Jakarta, Gontornews – Group Facebook yang diduga bermuatan konten-konten LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) terus dianalisis dan dipantau, termasuk oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia.
Dikutip laman Antaranews, dalam sebuah keterangan resmi dari Kemenkominfo dijelaskan, terhitung sejak Selasa (9/10) hingga hari ini, Rabu (10/9), Subdit Pengendalian Konten Internet Negatif Ditjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo telah melakukan analisis atas konten pada grup Facebook yang diduga mengandung muatan LGBT tersebut.
“Dan sampai hari ini Kemenkominfo juga belum menerima surat pemberitahuan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengenai keberadaan grup-grup tersebut,” tulis keterangan tersebut.
Selain itu, Kemenkominfo juga menegaskan bahwa pada dasarnya, jika ditemukan group di media sosial yang diduga berisi konten pornografi, Subdit Pengendalian Konten Internet Negatif Kemenkominfo dengan tegas akan melakukan tindakan blokir atau pemutusan akses.
“Kategori pornografi mengacu pada UU No 44 Tahun 2008 tersebut adalah konten yang secara eksplisit memuat persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang; kekerasan seksual; masturbasi atau onani; ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan; alat kelamin; atau pornografi anak,” jelasnya.
Akan tetapi, untuk menghindari gangguan terhadap penyidikan yang tengah dilakukan pihak kepolisian tentang konten LGBT tersebut, pihak Kemenkominfo harus bersikap hati-hati.
Subdit Pengendalian Konten Internet Kemenkominfo terus berkoordinasi dengan Polres Garut mengenai kasus tersebut.
“Jangan sampai jika grup Facebook diblokir oleh Kemenkominfo malah justru menghambat proses penyelidikan atau penyidikan yang sedang dilakukan oleh Polres Garut,” lanjut keterangan resmi tersebut.
Sebanyak lebih darai 890 ribu website yang melanggar undang-undang telah dilakukan pemblokiran. Sebanyak 80 persen di antaranya adalah website yang berisi konten pornografi, dan itu tercatat hingga awal Oktober 2018.[Devi Lusianawati]






















