10
Tonton Selengkapnya
pesanan-majalah-edisi-khusus
28 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 23 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Muamalah Konsultasi

Belenggu Penjajahan

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
25 December 2016
in Konsultasi
0

Oleh Dr  M Kholid Muslih MA

Pertanyaan: Ustadz, setiap tanggal 17 Agustus, negara kita memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Tahun ini menginjak usia ke-71. Sebenarnya apa makna yang sesungguhnya dari kemerdekaan itu ? Apa kaitan jiwa merdeka dengan ajaran Tauhid?

Jawab: Merdeka artinya terbebas dari segala belenggu-belenggu yang menyebabkan seorang individu, kelompok atau sebuah bangsa tidak mampu melakukan sesuatu sesuai dengan keinginannya (yang didasari oleh akal yang sehat serta hati nurani yang bersih) secara bebas. Belenggu tersebut bisa saja berasal dari internal maupun eksternal.

Sumber belenggu internal adalah nafsu hewani yang ada dalam diri manusia. Nafsu yang mendorong manusia melakukan hal-hal buruk, keji, dan menjerumuskan. Nafsu hewani yang secara dominan mendorong kepada keburukan ini, jika berhasil menguasai akal pikiran dan hati nurani manusia, maka keinginan-keinginan buruk yang muncul darinya akan menguasai mereka, hingga membuat yang bersangkutan tidak mampu menentukan pilihan terbaik untuk dirinya. Karena ia menjelma menjadi keinginan-keinginan yang tidak mungkin diabaikan serta tidak boleh tidak harus dipenuhi.

BACA JUGA

Batasan Pergaulan Laki-Laki dan Perempuan yang Bukan Mahram

Kebiasaan Berjalan Lambat Mempercepat Penuaan

Akhlak Murid terhadap Guru

Mengapa Gontor Tidak Berpolitik?

Pendidikan Homogenisasi di Gontor

Posisi seperti ini oleh al-Qur’an disebut sebagai posisi “tuhan” karena semua titah nafsu tersebut tidak mungkin diabaikannya.

“Tidakkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, lalu Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya serta mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?”. (Al-Jatsiyah: 23).

“Tuhan” di sini merupakan simbol ketundukan dan kepasrahan total seorang hamba kepada titah dan perintahnya tanpa catatan dengan mengesampingkan sarana pengetahuan: yaitu indera (penglihatan dan pendengaran) serta hati (akal pikiran dan hati nuraninya).

Jadi merdeka secara internal artinya membebaskan diri dari belenggu-belenggu dorongan nafsu hewani yang menjerumuskan serta memiliki kekuatan tiranis (memaksa) sebagaimana tersebut di atas. Manusia yang tidak mampu membebaskan dirinya dari belenggu-belenggu di atas sejatinya sedang berada dalam posisi diperbudak atau terjajah meskipun dapat memenuhi semua keinginan mereka, karena keinginan-keinginan tersebut sebenarnya tidak murni muncul dari akal pikiran yang sehat serta hari nutaninya yang bersih dan paling dalam.

Selanjutnya manusia yang telah terjajah oleh nafsu hewaninya, cenderung egois; yaitu kecenderungan untuk menang sendiri, berkuasa sendiri, serta memiliki sendiri. Sifat-sifat yang menyebabkan manusia mengambil dan menguasai apa yang bukan miliknya secara paksa. Inilah sumber dari semua bentuk kezaliman yang salah satunya tercermin dalam bentuk pemaksaan seseorang atas lainnya, atau penindasan sebuah kelompok atas kelompok lain, hingga penjajahan sebuah bangsa atas bangsa lainnya. Pemaksaan, penindasan dan penjajahan tersebut jika menjadikan seseorang, kelompok maupun sebuah bangsa tidak bebas dan tidak mampu melakukan hal-hal yang murni bersumber dari keinginan mereka yang bebas inilah yang disebut dengan penjajahan.

Namun tidak semua penjajahan, menjadikan semua obyeknya tidak merdeka. Banyak orang, kelompok atau sebuah bangsa yang secara fisik terjajah, namun jiwanya, pikiran serta kehendaknya tetap bebas. Sebab mereka mampu mengenyahkan belenggu utama yang menjadikan seseorang tidak berdaya di hadapan beragam tekanan yaitu: “belenggu ketakutan”, yang seringkali menjadikan mereka tidak berani mengatakan dan melakukan sesuatu yang memiliki risiko berat.

Seorang Bilal –misalnya- meskipun wujudnya sebagai budak, sebelum dibebaskan oleh Abu Bakar, namun memiliki jiwa bebas dan merdeka. Keinginannya yang tulus menjadi pengikut Muhammad Rasulullah SAW, tidak pernah terbelenggu oleh ancaman dan siksaan fisik tuannya yang begitu berat dan menakutkan.

