Kali ini kita akan berbicara mengenai berkah kebersamaan. Ada dua kata yang perlu kita pahami, yang pertama adalah berkah yang kedua adalah kebersamaan. Kata-kata berkah itu dari bahasa Arab artinya annumuu waziadah atau azziadah wumu artinya tumbuh dan berkembang, ada tambahan, ada pertumbuhan. Ini namanya azziadah. Ini namanya berkah, terutama tambah manfaatnya, berkembang manfaatnya. Ini namanya berkah.
Alberkah banyak hal di dalam Islam, bahwa berkah itu bisa kita dapatkan pada berbagai macam keadaan. Suatu saat Rasulullah ditanya mengenai makan. Sahabat bertanya, “ya Rasulullah kami ini makan tapi tidak kenyang.” Rasulullah kemudian bertanya balik, “Apakah kamu makan sendiri-sendiri?” Sahabat menjawab, “Ya.” Maka Rasulullah mengatakan, “Kulu jami’an wala tafarraqu fainnal barakah ma’al jama’ah.”
Jadi yang disebut barakah di situ adalah tambahnya manfaat, dan tambahnya manfaat itu karena berjamaah. Di dalam makan juga ada disebutkan tha’amul wahid yakfil isnaini wa tha’amul isnaini yakfil arba’ah watha’amul arba’ah yakfi samaniyah. Hadis ini menunjukkan bahwa makan itu berkah dengan adanya jamaah.
Yang pertama kali tadi makan tapi tidak kenyang artinya tidak berkah, sebentar-sebentar lapar, sebentar-sebentar kekurangan energi. Maka kemudian disuruh untuk berjamaah di dalam makan, tidak sendiri-sendiri. Ini berkah dari jamaah itu.
Disebutkan juga bahwa shalatul jama’ati tafdhulu min shalatil faddzi bisab’in wa ‘isyrina darajah, shalat berjamaah itu lebih baik daripada shalat sendirian 27 kali lipat. Ini berkah. Jadi berkah itu karena jamaah, karena kebersamaan. Jamaah itu bisa kita sebutkan sebagai kebersamaan. Maka jamaah itu sebenarnya adalah satu kelompok orang yang konsisten, satu kelompok orang yang mempunyai rasa terikat bersama-sama kemudian mereka komitmen di dalam mendukung antara satu dengan yang lain. Ini adalah kebersamaan. Jadi banyak hal yang kita lihat dalam kehidupan sehari-hari bahwa kita ini harus bersama-sama.
Afala tubsirun wafi anfusikum. Afala tubsirun itu menunjukkan juga apakah kamu akan lihat kepada dirimu sendiri. Kalau kita lihat, perhatikan dari kegiatan yang kita laksanakan setiap hari, maka di sana antara anggota badan itu ada kebersamaan tetapi tidak menunjukkan bahwa kebersamaan itu sama. Kebersamaan itu bersama dalam usaha untuk melaksanakan satu program bersama-sama. Kalau kita lihat kaki kita dua, ketika melangkah ke depan untuk berjalan itu tidak bersama kiri kanan, tetapi ketika yang satu berhenti yang satu berjalan juga kebersamaan.
Juga dalam tubuh kita, mata melihat ke depan sehingga ketika berjalan itu ada sesuatu yang dilihat di depannya, ini berbahaya atau tidak. Ini nabrak atau tidak. Ini kerjanya mata. Jadi mata bekerja untuk melihat, tidak seperti kaki bergerak maju ke depan kiri kanan, tangan kemudian bergerak juga kiri kanan yang tidak sama dengan kaki. Kemudian juga telinga mendengarkan. Ketika berjalan ada bel mobil atau sepeda motor dari belakang, aku sudah minggir. Ini kebersamaan.
Telinga, tubuh, mata dan juga hidung kita semuanya bekerja bersama-sama. Ini kebersamaan. Jadi kita bergerak itu dengan kebersamaan.
Makan itu pun juga kebersamaan, tidak bisa hanya mulutnya saja, tapi juga tangannya. Matanya melihat apa yang dimakan, dan seterusnya. Itulah kerjasama anggota tubuh kita. Kebersamaan anggota tubuh kita mendapatkan satu hasil yaitu bisa berjalan jauh tanpa nabrak, dan bisa cepat. Inilah kebersamaan dalam tubuh kita. [] Bersambung




















