Depok, Gontornews — Mencari seorang tambatan hati tentu butuh doa dan perjuangan. Ada beragam cara yang telah ditawarkan Islam dalam mencari jodoh. Di antaranya dengan meminta kepada sang ayah atau wali, menawarkan diri melalui perantara, atau bahkan secara langsung.
Para wanita yang belum menikah banyak yang kerap pasrah dalam menanti kedatangan jodohnya. Salah satu survei sederhana kepada mahasiswa Muslim di Fakultas Kedokteran Diponegoro Semarang, menyebutkan bahwa 93 persen responden perempuan beranggapan bahwa jodoh itu cukup ditunggu, tidak dicari. Selama masa penantian itu mereka hanya berdoa dan mempersiapkan diri.
“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah SWT akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah SWT Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.” (QS an-Nuur: 32).
Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di dalam menafsirkan ayat ini menegaskan, tugas ini dibebankan Allah SWT kepada para wali dan kepala keluarga. Sebagaimana mereka wajib menikahkan setiap orang yang berada di bawah kewaliannya, baik lelaki atau perempuan. Meski begitu, dalam proses perjodohan, anak perempuan diberikan hak oleh Allah SWT untuk menerima atau menolaknya.
Islam tidak pernah melarang seorang Muslimah untuk mencari jodoh sendiri. Karena itu merupakan bentuk ikhtiar untuk menjalankan sunnatullah. Bila pun tidak berjodoh, maka ikhtiarnya telah menuai pahala.
Ikhtiar mencari jodoh sendiri akan lebih diutamakan bagi Muslimah yang telah membekali diri dengan keimanan, menguasai ilmu berumah tangga, serta sudah siap untuk menikah. Jika demikian halnya, ia diperbolehkan untuk menawarkan diri melalui perantara atau bisa juga secara langsung.
Sebagaimana dilakukan seorang janda kaya, Khadijah binti Khuwailid, yang menginginkan seorang pemuda tampan, pandai, dan berakhlak mulia, bernama Muhammad bin Abdullah. Khadijah pun meminta sahabatnya, Nafisah binti Muniyah, untuk menyampaikan maksud baiknya kepada sang pemuda. Hingga akhirnya mereka berjodoh dan menikah. [Edithya Miranti/Rus]
























