15
Tonton Selengkapnya
30 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 4 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Dakwah Jadi Panglima, Politik Mahkotanya

Oleh Fathurroji NK

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
14 March 2023
in Laput
0
Foto: Gramedia.com

Generasi muda Muslim jangan anti dan buta politik. Mereka harus ikut membangun dan menjalankan tradisi politik yang positif dan konstruktif demi masa depan mereka sendiri dan Indonesia yang lebih baik.

Islam adalah agama yang rahmatan lil alamien, seluruh aspek yang dilakukan umat Islam mengacu pada sumber yang jelas, yang diajarkan dalam Al-Qur’an dan hadits. Termasuk di dalamnya urusan politik.

Menurut Ketua Persis Dr KH Jeje Zaenudin, MAg di antara kesempurnaan agama Islam melalui gerakan dakwah. Gerakan Islam itu bisa dilakukan di segala situasi, baik situasi terbuka, situasi sempit, situasi mayoritas, situasi minoritas, selalu ada jalan yang diberikan agama kepada umatnya.

“Itulah karunia Allah kepada kaum Muslimin. Maka tidak pernah dakwah Islam ini putus, tidak pernah dakwah Islam itu padam apalagi di Indonesia yang mayoritas. Hanya masalah peluang, kesempatan, situasi, kemauan politik saja yang menentukan,” ungkapnya.

BACA JUGA

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

Nyalakan Cahaya Literasi di Pesantren dengan Gerakan Menulis

Menurut Kiai Jeje, dengan keleluasaan dalam dakwah, pendidikan, sosial, itu bisa menjadi lapangan perjuangan yang luar biasa untuk dakwah Islam. Karena politik itu salah satu unsur dakwah. “Kurang tepat juga kalau ada yang mengatakan politik adalah panglima dalam Islam, dalam Islam panglimanya tetap dakwah,” tegasnya.

Menurut Ketua MUI Bidang Seni dan Budaya, politik ini hanya salah satu unsur dari unsur-unsur dakwah. Di dalam dakwah ada tarbiyah, ekonomi, sosial, politik, dan lainnya. Puncaknya kalau mampu umat Islam mengendalikan politik itu, sehingga mampu memperkokoh dan merekatkan unsur-unsur dalam dakwah itu. “Karena pada dasarnya pendidikan membutuhkan kebijakan politik, ekonomi butuh kebijakan politik, penataan sosial butuh kebijakan politik,” paparnya.

Kiai Jeje mengatakan, dalam hadits Nabi dikatakan, tali Islam itu terkelupas satu-satu. Yang terkelupas pertama yaitu tali hukum dan yang terakhir yaitu shalat. Bahwa Islam itu seperti tali yang terdiri dari beberapa unsur, jika unsur-unsur itu terlepas maka umat Islam akan lemah.

Tali yang luar itu ada tali hukum. Tali hukum inilah yang mengikat tali-tali tadi. Maka ketika tali hukumnya lepas, terlepaslah tali-tali yang lainnya. Tapi tali yang paling kokoh adalah tali shalat. Makanya, dalam hadits kenapa ciri Muslim paling terakhir yaitu shalat.

“Kalau shalat saja sudah tidak, maka sudah hilang keislamannya. Kalau shalat saja sudah tidak ada, bagaimana melihat keislaman,” ungkapnya.

Jika dilihat dari sepanjang sejarah Islam sampai sekarang 1444, musuh-musuh Islam itu paham kekuataan perekat masyarakat Muslim ada di hukum. “Maka dari penjajahan Belanda, Inggris, Prancis, Eropa ke negeri Muslim, saya perhatikan penjajah itu sangat fokus mencabut hukum dari masyarakat Muslim,” ujarnya.

Belanda serius mencabut system hukum yang berlaku di masyarakat Muslim di Nusantara. Sehingga sistem hukum Islam yang berjalan di kesultanan-kesultanan dicabut hanya disisakan hukum privat, keluarga, perceraian, rujuk, warisan pun oleh mereka sudah dicabut kecuali telah menjadi budaya di suatu masyarakat lokal.

Menurut Tiar Anwar Bachtiar, Sejarawan & Pembina Jejak Islam untuk Bangsa (JIB) dalam tulisannya yang mengulas ‘Pemikiran M Natsir tentang Prinsip-Prinsip Kenegaraan Islam untuk Indonesia’ menjelaskan bahwa kalau dilihat dari genealogi perjuangan melawan Belanda, yang mula-mula mewariskan perjuangan ini para pejuang dari bekas-bekas kerajaan Islam. Mereka memperjuangkan satu negeri yang sebelumnya telah diperintah atasnama Islam.

Oleh sebab itu, yang diperjuangkan oleh para pejuang kemerdekaan yaitu mengembalikan “kerajaan-kerajaan Islam” yang sempat hilang. Memerdekakan Indonesia bukan membuat “Indonesia baru” yang ahistoris dari para pewarisnya.

“Indonesia yang dimerdekakan kemudian yaitu tanah yang sebelumnya dimiliki kejaraan-kerajaan Aceh, Deli, Melayu, Indragiri, Palembang, Banten, Cirebon, Mataram, Banjar, Kutai, Gowa, hingga raja-raja kecil Muslim di Jazirah Maluku,” jelasnya.

