pesanan-baju-kaos
30 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 24 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Pendidikan Risalah

Interaksi Tren Liberal dengan Sunnah di Indonesia

Dr Zahrul Fata

Edithya Miranti by Edithya Miranti
7 years ago
in Risalah
0
Interaksi Tren Liberal dengan Sunnah di Indonesia

Ponorogo, Gontornews — Kemunculan kaum liberal awalnya berasal dari gencarnya kritik yang dilakukan oleh sarjana Barat terhadap kitab sucinya (Bible).  Semangat kritik seperti  inilah yang telah dan sedang dihembuskan ke dunia Islam. Baik dilakukan oleh orientalis maupun modernis.

Kajian tentang pandangan dan interaksi kaum liberal terhadap sunnah Nabi SAW tidak bisa dipisahkan dengan isu kritik teks agama (religious texts criticism) yang berasal dari pandangan dunia Barat. Artinya teks agama harus dikritisi agar sesuai dengan nilai-nilai modernitas.

Jika tidak sesuai, maka agama itu ditinggalkan dan teksnya (Injil) ditanggalkan. Hasilnya, Barat menjadi maju setelah meninggalkan agamanya (nihilism) atau setidaknya menjauhkan agama dari urusan politik, ekonomi, dan sosial (scularism).

“Mereka beranggapan jika dunia Islam ingin maju seperti Barat, maka para sarjananya pun harus melakukan apa yang sudah dilakukan oleh sarjana Barat terhadap (teks) agamanya (al-Qur’an dan Sunnah),” ungkap Dr Zahrul Fata, alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor tahun 1996.

BACA JUGA

Pendidikan Inklusif Membentuk Sikap Toleransi (Kajian Etnografi di Pondok Modern Darussalam Gontor)

Bahtsul Masail dalam Perspektif Pembelajaran Berbasis Masalah

Implementasi Birokrasi terhadap Peningkatan Budaya Mutu Guru Madrasah Ibtidaiyyah Kabupaten Bogor

Pembaharuan Pemikiran Keagamaan Menurut al-Qaradawi dan Relevansinya bagi Rekonstruksi Peradaban Islam (Kajian Filsafat)

Menjadi Dayak dan Muslim: Perjalanan Identitas Oloh Salam

Gayungpun bersambut, lanjutnya, beberapa dekade terakhir ini, bermunculan beberapa sarjana Muslim yang berusaha mendekonstruksi ajaran Islam dengan mengadopsi filsafat dan pandangan dunia Barat. “Mereka diantaranya seperti Muhammad Arkon, Nasr Hamid Abu Zaid, dan Muhammad Syahrur,” tambah Zahrul.

Dekonstruksi agama yang dilakukan adalah tanpa memilah dan memisahkan terlebih dahulu mana yang prinsip dan cabang dalam agama, seperti desakralisasi Al-Qur’an atau kontektualitualisasi ajarannya.



Bagi mereka, al-Qur’an itu tidak ubahnya seperti teks-teks lain yang tidak turun dalam ‘ruang hampa’. Kondisi sosio-cultural yang mengiringi turunnya ayat-ayat al-Qur’an sangat mempengaruhi bisa tidaknya hukum atau ajarannya diimplementasi di lain ‘ruang dan waktu’.

Oleh karena itu, Nasr Hamid Abu Zaid berpendapat bahwa al-Quran adalah hasil budaya (muntaj tsaqâfi) Arab. Konsekuensinya adalah ajaran-ajaran atau hukum-hukum yang terkandung di dalamnya bisa jadi tidak relevan dibumikan dalam sosio-cultural yang berbeda.

“Pandangan seperti ini jelas bertentangan dengan universalitas ajaran al-Qur’an itu sendiri,” tegas doktor lulusan  International Islamic University Malaysia (IIUM) itu. Jika demikian pandangan kaum liberal terhadap al-Qur’an yang notabenenya Kalamullâh, maka pandangan mereka terhadap sunnah Nabi SAW semakin komplek dan ‘tajam’ (untuk tidak mengatakan berani).

Sebenarnya kritik dan tuduhan yang ditujukan kepada Sunnah Nabi SAW sudah banyak yang menyanggah dan menanggapinya, khususnya di dunia Arab. Namun tidak demikian halnya di luar Arab, seperti di Indonesia.

