pesanan-majalah-edisi-khusus
28 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Wednesday, 19 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Itibar Rasulullah dalam Berpuasa dan Menghadapi Wabah

Oleh Muhammad Khaerul Muttaqien

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
25 March 2021
in Laput
0
Foto: cnn indonesia

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS al-Ahzab [33]: 21)

Sudah selayaknya umat Islam meneladani kepribadian Rasulullah SAW dalam segala hal, termasuk ketika berpuasa Ramadhan. Misalnya, sahur, menyegerakan berbuka dan shalat, senantiasa memperbanyak amalan, seperti shalat malam, tadarus al-Qur’an, zikir, sedekah, dan itikaf ketika memasuki 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.

Pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum mereda memberikan banyak dampak bagi kehidupan manusia. Di samping kesehatan, Covid-19 juga ikut meredupkan aktivitas ekonomi, sosial, dan ritual keagamaan. Ramadhan tahun lalu menjadi saksi betapa pandemi Covid-19 telah mengubah semarak Ramadhan.

Untuk menghadapi berbagai masalah termasuk pandemi Covid-19 yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan ini, terus melakukan ikhtiar ilahiah dan ikhtiar insaniah ilmiah adalah penting untuk dilakukan. Karena berdoa dan berharap saja tidak cukup untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang kasusnya di Indonesia terus meningkat.

BACA JUGA

Jejak Pengusaha Alumni Gontor: Dari Dunia Usaha ke Pendidikan

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Mungkin karena keterbatasan pengetahuan tentang wabah dan kekeliruan dalam menyikapinya mengakibatkan kita kurang waspada hingga Covid-19 terus mewabah hingga kini. Padahal berbicara tentang pandemi dan upaya pencegahannya, ada banyak ibrah yang bisa diambil dari apa yang pernah dialami Nabi Muhammad dan para sahabat.

Ketua Bidang Dakwah Ikatan Da’i Indonesia Dr Attabik Luthfi menjelaskan, pandemi ini merupakan musibah dan ujian keimanan untuk terus melakukan ikhtiar meraih takdir Allah yang lebih baik dengan berbagai upaya imaniah: memperkuat iman, meningkatkan ibadah dan amal saleh, memperbanyak doa dan istigfar, dan ikhtiar ilmiah: meminta pandangan dari para pakar kesehatan dan melaksanakannya.

Jadi, hakikat ujian bukan hanya pada jenis dan bentuknya seperti penyakit, musibah, bencana, tapi juga ujian keimanan. Bagaimana keimanan seseorang ketika diuji dengan musibah. Musibah ini juga merupakan ujian persaudaraan untuk saling membantu sesama yang membutuhkan. Di surat Muhammad ayat 31 dijelaskan, tujuan ujian dalam berbagai bentuknya antara lain untuk menyaring siapa yang penyabar dan siapa yang pejuang.

“Mereka yang terdampak langsung akan diketahui kualitas kesabaran dan perjuangannya untuk keluar dari musibah. Mereka yang tidak terdampak langsung pun akan diketahui kesabarannya terhadap mereka yang terdampak dan kesungguhannya untuk membantu mereka yang terdampak dengan berbagai cara,” jelasnya.

Seperti Covid-19 yang dengan cepat bisa menular, dengan jenis yang berbeda, beberapa wabah yang menyebabkan banyak orang terkena dampaknya juga pernah terjadi pada masa awal perkembangan Islam. “Yang jelas, wabah dalam arti umum pernah terjadi di beberapa masa, namun jenisnya yang berbeda,” jelasnya kepada Majalah Gontor.

Berbicara tentang pandemi dan upaya pencegahannya, ada pelajaran penting yang bisa diambil dari apa yang pernah dilakukan Nabi Muhammad SAW dan sahabat ketika menghadapi pandemi. Misalnya, pada tahun 17 H di masa Umar bin Khattab, pernah terjadi wabah penyakit di Syam yang ketika itu sudah tergabung dengan kekuasaan Islam.

Singkat cerita, saat itu Umar sedang dalam perjalanan dari Madinah menuju Syam dengan beberapa pasukan. Begitu mendengar informasi ada wabah di Saragh, sebuah daerah di Lembah Tabuk dekat Syam, Umar meminta semua kembali ke Madinah, dan sebaliknya orang-orang yang ada di Syam diminta untuk tidak keluar dari Syam.

Sebelum peristiwa itu, ada perdebatan menarik antara Amirul Mukminin Umar bin Khattab dengan Gubernur Syam Abu Ubaidah bin Jarrah tentang wabah penyakit dan takdir. Bermula karena pilihan Umar kembali ke Madinah, Abu Ubaidah mengatakan “Apakah engkau lari dari takdir Allah?” Umar lalu menimpali dengan jawaban bijak, “Aku lari dari takdir Allah menuju takdir Allah yang lainnya.”

