Bogor, Gontornews — Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (Himmpro KPI) Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Bogor bersama mahasiswa Prodi KPI melaksanakan study visit ke Radio Republik Indonesia (RRI) Bogor pada Rabu (19/11/2025). Kunjungan ini mengusung tema “Transformasi Digital di Era Disrupsi Teknologi”, sebagai upaya memperkuat wawasan mahasiswa tentang dinamika dunia penyiaran modern.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari pengurus Himmpro KPI dan mahasiswa KPI IUQI dari semester satu, tiga, dan lima. Rombongan turut didampingi oleh Kepala Program Studi KPI IUQI, Akhmad Saoqillah SSosI MSi yang sekaligus menjadi pembimbing dalam kegiatan akademik ini.
Dalam kunjungan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai sejarah RRI Bogor, perkembangan program-program siaran, serta bagaimana lembaga penyiaran publik ini terus beradaptasi dengan perubahan teknologi. Pihak RRI Bogor juga memaparkan berbagai strategi transformasi digital yang telah mereka jalankan untuk tetap relevan dan menjangkau audiens di era disrupsi.
Selain sesi materi, mahasiswa juga diajak berkeliling melihat langsung ruang studio siaran RRI Bogor. Mereka menyaksikan proses produksi program radio, penggunaan peralatan penyiaran digital, serta sistem kerja penyiar dan kru teknis. Pengalaman ini memberikan gambaran nyata tentang profesionalitas kerja di dunia penyiaran.
Kaprodi KPI IUQI, Akhmad Saoqillah, menyampaikan apresiasi kepada RRI Bogor atas sambutan hangat dan kesempatan edukatif yang diberikan. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk memahami dunia broadcasting secara lebih komprehensif.
“Semoga kunjungan ini tidak hanya menambah wawasan mahasiswa tentang penyiaran, tetapi juga membuka peluang kerjasama antara Prodi KPI IUQI dan RRI Bogor dalam mencetak generasi penyiar yang kompeten dan berdaya saing,” ujarnya kepada Gontornews.com.
Dengan terselenggaranya study visit ini, diharapkan mahasiswa KPI IUQI mampu mengikuti perkembangan teknologi media, memahami tantangan industri penyiaran, dan mempersiapkan diri menjadi insan komunikasi yang unggul di era digital. [Irfan]























