Jakarta, Gontornews–Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjaid sorotan umat Islam karena ia mengatakan kalimat kontroversial terkait memilih pemimpin saat kunjungannya ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.
Menanggapi hal ini, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) menilai pernyataan yang tersiar melalui Youtube ini adalah bentuk pelecehan agama secara terang-terangan dan secara langsung pula telah menyakiti hati umat Islam Indonesia.
Dalam siaran pers Dewan Da’wah dikatakan, โAl-Maidah ayat 51 merupakan Surat yang ada didalam Al-Qurโan, kitab suci ummat Islam, sumber rujukan ummat Islam dan memiliki kedudukan sangat mulia. Keseluruhan ayat dan surat yang terdapat didalam Al-Qurโan memiliki sababiyyah diturunkannya oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan Malaikat Jibril. Artinya, Al-Qurโan bukan karangan manusia. Umat Islam meyakini kebenarannya dan isi Al-Qurโan itu sendiri terjaga kemurniannya dari campur tangan manusia.โ
Selanjutnya, โAl-Qurโan dipedomani umat Islam karena didalamnya berisi keterangan-keterangan yang menuntun umat.โ
Menurut Dewan Da’wah Ahok sebagai non-muslim tidak memiliki kapasitas apapun menafsirkan surat Al-Maidah, dan menuduh Al-Qurโan bohong.
Dewan Daโwah mengecam Ahok yang non-muslim menista kesucian Al-Qurโan, dan mempengaruhi orang Islam untuk kepentingan dirinya dengan memanfaatkan Surat Al-Maidah ayat 51.
โDan Ahok harus mempertanggungjawabkan ucapannya karena ini sudah masuk ke masalah akidah,โ tulis Dewan Da’wah.
Dewan Daโwah Islamiyah Indonesia mengimbau kepada umat Islam di Indonesia untuk tidak terpancing melakukan perbuatan anarkis. Tetap berjalan melalui koridor hukum yang berlaku. Bisa jadi ini adalah strategi untuk memecah belah umat Islam. (fathur)




