Beberapa kritik dan tuduhan terhadap Sunnah Nabi SAW yang pernah dilontarkan, baik oleh orientalis maupun kaum liberal Arab, nampaknya ‘dipungut’ dan didaur-ulang oleh beberapa pemikir Muslim Indonesia. Namun tidak banyak sarjana Muslim yang menanggapinya. Bahkan tidak sedikit kaum terpelajar yang mengamini kritik-kritik tersebut.

Menurut Zahrul, disertasinya muncul dari kegelisahannya terhadap fenomena di atas. Namun karena luasnya cakupan kajian, pria asal Gresik ini membatasi tulisannya dengan hanya mengkaji sekaligus mengkritisi (kembali) kritik-kritik tentang Sunnah yang  ditulis oleh para sarjana Muslim Indonesia.

Yakni mereka yang berada di bawah naungan dua perguruan tinggi Islam dan dua ormas besar di Indonesia. Dua perguruan tinggi tersebut adalah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan UIN Sunan Kalijaga Yogjakarta. Sedangkan dua Ormas tersebut adalah Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

Sebelum berbicara lebih jauh tentang tren liberal dalam berinteraksi dengan Sunnah di Indonesia, Zahrul mendahuluinya dengan pengertian liberalisme dan sejarahnya. Ia lalu menjelaskan bahwa madzhab kebebasan yang lahir dari rahim peradaban Barat pada abad ke-15 Masehi tersebut setidaknya disebabkan oleh dua faktor.

Satu, penyelewengan agama (al-inhirâf al-dîniy). Dua, kesewenang-wenangan penguasa atau politik (al-istibdâd al-siyâsiy). Madzhab inilah yang menggiring masyarakat Barat menjadi sekuler bahkan atheis setelah berabab-abad lamanya mereka hidup dalam era kegelapan (dark ages).

Dalam perkembangannya, liberalisme tidak hanya ‘memagari’ benua Eropa. Liberalisme bahkan meluas ke berbagai belahan dunia, termasuk ke negara-negara Islam.

Madzhab yang mulanya hanya politic oriented, berkembang menjadi madzhab ekonomi, social, dan budaya. Lebih parahnya lagi bahkan sudah menjadi worldview masyarakat Barat dalam segala lini kehidupannya.

Dalam konteks keIndonesiaan, setidaknya ada empat pintu masuknya liberalisme ke Indonesia. Pertama, penjajahan Barat (Belanda) terhadap Indonesia. Kedua, pengiriman sarjana ke dunia Barat. Ketiga, penerjemahan karya-karya orientalis dan modernis (baik Arab maupun non Arab). Keempat, peran LSM asing.

Ibarat sebuah piramida, madzhab ini ditopang oleh empat pilar, yaitu kebebasan itu sendiri (al-hurriyah), individualisme (al-fardiyah), rasionalisme (al-aqlaniyyah), dan relativisme (al-nisbiyyah). Dari sini dapat ditarik ‘benang merah’ bahwa yang dimaksud dengan trend liberal dalam studi Sunnah adalah madzhab pemikiran yang menekankan hak individu dalam berinteraksi dengan Sunnah.

Baik dalam cara pandang maupun memahaminya. Berdasarkan pilar-pilar kebebasan, individualitas, rasionalitas, dan relativitas. Tanpa memperhatikan kaidah-kaidah disiplin ilmu yang dirumuskan oleh ulama yang ototitatif berdasarkan pondasi al-Qur’an dan Sunnah.

Dalam disertasi yang diuji langsung oleh Assoc Prof Dr Anis Malik Thoha dan Prof Dr Ali Mustafa Ya’cub, perlu ditegaskan bahwa Islam bukan berarti anti kemajuan atau modernitas. Akan tetapi dalam Islam ada hal-hal yang sifatnya prinsip. Artinya tidak seorangpun boleh mengubahnya atau berbeda pendapat seputarnya.

Adapun hal-hal yang sifatnya cabang (furû’), maka pintu kritik terbuka selebar-lebarnya dengan catatan kritik-kritik tersebut dibingkai oleh garis besar haluan al-Qur’an dan Sunnah. “Serta dijabarkan oleh ulama yang mempunyai otoritas di bidangnya,”sambung Zahrul, yang juga alumnus Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir ini.

Setelah menelusuri dan menganalisa berbagai pandangan dan kritik yang dilontarkan oleh beberapa sarjana Muslim Indonesia terhadap Sunnah Nabi SAW, dosen UNIDA Gontor ini menyimpulkan bahwa pandangan dan kritikan tersebut ripitasi (untuk tidak mengatakan‘copy-paste’) dari apa yang sudah dilontarkan oleh para orientalis dan pemikir liberal sebelumnya. Baik yang berasal dari kalangan Arab maupun non Arab.

