Jenewa, Gontornews — Pemerintah Cina menegaskan dukungannya untuk menentang segala bentuk Islamofobia. Duta besar Cina untuk PBB, Chen Xu, mengatakan negaranya selalu menganjurkan warganya untuk menghormati, toleransi dan saling pengertian antarperadaban yang berbeda.
“Peradaban Islam telah memberikan kontribusi penting bagi peradaban dunia. Keyakinan agama serta perasaan umat Islam sangat penting,” kata Duta Besar Chen saat berbicara dalam sebuah forum debat pada sesi ke-53 Dewan Hak Asasi Manusia PBB, Kamis 13 Juli 2023.
Dewan HAM PBB, Selasa (11/07/2023), mengadakan debat mendesak seputar meningkatnya tindakan kebencian atas nama agama di tengah publik global. Terkhusus, Cina menggarisbawahi sering terjadinya aksi penodaan Al-Qur’an yang terjadi di beberapa negara Eropa. Terbaru, kasus pembakaran Al-Qur’an yang dilakukan oleh Salwan Momika di Swedia tepat pada hari raya Idul Adha yang mendapatkan respons negatif dari sejumlah negara-negara Islam termasuk OKI.
Chen, kepada Xinhua, menegaskan bahwa pemerintah Cina mengutuk insiden penodaan Al-Qur’an. Mereka menganggap sebuah tindakan dengan dalih kebebasan berekspresi tidak boleh dijadikan pembenaran untuk menghasut benturan peradaban atau menciptakan konfrontasi.
Dia menambahkan, Cina siap bekerja sama dengan semua pihak untuk menerapkan inisiatif peradaban global untuk mengadvokasi kepatuhan negara anggota terhadap prinsip-prinsip kesetaraan, saling belajar, dialog dan toleransi antar peradaban. Baginya, kesalahpahaman antar peradaban dapat diatasi melalui pertukaran pelajar, termasuk menghindari bentrokan peradaban dengan memperkuat upaya untuk saling mempelajari satu sama lain.
“Cina berharap dan percaya bahwa debat ini, yang diikuti dengan dialog serta diskusi, akan mendorong beberapa negara untuk menunjukkan kemauan politik serta pengambilan kebijakan guna mengatasi permasalahan yang mengarah pada arogansi, diskriminasi dan xenofobia. (Debat ini juga bermanfaat) untuk meningkatkan pemahaman serta menghormati berbagai agama dan peradaban guna mempromosikan pembangunan komunitas bersama bagi umat manusia,” tutup Chen. [Mohamad Deny Irawan]
























