Manaus, Gontornews — Lebih dari 55 narapidana ditemukan tewas dalam dua hari terakhir di sejumlah penjara di Brasil utara, kata pihak berwenang, Senin (27/5).
Mayoritas korban ditemukan di Institut Penal Antonio Trindade dekat Manaus, ibukota negara bagian Amazonas.
Seperti dirilis Aljazeera, lembaga pemasyarakatan negara bagian Amazonas mengatakan, para tahanan yang ditemukan tewas pada hari Senin semuanya menunjukkan tanda-tanda asfiksia.
Pemerintah federal mengatakan, pihaknya mengirim bala bantuan untuk meningkatkan keamanan di penjara-penjara negara bagian.
Kemudian pada hari Senin, lembaga pemasyarakatan negara bagian Amazonas merevisi jumlah kematian menjadi 40 dari sebelumnya 42 dan mengatakan pihak berwenang telah menguasai kembali kendali atas empat penjara.
Bentrokan Senin terjadi sehari setelah 15 narapidana tewas dalam kerusuhan di Kompleks Penjara Anisio Jobim Manaus, kata pihak berwenang.
Bentrokan itu pecah sekitar pukul 11:00 (15:00 GMT) selama jam kunjungan, yang terletak sekitar 28 km dari Manaus.
“Itu adalah perkelahian antara para tahanan. Tidak pernah ada kematian selama kunjungan,” kata Kolonel Marcos Vinicius Almeida pada konferensi pers pada hari Ahad.
Investigasi telah dimulai untuk mengetahui penyebab perkelahian, kata Almeida. [RM]






