Imam Ahmad bin Hanbal juga merupakan contoh semisal dalam kebebasan dan kemerdekaan. Ancaman penjara dan siksaan kaum Mu’tazilah atas para ulama’ dalam masalah “Apakah Kalam Allah itu “Qodim” (tidak bermula) atau Hadits (bermula)”, tidak pernah mampu membungkam lidahnya untuk mengatakan dan menyatakan kebenaran.

Ibnu Taimiyah juga menjadi simbol lain dari kebebasan dan kemerdekaan. Perkataan Ibnu Taimiyah yang sangat fenomenal tentang kebebasan dan kemerdekaan jiwa ini di antaranya: “Apa yang mampu mereka lakukan terhadapku; jika akau dipenjara itu adalah saat-saat indah aku berkhalwat dengan Tuhanku, jika aku diusir dari kampung halamanku itu adalah kesempatan yang indah bagiku untuk plesiran menikmati indahnya dan luasnya tanah Allah, jika mereka membunuhku itu adalah saat indah aku bertemu dengan Kekasihku”.

Umar Mukhtar, meski mati di atas tiang gantungan tentara Italia, menjadi simbol dari kebebasan dan kemerdekaan para pejuang. Karena tekanan ancaman tiang gantungan tentara Italia tidak pernah membatasi keinginannya untuk menghentikan penjajahan Itali atas Libya. Demikian pula dengan para ulama’ lain seperti Sayyid Qutb, Hamka, atau pahlawan-pahlawan kita seperti Pangeran Dipenegoro, Tengku Umar, Tengku Cik Ditiro, Imam Bonjol dan lainnya. Semuanya menjadi simbol pribadi yang bebas dan merdeka.

Bangsa yang merdeka adalah bangsa yang mampu menyingkirkan belenggu ketakutan dalam diri mereka, atas tekanan negara lain. Pada  7 Januari 1965, Indonesia menyatakan keluar dari PBB sebagai bentuk protes terhadap keputusan PBB memasukkan Malaysia –yang dinilai oleh Bung Karno sebagai negara boneka bentukan Inggris- sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

Pada tahun 1919, pemerintah Inggris di India memberlakukan “Rowlatt Acts”. Isinya: Siapapun yang menentang pasti diganjar dengan penjara. Gandhi menentangnya. Ribuan pengikutnya berdemo di taman Punjabi. Inggris meresponnya dengan tembakan. Korban tewas mencapai 400, namun  gerakan penentangan tak surut.

Bagi Islam, jiwa kebebasan dan kemerdekaan sejatinya merupakan pancaran dari mata air “tauhid”. Tauhid memberikan energi kuat  untuk bergantung hanya kepada Allah. Saat ketergantungan ini menguat, maka seorang hamba mampu membuang rasa khawatir dan takut. Sebagaimana Allah berfirman:  “(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada “kekhawatiran” terhadap mereka dan tidak (pula) mereka “bersedih hati”.” (al-Baqarah: 112)

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat “keamanan” dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (al-An’am: 82)

“Kebebasan”  menjadi elemen penting dari Panca Jiwa Gontor. Ini dielaborasi dengan semboyan: “Di atas Pondok Modern Darussalam Gontor hanya Allah, di bawah hanya tanah. Jasad melekat di bumi, tetapi jiwa berhubungan langsung dengan Yang di langit, di Arsy, dengan segala risikonya”.

Sementara jiwa bebas diterjemahkan: “Katakanlah yang benar walaupun pahit rasanya”. “Gontor mendidik mujahid yang mampu mengatakan “ya” di saat harus berkata “ya”. Dan mampu mengatakan “tidak” di waktu “tidak”. “Jadilah generasi yang menyatakan kebenaran, jangan yang hanya membenarkan kenyataan.” Begitulah makna kebebasan dan kemerdekaan menurut Islam.

 

Tags: Penjajahan
Share211Tweet132Send
Previous Post

Ciri Guru Bertakwa

Next Post

Donald Trump dan Islamophobia

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Al-‘Afwu dan Al-Maghfirah: Hierarki Ampunan dalam Perspektif Spiritual Islam di Akhir Ramadhan

Kiat-Kiat Agar Anak Betah di Pesantren: Sebuah Rangkuman Pidato Masyayikh Gontor

3 May 2026
kh fauzi tidjani djauhari

Pesantren Al-Amien Prenduan akan Gelar Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah Ke-234

13 July 2026
Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

12 July 2026
Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

12 July 2026
Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

13 July 2026
Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

0
Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

0
FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

0
200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

0
Sarasehan Guru Besar Alumni UNIDA Gontor Bukti Penguatan Misi Menuju World Class University

Sarasehan Guru Besar Alumni UNIDA Gontor Bukti Penguatan Misi Menuju World Class University

0
Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

17 July 2026
Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

17 July 2026
200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

200 Lebih Alumni Angakatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

16 July 2026
FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

16 July 2026
Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PC IKPM Gontor Lampung Gelar Silaturahmi Perdana Bersama Alumni

