pesanan-majalah-edisi-khusus
29 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Friday, 11 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Saintek Kesehatan

ASEAN Siaga Darurat Zika

Dedi Junaedi by Dedi Junaedi
13 October 2016
in Kesehatan
0

Memasuki September 2016, virus zika mewabah di kawasan Asia Tenggara. Mula-mula muncul di Singapura, kemudian merambat ke negara tetangganya. Mulai Thailand, Filipina, Indonesia, Malaysia, dan Vietnam. ASEAN mendekati darurat zika.
Wabah zika merebak di Singapura pasca perhelatan Olimiade 2016 di Rio de Janerio, Brazil. Dalam satu bulan terakhir virus ini telah meinfeksi 333 warga di Singapura, 41 di antaranya melalui transmisi lokal. Pemerintah Singapura mulai khawatir dan menyerukan kerjasama regional ASEAN untuk menanganinya secara bersama.
‘’Nyamu Aedes banyak berkeliaran di wilayah kita. Zika bisa menjadi wabah besar seperti demam berdarah. Mari kita bersatu dalam kejasama memerangi virus zika,’’ ajak PM Singapura Lee Hsien Loong dalam KTT ke-28 ASEAN di Laos, seperti dkutip Straits Times.
Wabah zika kemudian bergerak ke Thailand. Sedikitnya 100 kasus dilaporkan otoritas kesehatan di Bangkok. Kasus serupa telah menimpa sejumlah warga di Filipina, Indonesia, Vietnam, dan Malaysia. Menteri Kesehatan Malaysia, S Subramaniam, mengkonfirmasi kasus zika pertama menyerang wanita hamil di Johor.
Di Indonesia, virus zika ditemukan pertama kali tahun 1977 di Klaten, Jawa Tengah. Temuan berdasarkan observasi kasus 1977-1978, kata Dirga Sakti Rambe, peneliti vaksin UI. Kauss zika berikutnya ditemukan peneliti Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Jakarta tahun 2014/2015 di Jambi. Yang terbaru, menurut Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Jane Soepardi, kasus jika menimpa warga Batam, Riau.
Meski kasus baru belum banyak dilaporkan, Jane berpendapat potensi Indonesia terjangkit zika sangat besar. Apalagi bila berkaca pada Singapura, yang berhasil mengendalikan populasi nyamuk, saja dapat terpapar wabah zika.

Potensi Wabah
Menurut kajiam tim dari London School of Hygiene and Tropical Medicine, Oxford University dan University of Toronto, Kanada, sekitar dua juta orang Asia dan Afrika terancam terinfeksi zika. Kepada The Lancet Infectious Diseases, mereka menyebut warga di India, Indonesia, dan Nigeria paling rentan tertular. ‘’Sebagian besar penduduk tiga negara ini tinggal di lingkungan yang sulit untuk melakukan deteksi, pencegahan dan merespon virus,’’ tulisnya.

Tim melihat sejumlah faktor, seperti banyak orang bepergian ke wilayah wabah, keberadaan nyamuk inang virus dan cuaca lingkungan berisiko tinggi. Mereka juga menilai Filipina, Vietnam, Pakistan dan Bangladesh cukup rentan karena sumber daya medisnya terbatas. “Imbasnya tergantung pada kemampuan negara untuk mendiagnosa dan merespon kemungkinan wabah,” kata Kamran Khan dari St Michael Hospital Toronto.

