Bertempat di Hotel Park Avenue, Sungai Petani, Kedah, Malaysia, Rabu (11/4), Forum Pesantren Alumni Gontor(FPA), Forum Bisnis Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor (Forbis), dan Yayasan Pemeliharaan dan Perluasan Pondok Modern Gontor (YPPPM) menandatangani kesepakatan kerjasama (MoU) dengan HPA International Malaysia pimpinan Tuan Haji Ismail bin Haji Ahmad dalam program “One Pesantren One Product”.
Melalui kerjasama ini HPA akan membantu pondok-pondok pesantren di Indonesia untuk memproduksi sendiri barang-barang yang dibutuhkan oleh santri seperti odol, sabun mandi, sampho, dan sikat gigi.
Selain itu, HPA akan membantu pondok pesantren untuk menghadirkan “Halal Mart” dan “Klinik Pengobatan Herbal a la Nabi” (Thibbun Nabawi). Berikut ini komentar para kiai pimpinan pondok pesantren tentang kerjasama untuk kemandirian pondok pesantren itu.
Dr KH Zulkifli Muhadli, Ketua FPA: Ada Trasfer Teknologi
Kerjasama FPA dengan HPA International Malaysia mencakup empat hal. Pertama, mewujudkan One Pesantren One Product, dan ini dimulai dari transfer teknologi, baik di bidang teknologi pertanian, teknologi industri, teknologi pengolahan dan lainnya.
Kedua, mendirikan klinik pengobatan cara nabi atau klinik Tibbun Nabawi di setiap pesantren anggota FPA.
Ketiga, mendistribusikan produk-produk halal buatan pesantren itu agar bisa sampai ke umat. Melalui kerjasama ini, kita akan mewujudkan satu pesantren satu halal mart. Kita akan menjamin semua barang yang tersedia di dalamnya itu halal.
Keempat, melalui kerjasama ini diharapkan akan ada trasfer atau alih teknologi dari HPA kepada pesantren-pesantren di Indonesia, khususnya anggota FPA.
KH Syahid Marqum, Pondok Pesantren Mawaridussalam Medan: Menjamin Kehalalan Sebuah Produk
Kesepakatan antara FPA (Forum Pesantren Alumni Gontor, Red) dengan HPA International Malaysia itu harus segera direspon. Ini berkah untuk pondok. Kita harus meresponnya dengan positif.
Kemandirian pondok pesatren bisa melalui pembuatan produk-produk yang dibutuhkan oleh para santri.
Pembuatan produk secara mandiri oleh pesantren bisa menjamin kehalalan sebuah produk. Produk yang halal dan sehat menjadi perhatian pondok pesantren di Indonesia. Karena itulah kita sangat mendukung rencana setiap pesantren bisa membuat sendiri produk-produk yang dibutuhkan oleh santri.
HPA sudah mempunyai teknologi dari hulu sampai hilir. In syaa Allah pondok pesantren bisa menghasilkan produk-produk yang halaalan thayyiban. Kalau bahan buku, teknologi dan sumberdaya manusianya sudah ada, mengapa kita tidak membuat produk halal sendiri?
Kami juga mendukung rencana untuk menghadirkan klinik pengobatan a la Nabi (Tibbun Nabawi) oleh HPA di pondok pesantren di Indonesia.
Mawaridussalam sangat merespon kerjasama ini.
Dr KH Ikhwan Hadiyyin MM, Pondok Pesantren Modern Daarel Azhar Rangkasbitung: Untuk Kejayaan Ekonomi Umat
Kami menyambut positif kerjasama antara Forum Pesantren Alumni (FPA) Gontor dengan HPA International Industries Malaysia. Ini kerjasama yang sangat luar biasa.
Kami sangat mengapresiasi HPA yang dipimpin oleh Tuan Haji Ismail bin Haji Ahmad. Apa yang telah dilakukannyaditujukan untuk kejayaan ekonomi umat Islam.
Jika bangsa Indonesia dan Malaysia yang serumpun itu bersatu akan menghasilkan sinergi yang kuat untuk kebangkitan ekonomi umat.
Kiai dan ulama merupakan agen perubahan. Karena itu ide Tuan Haji Ismail bin Haji Ahmad untuk mewujudkan program One Pesantren One Product harus didukung.