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PC IKPM Gontor Lampung Gelar Silaturahmi Perdana Bersama Alumni

16 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan.📖 Edisi Juli ✅
📖 Edisi Agustus ✅
📖 Edisi September 🔜🔥 Jangan sampai orang lain sudah punya, sementara Anda kehabisan.📲 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontornews #gontormendunia #unidagontor #mediaperekatumat #koleksibersejarah #edisikhusus #pesansekarang #jangansampaikehabisan
  • Stok terbatas!
Sudah punya Edisi Agustus?Edisi spesial ini mengupas perjalanan UNIDA Gontor Mendunia dan hanya hadir dalam rangka 100 Tahun Gontor.Banyak yang sudah memesan. Jangan sampai Anda tertinggal.Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #unidagontor #majalahgontor #gontornews
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #MajalahGontor #Gontor #PondokModern #DarussalamGontor #MediaPerekatUmat #GontorMendunia #KoleksiBersejarah #alumnigontor #gontornews #majalahgontor
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Pre-Order telah dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eksemplarMengingat kuota cetak yang terbatas, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Pemesanan Anda di sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @ikpmmadiun
Bagi keluarga besar Gontor, setiap nasihat Pimpinan adalah bekal sepanjang perjalanan hidup. 🤍Kali ini, mari kita luangkan waktu sejenak untuk kembali mendengarkan petuah dari K.H.Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor)Insya Allah apa yang kita dengar bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menguatkan niat untuk terus berkhidmat kepada umat.🤲 Jangan berhenti di kita. Bagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.💬 Antum Alumni Gontor angkatan berapa? Share di kolom komentar.
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Menuju Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Majalah Gontor menerbitkan Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Mumpung BELUM terlambat, Pre-Order Edisi Agustus & September resmi dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eks eksemplar
⏳ Batas Waktu PO Edisi Agustus: 10 Juli 2026, Pukul 11:59 WIB (Tinggal menghitung hari!)Mengingat kuota cetak yang sangat ketat, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Slot Pemesanan Anda di Sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @unida.gontor and @miladunidagontor
Bismillahirrahmanirrahim
👋Sampai jumpa di Kampus UNIDA Gontor!
Tabligh Akbar bersama Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.Dalam rangka memperingati Milad UNIDA Gontor ke-63, Hadirilah Tabligh Akbar Universitas Darussalam Gontor:✨ Tema: Pentingnya Pesantren
👤 Bersama: Al Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.
🗓️ Hari/Tanggal: Kamis, 9 Juli 2026
🕗 Waktu: 20:00 WIB – Selesai
🏛️ Tempat: Universitas Darussalam Gontor (Jl. Raya Siman, Ponorogo, Jawa Timur)Link Pendaftaran:
bit.ly/tablighakbar_unidagontorAcara ini terbuka untuk umum dan menyediakan doorprize menarik bagi jemaah yang beruntung.Mari jadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat ukhuwah serta meningkatkan kapasitas keilmuan kita.#MiladUNIDAGontor63 #UstadzAdiHidayat #PesantrenPerekatUmat #TablighAkbarPonorogo #unidagontor
#majalahgontor #gontornews
  • Repost from @irengsepur Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan sebagai salah satu alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dapat turut menyemarakkan Milad Satu Abad ini. Meskipun belum dapat hadir secara langsung, Alhamdulillah di sela-sela kegiatan latihan saya diberikan izin oleh kesatuan untuk mengibarkan bendera Pondok Modern Darussalam Gontor di ketinggian  500 ft di atas langit Majalengka. Bagi saya, ini bukan sekadar sebuah penerjunan, tetapi bentuk penghormatan, rasa syukur, dan kecintaan kepada almamater yang telah membentuk karakter dan perjalanan hidup saya.Salam takzim kepada seluruh Bapak Kiai dan para Asatidz atas segala ilmu, doa, dan keteladanan yang telah diberikan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, keberkahan, dan membalas setiap pengabdian dengan pahala yang berlipat.Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Semoga Gontor senantiasa menjadi mercusuar peradaban Islam, terus melahirkan generasi pemimpin yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan memberkahi Gontor sepanjang masa. Aamiin ya Rabbal
  • 🎓BEASISWA JALUR RAPOR✨Kabar gembira bagi alumni Pondok Modern Darussalam
Gontor & Pondok Pesantren Alumni Gontor!Dapatkan beasiswa Free Uang gedung dan Potongn UKT
50% disetiap semester sampai lulus kuliah di Universitas
Ary Ginanjar (UAG) dan wujudkan impianmu menjadi
profesional unggul di berbagai bidang!✍️Syarat Pendaftaran:
✅Lulusan Gontor dan rekanan Gontor tahun
2022-2025
✅Memiliki Hafalan Qur

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result