Perjuangan untuk memelihara warisan raja-raja Islam terus dilanjutkan. Kompromi politik tercapai dengan tetap mempertahankan negara ini tidak menjadi sekuler. Sila Pertama Pancasila menjadi monumen tetap bertahannya Indonesia dalam kendali agama. Setelah itu, kompensasi politik berupa dibentuknya departeman agama tidak bisa ditolak oleh semua pihak.

Sementara itu Wakil Ketua MPR Dr Hidayat Nur Wahid menepis keraguan sebagian kalangan tentang problem kebangsaan dari umat. Islam dan politik tidak bisa dipisahkan. Lahirnya Mosi Integral Muhammad Natsir merupakan bukti betapa pedulinya praktisi politik Islam terhadap kondisi Negara yang terpecah-pecah. “Semua itu tak terpisahkan,” ujar Hidayat dalam sebuah tulisannya.

Sejak awal tokoh Islam amat mencintai Indonesia. Tidak heran tokoh seperti Muhammad Natsir memiliki gagasan untuk menghindari Indonesia dari perpecahan. “Muhammad Natsir terus memperjuangkan gagasan itu kepada semua partai politik di parlemen untuk membentuk kembali NKRI yang sesuai dengan cita-cita proklamasi dan UUD NKRI 1945,” paparnya.

Mosi Integral Natsir, lanjut Hidayat juga mengandung pesan persatuan seluruh komponen bangsa. Mengingat konsep itu tidak akan terwujud tanpa adanya semangat persatuan dari semua kekuatan politik yang ada saat itu.

Dengan semangat persatuan, kehadiran Natsir sebagai Ketua Fraksi Masyumi, bersama kekuatan-kekuatan politik di parlemen lintas ideology mampu menghasilkan konsep brilian untuk menyelamatkan Indonesia dari perpecahan. “Bagaimanapun juga gagasan Mosi Integral tidak akan tercapai tanpa dukungan semua kekuatan politik yang ada saat itu,” tutur Hidayat.

Hidayat juga mengajak kepada generasi muda Muslim khususnya kalangan milenial dan Gen Z untuk tak anti politik dan buta politik. Kalangan milenial dan Gen Z harus ikut membangun wawasan politik yang positif dan konstruktif semata demi masa depan mereka sendiri dan Indonesia yang lebih baik.

Diingatkan Hidayat, Indonesia merupakan negara warisan perjuangan para ulama yang ada di partai politik maupun ormas-ormas Islam bersama bapak-bapak bangsa dari kalangan nasionalis kebangsaan. Sejak dari awal Republik Indonesia merupakan negara demokrasi.

“Karenanya wajar bila generasi muda Muslim baik milenial maupun gen Z memahami dan melaksanakan politik dengan baik dan benar. Sehingga bisa melanjutkan peran historis, untuk merealisasikan cita-cita Indonesia merdeka dan cita-cita reformasi,” katanya.

Hidayat menerangkan, dalih kelompok antipolitik Islam biasanya agar agama tidak dibawa ke politik. Karena agama suci bersih dan politik itu kotor. Kalau konsisten dengan logika itu, maka mestinya agama harus dihadirkan dalam urusan politik agar politik menjadi bersih dan bisa menghasilkan produk kebijakan yang juga bersih; tidak korupsi, amanah, berlaku adil, dan menjaga lingkungan hidup.

“Jika generasi muda Muslim yang meyakini bahwa Islam rahmatan lil alamin juga memiliki kesadaran penuh untuk memperjuangkan politik baik melalui parpol Islam maupun lainnya juga melalui ormas Islam, maka potensi menghadirkan kemaslahatan bagi generasi muda dan umat Islam bisa diwujudkan,” pungkasnya. []

Tags: Politik Islam
Share10Tweet6Send
Previous Post

Indonesia Tamu Kehormatan Qatar International Food Festival (QIFF) 2023

Next Post

Masjid Harus Ramah Anak

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

29 May 2026
Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

29 May 2026
Mendidik Manusia, Bukan Mesin

Mendidik Manusia, Bukan Mesin

28 May 2026
Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

30 May 2026
Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

29 May 2026
Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

0
Universitas Islam Bogor Jalin Kerjasama dengan UNIDA Gontor

Universitas Islam Bogor Jalin Kerjasama dengan UNIDA Gontor

0
Struktur dan Kultur

Struktur dan Kultur

0
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

0
Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

0
Universitas Islam Bogor Jalin Kerjasama dengan UNIDA Gontor

Universitas Islam Bogor Jalin Kerjasama dengan UNIDA Gontor

4 June 2026
Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

4 June 2026
Dari Sedekah Konsumen Alfamart, BAZNAS RI Distribusikan Paket Daging Kurban Hingga ke Desa Terpencil

Dari Sedekah Konsumen Alfamart, BAZNAS RI Distribusikan Paket Daging Kurban Hingga ke Desa Terpencil

1 June 2026
Struktur dan Kultur

Struktur dan Kultur

1 June 2026
BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

1 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result