Jakarta, Gontornews — Setelah massa Aksi Bela Islam bubar dari lingkungan istana, Jumat tengah malam, Presiden Jokowi menggelar terbatas. Pada kesempatan itu, dia menyampaikan ucapan terima kasih kepada para ulama, kiai dan habaib, dan mengapresiasi aparat keamanan. Meski begitu, dia menyesalkan kericuhan bada Isya.
”Kita menyesalkan kejadian ba’da isya, yang seharusnya sudah bubar, tetapi menjadi rusuh. Dan ini kita lihat telah ditunggangi oleh aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi,” ungkap Jokowi sebagaimana dirilis setkab.go.id.
Ditunggangi aktor politik? Tidak dijelaskan apa maksud ungkapan Presiden RI ini. Padahal, menurut kesaksian KH Arifin Ilham, tembakan gas air mata terjadi ketika perwakilan aksi bertemu dengan Wapres JK, Menko Polkam, Mensesneg dan Menag. Wapres dan Wiranto sempat marah begitu tidak-tiba ada suara tembakan saat perundingan terjadi.
Menurut saksi mata, sejumlah ulama dan habaib yang tengah ada di podium menjadi target pertama tembakan gas air mata. Syeikh Ali Jaber Al hafidz termasuk yang terluka dan dilarikan ke rumah sakit. Massa yang berada di sekitar itu juga menjadi korban gas air mata. Dari situlah suasana menjadi tidak terkendali. termasuk ada yang membakar mobil polisi segala.
Berikut ini adalah transkrip pernyataan Presiden Jokowi usai menggelar rapat terbatas di Istana Negara semalam. Rapat tersebut dihadiri antara lain oleh Menko Polhukam, Menteri Sekretaris Negara, Kepala BIN, Sekretaris Kabinet, Panglima TNI, dan Kapolri.
Bismillahirahmanirahim,
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sebagai negara demokrasi, kita menghargai proses penyampaian aspirasi melaui unjuk rasa yang dilakukan pada hari ini. Dengan cara-cara yang tertib dan damai.
Terima kasih, kami sampaikan kepada para ulama, para kiyai, para habaib, para uztad yang telah memimpin umatnya yang menyejukkan sehingga sampai Magrib tadi berjalan dengan tertib dan damai.
Tapi kita menyesalkan kejadian ba’da isya, yang seharusnya sudah bubar, tetapi menjadi rusuh. Dan ini kita lihat telah ditunggangi oleh aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi.
Sebelumnya, saya telah memerintahkan Wakil Presiden untuk menerima perwakilan unjuk rasa yang didampingi Menkopolhukam, Sesneg, Menteri Agama, Kapolri, Panglima TNI, Kepala Staf Kepresidenan, dalam pertemuan itu telah disampaikan bawah proses hukum terhadap saudara Basuki Cahaya Purnama akan dilakukan secara tegas, cepat dan transparan.
Oleh sebab itu, saya minta, para pengunjuk rasa untuk kembali pulang ke rumah masing-masing, ke daerah masing-masing dengan tertib, biarkan aparat keamanan bekerja menyelesaikan proses penegakan hukum seadil-adilnya.
Terakhir, saya mengapresiasi kerja keras aparat keamanan yang melakukan pendekatan persuasif, dalam menjaga situasi sehingga tetap kondusif.
Saya harap masyarakat tetap tenang dan menjaga lingkungan masing-masing sehingga situasi tetap aman dan damai.
Terima kasih..
Asssalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
[M Khaerul Muttaqin]





















