Di Era Digital seperti sekarang ini, hampir semua orang memiliki gawai atau smartphone. Mereka tidak pernah bersedia untuk meninggalkan gawai mereka kemanapun mereka pergi, termasuk ketika beristirahat di tempat tidur.
Namun sesungguhnya, ketika seseorang meletakan gawainya di tempat tidur menjelang istirahat, maka ada konsekuensi kesehatan yang buruk yang tidak bisa diabaikan begitu saja.
Beberapa dampak negatif yang ditimbulkan gawai ketika berada di tempat tidur, seperti dikutip heartyagin.com antara lain,
Gawai dapat menimbulkan kebakaran di tempat tidur
Saat menjelang tidur, kebanyakan orang akan menyimpan gawai mereka di bawa bantal. Akan tetapi, bahwa semua gawai dapat menghasilkan sejumlah panas ketika menyalah, sementara meletakkannya di bawah bantal akan membuat panas yang ditimbulkan tidak kencang, dan dalam kasus yang ekstrem dapat menyebabkan kebakaran.
Beberapa gawai memiliki reputasi yang baik untuk menangkap api, terutama ketika gawai dalam kondisi pengisian daya. Maka saat hendak mengisi baterai telepon baiknya di ruangan lain.
Kesulitan Tidur
Cahaya yang dipancarkan oleh ponsel, tablet, TV, dan gadget apa pun dengan layar LED disebut “cahaya biru.” Panjang gelombang cahaya biru mirip dengan siang hari dan mengirimkan pesan kepada tubuh kita bahwa sudah waktunya untuk bangun.
Kecenderungan alami manusia adalah terjaga ketika terang dan tidur ketika gelap atau yang biasa disebut ritme sirkadian.
Produksi hormon melatonin, pemicu tidur cenderung akan terbatas ketika seseorang menggunakan gawai di tempat tidur pada malam hari. Hasilnya mereka akan menyerah pada kelelahan dan tertidur dengan posisi gawai berada di tangan
Baiknya, letakkan gawai setidaknya satu jam sebelum waktu tidur untuk mendapatkan kualitas tidur yang cukup.
Membahayakan Kesehatan
Penelitian tentang adanya kemungkinan hubungan antara ponsel dan kanker masih terus dikembangkan. Akan tetapi, gawai diyakinkan mengeluarkan beberapa radiasi elektromagnetik, jenis yang sama yang ada di sinar-x dan gelombang mikro dan dapat menyebabkan tumor dalam jumlah tinggi.
Meskipun level yang dipancarkan oleh gawai rendah, namun Organisasi Kesehatan Dunia memperingatkan bahwa paparan yang terlalu lama bisa berbahaya, terutama pada anak-anak.
Menimbulkan Kebahagian yang Semu
Sebagian orang akan merasa bahagia saat berintraksi dengan gawai mereka. Sebab, mereka dapat berkomunikasi dengan siapapun melalui gawai mereka.
Namun sesungguhnya manusia tidak berevolusi untuk mendapatkan kesenangan dari mesin. Sejatinya Hubungan interpersonal yang memberikan kepuasan sejati.
Sebuah penelitian terbaru dilakukan, bertujuan untuk menunjukkan bahwa hidup lebih baik tanpa layar pada malam hari. Dalam penelitian tersebut, sekelompok orang yang terdiri darai 49 peserta diminta untuk membawa gawai mereka keluar dari kamar tidur selama seminggu.
Dalam waktu sesingkat itu, para peserta lebih bahagia dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Mereka mengakui bahwa mereka mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik, merasa kurang cemas, dan meningkatkan hubungan mereka.
Hasil dari penelitian tersebut bahwa 93,6% dari mereka mengatakan bahwa mereka berencana untuk meninggal gawai mereka saat menjelang tidur.
Prioritas Menjadi Rusak
Ketika seseorang meletakkan gawai dekat dengan ia tidur, maka kecenderungan untuk mengambilnya akan sangat besar. Baik ketika ada pesan masuk maupun sekedar ingin mencari informasi.
Hal itulah yang dapat merusak prioritas seseorang ketika ingin memberikan perhatian kepada keluarga, baik berbicara dengan pasangan, membaca dengan anak-anak, atau saat akan beristirahat dengan tenang.
Oleh sebab itu, untuk bisa mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik, kesehatan yang baik serta waktu yang berkualitas saat bersama keluarga, maka tinggalkan gawai untuk sejenak. Sehingga hal yang menjadi prioritas tidak teralihkan oleh gawai.[Devi Lusianawati]





















