Sao Paulo, Gontornews — Jumlah kebakaran hutan di Brasil melonjak dalam delapan bulan pertama tahun 2019.
Hampir 73 ribu kasus kebakaran hutan terjadi antara Januari sampai Agustus tahun ini. Padahal tahun lalu (2018), jumlah kasus kebakaran hutan ‘Cuma’ 39.759. Demikian dikatakan Institut Nasional untuk Penelitian Ruang Angkasa (INPE) pada 20 Agustus.
Jumlah itu merupakan jumlah tertinggi kebakaran hutan sejak 2013.
“Apa yang kami lihat adalah konsekuensi dari peningkatan deforestasi yang terlihat dalam angka-angka terakhir,” kata Ricardo Mello dari Program Amazon WWF seperti dikutip hurriyetdailynews.com.
Kebakaran hutan cenderung meningkat selama musim kemarau, yang biasanya berakhir pada akhir Oktober atau awal November. Ini karena lahan dibuka untuk penanaman atau penggembalaan.
Angka-angka INPE menunjukkan kebakaran telah terkonsentrasi di negara bagian di sekitar Amazon.
Asap tebal telah menyelimuti beberapa kota dalam beberapa hari terakhir dan bahkan menyebabkan penerbangan komersial dialihkan.
Data tersebut muncul ketika Bolsonaro menghadapi kecaman yang meningkat atas retorika anti-lingkungannya, yang disalahkan oleh para aktivis karena membuat para penebang, penambang dan petani di Amazon lebih berani merusak lingkungan.
Norwegia pada 15 Agustus, menyusul Jerman, menghentikan subsidi perlindungan Amazon, menuduh Brasil berbalik melawan perang melawan deforestasi.
Gubernur sembilan negara bagian yang mencakup Amazon juga menerbitkan pernyataan pada hari Ahad yang mengatakan mereka akan bernegosiasi langsung dengan para kontributor Amazon Fund.
Angka-angka INPE terbaru bertepatan dengan pertemuan regional PBB tentang perubahan iklim di Brasil menjelang KTT Desember di Chili.
Namun Bolsonaro menampik angka-angka itu sebagai kebohongan dan memecat kepala agensi yang bertugas melacak pembukaan hutan.
Kebakaran hutan di Brasil tertinggi tahun ini. Disusul oleh Venezuela di peringkat kedua dengan 26.453 kebakaran dan Bolivia dengan 16.101. [RM]





















