Pacitan, Gontornews — Merebaknya wabah penyakit Hepatitis A membuat Pemerintah Kabupaten Pacitan penetapkan penyakit yang biasa disebut penyakit kuning itu sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan Eko Budiono, menjelaskan pertengah Juni lalu, sekitar tanggal 14, penyebaran wabah penyakit tersebut sudah terjadi. Saat itu sekitar 24 orang terkena penyakit Hepatitis A.
“Tapi waktu itu, pihak puskesmas maupun Dinkes belum berani menyatakan kalau itu penyakit Hepatitis A,” jelasnya dikutip Antara.
Oleh sebab itu, untuk memastikan penyakit yang diderita puluhan masyarakat itu, tiga hari setelah itu, pihaknya segera melakukan pemantauan dan penyelidikan epidemiologi mengenai penyakit tersebut. Namun tidak disangka, hanya berselang satu hari, masyarakat dengan gejala klinis seperti sebelumnya terus berdatangan memenuhi ruangan perawatan di Puskesmas Kecamatan Sudimoro yang kemudian terus meluas ke wilayah Kecamatan Ngadirojo dan Tulakan.
Waktu itu, lanjut Eko, pihaknya sudah membawa sampel darah ke BBTKLPP (Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit) untuk memastikan kebenaran dari penyakit yang sedang merebak tersebut.
“Dan ternyata, berselang sehari jumlah pasien sudah membengkak menjadi 161 orang,” papar Eko.
Setelah penyerahan sampel darah, dirinya segera melaporkan masalah tersebut ke Bupati Pacitan Indartato, sehingga dilakukan pemantauan serta upaya penanggulangan intensif ke puskesmas-puskesmas yang kedapatan banyak pasien penyakit kuning tersebut.
Sementara itu, Pada 20 Juni kemarin penderita di wilayah Kecamatan Sudimoro yang dirawat di puskesmas setempat mencapai lebih dari 200 pasien dan puncaknya pada 24 Juni yang mencatat jumlah penderita mencapai 513 orang.
“Waktu itu, hasil dari BBTKLPP susah keluar, sehingga membuat Bupati menetapkan sebagai KLB, ” katanya lagi.
Menurutnya, Ada sebanyak enam kecamatan yang teridentifikasi menjadi wilayah penyebaran penyakit kuning atau Hepatitis A, yakni di Kecamatan Sudimoro, Ngadirojo, Tulakan, Tegalombo, Arjosari dan Kebonagung.
Hingga hari ini, total penderita yang dilaporkan ke Dinkes Pacitan sudah amencapai 824 penderita tertular.
“Diperkirakan jumlahnya akan terus bertambah seiring sebaran yang terus meluas hingga sekarang,” jelasnya.[Devi Lusianawati]






















