangtua Untuk Anak

11 October 2023
Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

0
Jelang Ujian Santri, Pondok Gontor Resmi Tutup Kegiatan Ekstrakurikuler

Jelang Ujian Santri, Pondok Gontor Resmi Tutup Kegiatan Ekstrakurikuler

0
Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

0
BAZNAS Bersama Petani Binaan di Batu Bara Sukses Panen Raya 150 Ton Padi

BAZNAS Bersama Petani Binaan di Batu Bara Sukses Panen Raya 150 Ton Padi

0
Din Syamsuddin: Perlunya Revitalisasi Pendidikan di Negara Islam

Din Syamsuddin: Perlunya Revitalisasi Pendidikan di Negara Islam

0
BAZNAS Bersama Petani Binaan di Batu Bara Sukses Panen Raya 150 Ton Padi

BAZNAS Bersama Petani Binaan di Batu Bara Sukses Panen Raya 150 Ton Padi

25 July 2026
Din Syamsuddin: Perlunya Revitalisasi Pendidikan di Negara Islam

Din Syamsuddin: Perlunya Revitalisasi Pendidikan di Negara Islam

25 July 2026
Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

25 July 2026
Jelang Ujian Santri, Pondok Gontor Resmi Tutup Kegiatan Ekstrakurikuler

Jelang Ujian Santri, Pondok Gontor Resmi Tutup Kegiatan Ekstrakurikuler

25 July 2026
Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

25 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Miliki Majalah Gontor Edisi Bulan Agustus Spesial 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan!📖 Edisi Juli ✅
📖 Edisi Agustus ✅
📖 Edisi September 🔜📲 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • PRODUK ALUMNI GONTOR, INI MOMEN YANG TIDAK AKAN TERULANG!September 2026 bukan sekadar edisi biasa.Ini adalah Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang dicetak dengan penambahan oplah terbesar dan diprediksi menjadi salah satu edisi yang paling banyak dicari karena merupakan bagian dari koleksi langka Spesial 100 Tahun Gontor.Ini bukan hanya beriklan.
Ini adalah membangun kepercayaan, memperkuat brand awareness, dan menjadi bagian dari sejarah 100 Tahun Gontor.✅ Mengapa harus ikut?📈 Penambahan oplah cetak dalam jumlah besar.
🎯 Menjangkau keluarga besar Gontor, pesantren alumni, wali santri, simpatisan, dan masyarakat luas.
📖 Edisi koleksi yang akan disimpan bertahun-tahun, sehingga iklan Anda memiliki nilai eksposur yang jauh lebih panjang dibanding promosi digital yang cepat berlalu.🤝 Momentum terbaik untuk memperkenalkan usaha Anda kepada pasar yang loyal dan memiliki ikatan emosional kuat dengan Gontor.⏳ SPACE IKLAN SANGAT TERBATASBatas pendaftaran hingga 15 Agustus 2026 atau lebih cepat jika seluruh space telah terisi.👉 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/iklan-magon📞 Informasi
0813-1510-6479
0877-8707-2412"Dalam bisnis, yang paling mahal bukan biaya promosi, tetapi kesempatan yang terlewat."
  • ✨ Seabad Mendidik Bangsa. Kini saatnya menjadi bagian dari sejarah.📖 Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor – September 2026 hadir mengangkat kisah sukses ribuan Pondok Alumni Gontor yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.⏳ Stok terbatas! Jangan menunggu sampai stok menipis.🛒 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontor #gontornews #pondokmoderngontor #pesantren #pondokalumni #pesansekarang
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontor
  • Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan.📖 Edisi Juli ✅
📖 Edisi Agustus ✅
📖 Edisi September 🔜🔥 Jangan sampai orang lain sudah punya, sementara Anda kehabisan.📲 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontornews #gontormendunia #unidagontor #mediaperekatumat #koleksibersejarah #edisikhusus #pesansekarang #jangansampaikehabisan
  • Stok terbatas!
Sudah punya Edisi Agustus?Edisi spesial ini mengupas perjalanan UNIDA Gontor Mendunia dan hanya hadir dalam rangka 100 Tahun Gontor.Banyak yang sudah memesan. Jangan sampai Anda tertinggal.Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #unidagontor #majalahgontor #gontornews
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #MajalahGontor #Gontor #PondokModern #DarussalamGontor #MediaPerekatUmat #GontorMendunia #KoleksiBersejarah #alumnigontor #gontornews #majalahgontor
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Pre-Order telah dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eksemplarMengingat kuota cetak yang terbatas, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Pemesanan Anda di sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @ikpmmadiun
Bagi keluarga besar Gontor, setiap nasihat Pimpinan adalah bekal sepanjang perjalanan hidup. 🤍Kali ini, mari kita luangkan waktu sejenak untuk kembali mendengarkan petuah dari K.H.Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor)Insya Allah apa yang kita dengar bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menguatkan niat untuk terus berkhidmat kepada umat.🤲 Jangan berhenti di kita. Bagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.💬 Antum Alumni Gontor angkatan berapa? Share di kolom komentar.

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result