Istanbul, Gontornews — Dengan penambahan 4,6 juta kasus baru setiap tahun, jumlah penderita penyakit Alzheimer atau demensia diperkirakan akan berlipat ganda dalam 20 tahun ke depan.
Menjelang Hari Alzheimer Sedunia pada 21 September, Emine Özmete, kepala Pusat Penerapan Studi Penuaan dan Penelitian di Universitas Ankara, Turki, mengatakan bahwa saat ini ada 50 juta penderita Alzheimer di dunia. Jumlah itu diperkirakan akan tumbuh melampaui 80 juta pada tahun 2040.
Penyakit Alzheimer adalah gangguan otak progresif yang ireversibel, yang secara perlahan menghancurkan daya ingat dan keterampilan berpikir, dan pada akhirnya mempengaruhi kemampuan untuk melakukan tugas-tugas paling sederhana.
Ozmete mengatakan, penyakit ini adalah jenis demensia yang paling umum yang merupakan kelainan otak progresif yang tergantung waktu yang mempengaruhi aktivitas sehari-hari.
Dia mengatakan bahwa Alzheimer menyebabkan kematian dini sel-sel otak yang sehat, mempengaruhi memori serta berbagai gangguan mental dan perilaku.
“Penyakit Alzheimer menjadi lebih dikenal karena populasi yang bertambah di dunia,” katanya dikutip hurriyetdailynews.com.
Ozmete, yang juga profesor di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ankara, mengatakan jumlah kematian akibat penyakit Alzheimer meningkat secara bertahap di Turki.
“Di negara kami, 6.155 orang meninggal karena penyakit Alzheimer pada 2011, sementara jumlah ini meningkat menjadi 11.997 pada 2015. Pada 2017, 13.601 orang lanjut usia meninggal karena Alzheimer. Dari jumlah ini, 5.023 pria dan 8.366 wanita,” paparnya.
Profesor itu mengatakan, penyakit ini lebih banyak terjadi pada wanita karena sejumlah faktor. Juga, karena wanita secara komparatif hidup lebih lama daripada pria, mereka menghadapi lebih banyak masalah yang berkaitan dengan penuaan.
Özmete mengatakan, gangguan seperti stres berlebihan, gaya hidup tidak aktif, depresi, penyakit sistem peredaran darah dan diabetes juga memicu penyakit Alzheimer.
Dia juga mengatakan, seringkali sulit mendiagnosis penyakit karena gejalanya bervariasi untuk setiap orang, tergantung pada gaya hidup dan akumulasi budaya.
Gejala umum penyakit ini, lanjutnya, berkaitan dengan masalah memori yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari, kesulitan dalam perencanaan dan perhitungan, gangguan dalam pekerjaan dan tugas-tugas rumah, kebingungan ruang dan waktu, kesulitan dalam persepsi gambar, melemahnya bicara dan pemahaman, kesulitan dalam pengambilan atau membuat keputusan, gangguan kepribadian dan perilaku serta kehilangan fungsi fisik dan mental.
Namun dia menekankan, tidak setiap amnesia dalam kehidupan sehari-hari harus ditafsirkan sebagai penyakit Alzheimer.
“Lupa di mana Anda berada dan tidak menemukan jalan pulang ketika Anda berada di luar rumah merupakan salah satu gejala paling penting dari Alzheimer,” katanya.
Ia mengakui, Alzheimer tidak mungkin disembuhkan seratus persen. Namun, diagnosis dini dan pengobatan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.
“Obat tidak dapat menghentikan tetapi tentu memperlambat kerusakan sel-sel otak,” terangnya. [RM]






















