Goma, Gontornews — Pemerintah melalui tim respon Ebola Republik Demokratik Kongo berhasil menemukan kasus kedua Ebola di Goma, Kongo Timur. Akibat temuan ini, tim respon Ebola mulai mengkhawatirkan penyebaran Ebola yang sedemikian masif terutama di wilayah yang berbatasan dengan Rwanda tersebut.
Sebelumnya, pemerintah Kongo telah menemukan kasus Ebola pertama di Goma pada pertengahan Juli yang lalu. Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) memperingatkan bahwa penyakit ini bisa menyebar dengan cepat. WHO sendiri menetapkan status wabah Ebola di Kongo dengan status darurat internasional setelah wabah ini menewaskan 1.700 warga dalam rentang waktu satu tahun terakhir.
Kepala tim respon Ebola Kongo, Jean-Jacques Muyembe, mengatakan bahwa kasus kedua yang ditemui di Goma tidak terkait dengan kasus pertama yang ditemukan pada pertengahan Juli. Mereka menemukan kasus kedua Ebola ini setelah yang bersangkutan tiba dari area penambangan di luar kota dengan menunjukkan gejala-gejala wabah Ebola.
“Tim tanggapan terus bekerja untuk mendekontaminasi rumah dan siapa saja yang telah memiliki kontak dan berisiko tinggi terkena kasus ini telah diidentifikasi dan akan divaksinasi mulai besok,” kata Muyembe sebagaimana dilansir Reuters.
Tidak seperti kasus Ebola pertama di Goma, pasien mendapatkan fasilitas kesehatan yang memadai di Goma. Sebelumnya, fasilitas kesehatan yang tersedia di Kongo berada sektiar 350 kilometer dari lokasi dimana kasus pertama Ebola terdeteksi.
Goma telah mempersiapkan penanganan kasus Ebola dalam satu tahun belakangan. Pemerintah juga menedirikan stasiun cuci tangan untuk mencegah penyebaran Ebola serta memastikan pengemudi ojek tidak berbagai helm kepada yang lain. [Mohamad Deny Irawan]
