Menurut WHO, hingga kini, zika telah menyebar ke sedikitnya 72 negara. Dari jumlah itu, 55 negara –antara lain Brazil, AS, dan Singapura– termasuk katagori rawan wabah; 4 negara (Indonesia, Thailand, Filipina dan Vietnam) temasuk wilayah endemik penularan zika; dan 13 negara (Chili, Kamboja, Laos, Gabon, Malaysia) termasuk kawasan terdampak. ‘’Suhu hangat selama musim panas juga menguntungkan nyamuk hidup lebih lama,’’ kata peneliti Oliver Brady.
Profesor virologi molekular, Jonathan Ball, mengatakan aktivitas perjalanan dan perdagangan akan menyebarkan viza ke seluruh dunia. “Ini adalah virus yang menyebar selama bertahun-tahun di Afrika, Asia dan lainnya, banyak orang sudah tertular,” tegasnya.
Menurut David Heymann, Kepala Komitee Darurat Zika Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penularan virus zika tergolong cepat menyebar. Tujuh bulan lalu, ketika otoritas kesehatan dunia itu pertama kali membentuk Komite Darurat Zika, negara terdampak baru 21 negara. Kala itu, para ahli pun memperkirakan baru sekitar 1-1,5 juta kasus Zika di dunia.
Pemicu Mikrosefalus
Awalnya, virus zika hanya dianggap mikroba biasa. Paling banter menimbulkan gatal-gatal dan demam ringan pada sebagian komunitas di Afrika. Belakangan, ia menyerang ibu hamil dan janin di berbagai negara. Virus Zika terindikasi kuat sebagai pemicu mikrosefalus.
Virus zika dapat memicu gejala penyusutan otak pada janin sehingga menyebabkan kerusakan otak, bahkan kematian janin dan bayi baru lahir. Mikroba ini telah menyebar kemana-mana dan menimbulkan kepanikan di sejumlah negara Amerika Latin. Khususnya, Brasil, tempat ribuan bayi pengidap mirosefalus. Misa Korva dalam The New England Journal of Medicine (10/2/2016) memperkirakan ada sekitar 440.000-1.300.000 kasus Zika di Negeri Samba.
Perkembangan wabah Zika memaksa WHO bertindak taktis dengan membentuk satuan tugas khusus. Lembaga ini khawatir, virus in “meledak” menjadi pandemi global, sebagaimana wabah ebola di Afrika Barat yang menewaskan lebih dari 11.000 orang.
Zika disebut-sebut bertanggung jawab terhadap sekitar 4.000 bayi di Brasil yang mengidap gejala mikrosefalus. Dirjen WHO, Dr Margaret Chan, berpandangan ancaman zika ‘telah berkembang dari tingkat menengah ke tingkat yang mengkhawatirkan. ‘Dampak dari virus ini sangat serius,’’ tegasnya.
Menurut Chan, zika telah mengancam 3-4 juta balita di seluruh dunia. Sekitar dua juta di antaranya ada di Karibia dan Amerika Latin. Brasil pertama kali melaporkannya secara terbuka pada Mei 2015. WHO memperkirakan 1,5 juta orang di negara tersebut terkena virus zika.
Penyebaran Virus Zika
Merupakan sejenis virus dari keluarga Flaviviridae dan genus Flavivirus, mikroba ini ditemukan pertama kali 1947 pada monyet-monyet di Hutan Zika, Uganda. Kasus pertama menyerang manusia terjadi di Nigeria pada 1954. Kala itu, tidak menimbukan ancaman besar terhadap manusia sehingga diabaikan oleh komunitas ilmuwan, tulis Daniel R Lucey dan Lawrence O Gostin dalam Journal of the American Medical Association (Februari 2016).
Penyebarnya adalah Aedes aegypti. Masih satu famili dengan virus penyebab demam berdarah, penyakit kuning, dan penyakit cikungunya, virus ini dapat menyebabkan sakit ringan atau demam zika. Penyakit ini juga dilaporkan menyerang warga Uganda dan daerah khatulistiwa Afrika dan Asia. Gejalanya mirip demam dengue ringan yang bisa hilang setelah istirahat atau dirawat beberapa hari.
Seiring perjalanan waktu, zika menyebar ke wilayah lain. Kasus pertama di luar Afrika terjadi di Yap Island di kawasan Pasifik Mikronesia 2007. Sejak itu, kasusnya beberapa kali muncul di Pasifik. Pada 2014, ia menyebar ke timur melintasi Samudra Pasifik, Polinesia Perancis, kemudian Pulau Paskah. Dan, pada 2015, ia menyebar ke Amerika Tengah, Karibia, dan mewabah di Amerika Selatan, termasuk Brazil.
Menurut Dr Herawati Sudoyo, dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Jakarta, beberapa riset mengembangkan kecurigaan adanya kemungkinan penyebaran virus ini di luar media nyamuk, seperti melalui proses tranfusi darah dan hubungan seks. Meski dugaan ini belum bisa dibuktikan kebenarannya.

BACA JUGA

Rumah Sehat BAZNAS Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Brebes

Rumbia, Buah Khas Aceh yang Kaya Manfaat untuk Kesehatan

Mengenal Operasi LASIK dan Manfaatnya untuk Mata

Inilah 6 Kiat Cegah Mata dari Penyakit Katarak

WHO: Covid-19 Varian EG.5 Sangat Menular Tapi Tidak Berbahaya

Vaksin Zika
Tim University of Texas Medical Branch tengah tengah intensif menganalisa perilaku zika. di Galveston, Texas. Dengan sampel kasus Pulau Yap, Mikronesia, Pasifik (2007), mereka berupaya menemukan formula vaksin zika.
“Risiko infeksi Flavivirus sangat signifikan. Jika terjadi pada janin dapat menghambat perkembangan otak. Kadang menyebabkan bayi mengalami gangguan mental seumur hidup,” kata Prof Scott Weaver, Direktur Institute for Human Infections and Immunity(IHII) seperti dikutip BBC.
Menurut Weaver, gejala infeksinya mirip demam berdarah, termasuk flu, radang mata, sakit pada persendian, dan bintik merah kulit. Dalam beberapa kasus, ada komplikasi, seperti sindrom Guillain-Barre, yang menyebabkan kelumpuhan saraf otak.
Lucey dan Gostin, ahli virus dari Georgetown University School of Medicine di Washington DC, memperkirakan vaksin zika baru siap diujicoba dalam dua tahun mendatang. ‘’Sedang untuk dapat izin beredar ke masyarakat luas, mungkin perlu waktu 10 tahun lagi,’’ pungkas Gostin. [Dedi Junaedi]

Tags: ASEANDaruratSiagaZika
Share10Tweet6Send
Previous Post

Sel Surya Baru: Efisiensi Konversi Sampai 50%

Next Post

Cordelia Selomulya: Nanoteknologi Kunci Solusi Masa Depan

Dedi Junaedi

Dedi Junaedi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

5 September 2026
Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

6 September 2026
YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

3 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

9 September 2026
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

0
Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

0
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

0
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

0
Kunci Sukses dalam Hidup

Kunci Sukses dalam Hidup

0
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

11 September 2026
Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

11 September 2026
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

9 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

9 September 2026
Kunci Sukses dalam Hidup

Kunci Sukses dalam Hidup

9 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result