“Sebagai buktinya adalah adanya kesamaan metodelogi antara keduanya yang jauh dari kata ilmiah dan objektif,”paparnya. Metode-metode tersebut antara lain, satu, mutilasi dalil atau teks berdasarkan pre-asumsi. Dua, bersandar pada pendapat yang tidak populer dan mengesampingkan pendapat yang benar.

Tiga, metode matrealistik-empirik. Empat, metode evolusi. Lima, penolakan hukum (yang terkandung teks) atas nama maslahat dan maqashid (syariah). “Terakhir, yakni merujuk kepada sumber-sumber yang tidak otoritatif,” pungkasnya. <Edithya Miranti>

Tags: Dr Zahrul FataLiberalismeUNIDA
Share115Tweet72Send
Previous Post

Peneliti SD Inpres Raih Nobel Ekonomi 2019

Next Post

LIPI Kembangkan Pangan Fungsional Cegah Stunting dan Obesitas

Edithya Miranti

Edithya Miranti

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kesyukuran Wisuda Angkatan Ke-11 STKQ Al-Hikam Depok Hadirkan Puluhan Lulusan Berkualitas

Kesyukuran Wisuda Angkatan Ke-11 STKQ Al-Hikam Depok Hadirkan Puluhan Lulusan Berkualitas

19 October 2026
Tidak Hanya Luluskan Wisudawan, STKQ Al-Hikam Depok Mulai Lahirkan Sebelas Wisudawati Terbaik

Tidak Hanya Luluskan Wisudawan, STKQ Al-Hikam Depok Mulai Lahirkan Sebelas Wisudawati Terbaik

19 October 2026
Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

15 October 2026
Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

22 October 2026
Mahasiswa AFI UNIDA Gontor Belajar Menjadi Pemimpin dan Ayah di Rumpun Nurani

Mahasiswa AFI UNIDA Gontor Belajar Menjadi Pemimpin dan Ayah di Rumpun Nurani

21 October 2026
Menembus Pasar Global: IKAPI Jakarta dan Rene Turos Group Meriahkan BSI International Expo 2026

Menembus Pasar Global: IKAPI Jakarta dan Rene Turos Group Meriahkan BSI International Expo 2026

0
Ma’had Al Muqaddasah Li Thafidzil Qur’an Gelar Haflah Khotmil Qur’an Ke-23

Ma’had Al Muqaddasah Li Thafidzil Qur’an Gelar Haflah Khotmil Qur’an Ke-23

0
Perkuat Pemahaman Wakaf Produktif INCEIF Gelar Kunjungan ke UNIDA Gontor

Perkuat Pemahaman Wakaf Produktif INCEIF Gelar Kunjungan ke UNIDA Gontor

0
Budhi Sarwono: Pertobatan Mantan Bupati dari Jerat Narkoba

Budhi Sarwono: Pertobatan Mantan Bupati dari Jerat Narkoba

0
IQT UNIDA Gontor Kunjungi Kampoeng Qur’an Wijaya Kusuma Malang

IQT UNIDA Gontor Kunjungi Kampoeng Qur’an Wijaya Kusuma Malang

0
Ma’had Al Muqaddasah Li Thafidzil Qur’an Gelar Haflah Khotmil Qur’an Ke-23

Ma’had Al Muqaddasah Li Thafidzil Qur’an Gelar Haflah Khotmil Qur’an Ke-23

24 October 2026
Menembus Pasar Global: IKAPI Jakarta dan Rene Turos Group Meriahkan BSI International Expo 2026

Menembus Pasar Global: IKAPI Jakarta dan Rene Turos Group Meriahkan BSI International Expo 2026

24 October 2026
Perkuat Pemahaman Wakaf Produktif INCEIF Gelar Kunjungan ke UNIDA Gontor

Perkuat Pemahaman Wakaf Produktif INCEIF Gelar Kunjungan ke UNIDA Gontor

24 October 2026
Budhi Sarwono: Pertobatan Mantan Bupati dari Jerat Narkoba

Budhi Sarwono: Pertobatan Mantan Bupati dari Jerat Narkoba

23 October 2026
PKS: Berkontestasi Politik Harus Siap Menang dan Siap Kalah

Kunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi di Jakarta Selatan, HNW Apresiasi SR dan Perkembangan Peserta Didik

23 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.

Ukuran : S, M, L, XL

Link Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .

Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor
#gontornews

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result