Melalui program ini setiap pesantren di Indonesia akan didorong dan dibantu oleh HPA untuk bisa menghasilkan produk sendiri, khususnya barang-barang keperluan santri seperti sabun, odol, sikat gigi, shampo, buku, dan makanan.
Sangat bagus kalau setiap pesantren bisa memproduksi barang-barang kebutuhannya sendiri. Selama ini kita menggunakan produk-produk buatan Yahudi.
Ahmad Jameel, Ketua Yayasan Daarul Qur’an Cipondoh, Tangerang: Fokus Distribusi Produk
Banyak manfaat yang bisa kita ambil dari kunjungan selama empat hari, Senin sampai Kamis, di Malaysia ini. Pertama, sosok Tuan Haji Ismail sebagai pengusaha Muslim yang visioner dan tidak melihat batas wilayah, batas negara. Semoga bisa kita sinergikan antara HPA dengan FPA dan pesantren-pesantren alumni Gontor lainnya.
Pondok pesantren harus mandiri. Untuk itu diperlukan kekompakan. Kalau semua pesantren kompak, in syaa Allah kita bisa lebih mandiri.
Darul Qur’an sendiri sudah melakukan upaya kemandirian pesantren. Misalnya, pengadaan beras untuk kebutuhan santri langsung ke petani. Kita giling beras sendiri dan kita suplai ke pesantren-pesantren. Sayur mayur juga. Dari kita, oleh kita, untuk kita. Segala hal yang baik itu bisa disinergikan. Sinergi itu energi.
Soal rencana kerjasama dengan HPA, kami akan fokus ke distribusi produk melalui outlet-outlet yang ada di pondok pesantren. Kita ada beberapa pesantren di Tangerang, Cikarang, Lampung, Semarang, Karawang, Banyuwangi, Malang, dan lain-lain. Jumlah rumah tahfidz yang terdata ada 900. Tapi menurut pengalaman ketika kami turun ke daerah meresmikan rumah tahfidz, diperkirakan ada sekitar 6000 rumah tahfidz di seluruh Indonesia. Memang belum semua rumah tahfidz terdata.
Selain itu, kami juga akan memanfaatkan market place di Paytren. Jadi, tidak hanya pesantren yang kita coba kembangkan, tapi juga komunitas di Paytren yang berjumlah 1,5 juta. Kemudian Belanjaqu.com, Daqu Mart, dan lain-lain. Semoga dari sini bisa kita optimalkan.
Karena itulah Darul Qur’an mendukung kerjasama antara Forum Pesantren Alumni Gontor (FPA) dengan HPA International Malaysia. []
H Agus Maulana SS, Ketua Forbis:
Kerjasama Pengembangan Usaha
Nota kesepahaman dengan HPA International meliputi kerjasama dalam pembinaan, pelatihan dan mentoring serta alih teknologi; kerjasama dalam distribusi produk HPA melalui jaringan FPA dan Forbis; serta menjalin kerjasama dalam pengembangan usaha dan teknologi herbal, pengobatan tibbun nabawi serta produk halal lainnya.
Pesantren bukan sebagai market saja, tapi didorong untuk menjadi produsen produk-produk halal yang dapat membantu kemandirian ekonomi pesantren dan ekonomi umat.
HPA mempunyai pengalaman dan teknologi yang siap mendukung program One Pesantren One Product. Semoga hal ini menjadi salah satu bentuk kontribusi dan tanggung jawab kita terhadap Produk Halal bagi negeri tercinta, Indonesia.
MoU antara HPA International dengan Forum Bisnis IKPM Gontor meliputi: Pertama, menjalin kerjasama dalam pembinaan, pelatihan dan mentoring bagi para pengusaha anggota Forum Bisnis IKPM Gontor.
Kedua, menjalin kerjasama dalam distribusi produk HPA melalui jaringan anggota Forum Bisnis IKPM Gontor. Ketiga, menjalin kerjasama dalam pengembangan usaha dan teknologi herbal serta produk halal lainnya bagi anggota Forum Bisnis IKPM Gontor. n
