Meraih takdir Allah yang lain yang dimaksud Singa Padang Pasir itu adalah demi keselamatan umat. Keputusannya itu pun diambil bukan tanpa kajian dan diskusi. Diceritakan Abdullah Ibnu Abbas seperti diriwayatkan dalam hadis Abdurrahman bin Auf, ketika itu Umar minta dipanggilkan beberapa tokoh senior Muhajirin untuk diskusi.

Dalam diskusi itu ada yang menyarankan melanjutkan perjalanan ke Syam, dan banyak juga yang meminta kembali ke Madinah. Belum juga menemukan titik temu, pertemuan pun dibubarkan. Kemudian Umar meminta tolong kepada Ibnu Abbas untuk memanggil orang-orang Anshar. Lagi-lagi tak menemukan titik temu karena perdebatan.

Sekali lagi Umar bin Khattab meminta kepada Ibnu Abbas, tapi untuk memanggil dua tokoh senior Quraisy yang dulu hijrah pada peristiwa penaklukan Makkah. Kedua tokoh senior Quraisy itu menyarankan agar mengurungkan niat untuk ke Syam. Umar pun berusaha meyakinkan pilihan itu kepada Abu Ubaidah.

Kemudian datanglah Abdurrahman bin Auf menjelaskan, keputusan Umar itu sama seperti dalam sabda Rasulullah SAW, “Apabila kalian mendengar ada suatu wabah di suatu daerah, janganlah mendatanginya. Sebaliknya kalau wabah tersebut berjangkit di suatu daerah sedangkan kalian berada di sana, maka janganlah kalian keluar darinya.”

Bisa dibilang, memutus mata rantai penyebaran virus, baik dengan karantina, menghindari kerumunan, dan menjaga kebersihan merupakan tindakan yang diajarkan agama dan ulama Muslim sejak ratusan tahun silam. Inilah protokol kesehatan yang diterapkan umat Islam ketika menghadapi wabah penyakit.

Penerjemah Kitab Wabah dan Thaun dalam Islam, Ustadz Fuad Saifudin membeberkan asal-muasal terjadinya wabah secara rasional, berikut solusi, saran dan kritik dari ahli hadis terkemuka mazhab Syafi’i, Ibnu Hajar al-Asqalani terhadap perilaku manusia yang sering mempertentangkan kepatuhan kepada Tuhan dengan ikhtiar manusia.

Menurut Ibnu Hajar al-Asqalani, wabah tidak muncul begitu saja, tapi ada wasilahnya. “Islam menjadi agama yang ketika terjadi wabah, itu tidak terjadi karena kutukan atau gangguan setan. Tetapi itu bisa terjadi karena aktivitas udara yang buruk atau bisa jadi adanya zat beracun,” ujar Ustadz Fuad dalam tayangan OASE: Membedah Kitab Wabah dalam Sejarah Islam bersama Tribunnews, Kamis (4/9/2020).

Jadi, menghadapi wabah tidak ada hubungannya dengan keimanan. Misalnya, seseorang yang mengandalkan doa atau membaca ayat-ayat tertentu, lalu bersikap sembarangan. “Kemudian dia terkena wabah, itu tidak ada hubungannya dengan doa tidak diijabah. Tapi karena dia telah bersikap sembarangan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Luqman Hakim Arifin selaku CEO Rene Turos Indonesia menjelaskan bahwa Ibnu Hajar menganjurkan protokol kesehatan yang sama seperti yang dianjurkan Pemerintah saat ini. Salah satu yang menarik yang perlu ditegaskan adalah sains atau ilmu pengetahuan itu masih satu tarikan nafas dengan ajaran Islam. “Jadi, tidak perlu ada semacam pertentangan. Justru Islam dengan dogma-dogmanya menjadi satu kekuatan bagi kita bagaimana menghadapi pandemi Covid-19,” tuturnya. []

 

Tags: PandemiRamadhan
Share28Tweet18Send
Previous Post

AstraZeneca Dukung Vaksinasi COVID-19 Saat Sejumlah Negara Berjuang Melawan Gelombang Baru

Next Post

BAZNAS dan Askrindo Resmikan Masjid Al-Askar Korban Gempa Sulteng

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

16 August 2026
Ujian Tulis Awal Tahun Resmi Dimulai di Pondok Modern Al-Imtinan Putri Riau

Ujian Tulis Awal Tahun Resmi Dimulai di Pondok Modern Al-Imtinan Putri Riau

15 August 2026
Jika Tujuh Kata Piagam Jakarta Tidak Dihapus: Tinjauan Filosofis, Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis terhadap Moralitas Bangsa dan Tata Kelola Negara

Jika Tujuh Kata Piagam Jakarta Tidak Dihapus: Tinjauan Filosofis, Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis terhadap Moralitas Bangsa dan Tata Kelola Negara

16 August 2026
Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

15 January 2026
Euforia Apel Tahunan Darel Azhar Rangkasbitung Sukses Tarik Antusiasme Ribuan Peserta

Euforia Apel Tahunan Darel Azhar Rangkasbitung Sukses Tarik Antusiasme Ribuan Peserta

