Sanaβa, Gontornews — Wabah kolera di Yaman kini telah melampaui 300.000 kasus yang dicurigai. Palang Merah mengatakan, angka ini melampaui perkiraan proyeksi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada akhir Juni.
Saat negara yang dilanda perang itu terlepas dari penyakit kolera dan ancaman kelaparan, Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengatakan epidemi kolera “terus lepas kendali” sejak meletus pada bulan April.
“Hari ini, lebih dari 300.000 orang diduga sakit,” katanya di sebuah posting Twitter.
Jurubicara ICRC Iolanda Jaquemet mengatakan, jumlah korban tewas sekarang mencapai lebih dari 1.700 orang, naik 200 kasus dari jumlah korban tewas yang dilaporkan oleh WHO pada 1 Juli.
Direktur regional ICRC Robert Mardini mengatakan sekitar 7.000 kasus kolera baru tercatat setiap hari di ibukota Yaman, Sanaβa, dan tiga wilayah lainnya.
WHO mengatakan ada 297.438 kasus yang dicurigai dan 1.706 kematian pada 7 Juli. Sebelumnya, diperkirakan bahwa 300 ribu orang dapat terinfeksi pada akhir Agustus.
Menurut WHO, runtuhnya infrastruktur Yaman setelah lebih dari dua tahun perang antara pemerintah yang didukung Saudi dan pemberontak Houthi yang mengendalikan Sanaβa, telah membuat “badai dahsyat kolera”.
Kolera adalah infeksi bakteri yang sangat menular, yang menyebar melalui makanan atau air yang terkontaminasi.
Meskipun penyakit ini mudah diobati, namun di Yaman telah terbukti sangat sulit. Ini karena perang telah membuat fasilitas medis di negara tersebut banyak yang hancur. [Rusdiono Mukri]




