15 August 2026
Ketua MPR RI Dukung Penyelenggaraan GIHES 2026

Ketua MPR RI Dukung Penyelenggaraan GIHES 2026

0
Indonesia Siap Ladeni ‘Perang Dagang’ Amerika Serikat

JK: GIHES 2026 Bisa Jadi Roadmap Pendidikan Nasional

0
Sistem Perguruan Tinggi Pesantren

Sistem Perguruan Tinggi Pesantren

0
GIHES 2026 Dorong Inisiatif Pendidikan Islam Holistik Lintas Negara

GIHES 2026 Dorong Inisiatif Pendidikan Islam Holistik Lintas Negara

0
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Ketiga)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Ketiga)

0
Ketua MPR RI Dukung Penyelenggaraan GIHES 2026

Ketua MPR RI Dukung Penyelenggaraan GIHES 2026

18 August 2026
Indonesia Siap Ladeni ‘Perang Dagang’ Amerika Serikat

JK: GIHES 2026 Bisa Jadi Roadmap Pendidikan Nasional

17 August 2026
GIHES 2026 Dorong Inisiatif Pendidikan Islam Holistik Lintas Negara

GIHES 2026 Dorong Inisiatif Pendidikan Islam Holistik Lintas Negara

17 August 2026
Sistem Perguruan Tinggi Pesantren

Sistem Perguruan Tinggi Pesantren

17 August 2026
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Ketiga)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Ketiga)

17 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Repost from @hilabiyus Keluarga Besar Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi, mengucapkan:Selamat dan Sukses atas Peringatan Satu Abad (100 Tahun) Pondok Modern Darussalam Gontor (1926–2026).Apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kontribusi tanpa henti Gontor dalam mencetak generasi emas Islam yang berakhlak mulia, berwawasan global, dan bergerak sebagai perekat umat. Semoga momentum satu abad ini semakin mengokohkan peran Gontor dalam syiar pendidikan Islam yang moderat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kancah internasional, termasuk melahirkan alumni-alumni unggul yang berkiprah di wilayah Arab Saudi dan Timur Tengah."Gontor Membawa Nilai Islam, Menginspirasi Dunia."#gontor #gontor.putra #majalahgontor #gontornews
  • Lebih baik kamu menangis karena berpisah sementara dengan anakmu, karena menuntut ilmu agama dari pada kamu nanti "yen wes tuwo nangis karena anak-anak mu lalai urusan akhirat.. kakean mikir ndunyo, rebutan bondo, pamer rupo..lali surgo."Kiai Hasan Abdullah Sahal
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
  • Edisi September yang akan datang.
Liputan Khusus :
1. Peta sebaran Pondok Alumni Gontor di Indonesia
2. Prospek dan Tantangan Pondok Alumni-Muadalah
3. KH Hasan Abdullah Sahal: Gontor Sebagai Inspirator Pondok Modern Yang Bersatu
4. Kipran Pondok Pesantren Alumni Gontor di Mancanegarapesan sekarang!
  • KOLEKSI EDISI KHUSUS 100 TAHUN GONTORTiga edisi istimewa telah hadir!
📖 Juli 2026 – Seabad Mendidik Bangsa
📖 Agustus 2026 – UNIDA Gontor Mendunia
📖 September 2026 – Satu Abad, Seribu GontorJadikan ketiganya sebagai koleksi sejarah 100 Tahun Gontor di perpustakaan Anda🛒 Segera pesan sebelum kehabisan!
🔗 https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #100tahungontor #gontor100tahun #gontornews
  • Silahkan daftar melalui link ini : https://tinyurl.com/iklan-magonatau link bisa lihat di profile
  • Batas Akhir 7 Agustus 2026
Link Pendaftaran ada di profile"Kesempatan boleh datang berkali-kali, tetapi momen 100 Tahun Gontor hanya terjadi sekali. Jangan hanya menjadi saksi sejarah. Jadilah bagian dari sejarah."
  • Sistim pendafaran otomatis akan tertutup pada tanggal 7 Agustus 2026.
  • Edisi Khusus Majalah Gontor dalam rangka 100 Tahun Gontor. Bulan Juli, Agustus dan September.
Link Pemesanan : Lihat di profile#majalahgontor #gontornews #edisikhsusumajalahgontor #100tahungontor #gontor #gontorputri
  • KHUSUS ALUMNI GONTOR 📣Perkenalkan usaha Anda.
Majalah Gontor Edisi Khusus September 2026 – Spesial 100 Tahun Gontor.✔️ Perkenalkan usaha Anda kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.
✔️ Kontribusi Rp1.500.000.
✔️ Pendaftaran hingga 7 Agustus 2026 atau kuota terpenuhi.📝 https://tinyurl.com/iklan-magon📞 0877-8707-2412 | 0813-1510-6479

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result