Jakarta, Gontornews — Keguguran merupakan hal yang menakutkan bagi ibu hamil. Selain itu, hal itu juga bisa menjadi pengalaman yang paling menguras emosi dan fisik.
Berbagai macam rasa terus bermunculan saat maupun pasca keguguran. Mulai dari rasa bersalah, kecewa, marah, sedih, menjadi satu saat kondisi itu terjadi.
Terjadinya keguguran kebanyakan memang tidak bisa dicegah, namun ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya keguguran. Dengan Mengenal risiko-risiko keguguran penting bagi ibu hamil sebagai upaya ikhtiar.
Dikutip dari laman WebMD, beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko keguguran, antara lain:
– Hamil di Usia 35 Tahun ke Atas
Semakin tua usia ibu mengandung, semakin besar pula risiko keguguran yang mungkin terjadi. Data telah menyebutkan pada perempuan yang hamil di usia 30 tahun ke bawah, keguguran terjadi pada satu dari 10 kehamilan.
Sedangkan pada perempuan berusia 35-39 tahun, meningkat menjadi 2 dari 10 kehamilan yang berakhir dengan keguguran. Sementara pada perempuan di atas 45 tahun, lebih dari separuh kehamilan berakhir dengan keguguran.
– Kelebihan Berat Badan
Meski sampai sekarang, bukti yang menunjukkan menurunkan berat badan selama kehamilan bisa menurunkan risiko keguguran belum ditemukan. Namun, mengkonsumsi makanan sehat serta melakukan kegiatan sehat seperti berjalan dan berenang sangat baik untuk ibu hamil. Lagipula kegemukan saat hamil bisa menyebabkan banyak penyakit seperti diabetes gestasional maupun preeklampsia.
– Merokok Saat Hamil
Merokok saat hamil merupakan hal yang sangat tidak disarankan bagi ibu hamil. Sebab racun yang terkandung di dalam rokok akan masuk ke tubuh dan bisa membahayakan janin serta meningkatkan risiko keguguran.
– Penggunaan Zat Terlarang dan Alkohol
Mengonsumsi zat terlarang oleh ibu hamil akan bisa membahayakan janin yang didalamnya. Seperti penggunaan shabu, hal itu bisa mengurangi aliran darah plasenta dan dapat menyebabkan hipoksia janin, yakni jumlah oksigen yang tidak mencukupi pada janin.
Selain itu, akibat dari mengkonsumsi zat terlarang itu juga bisa mengarah pada keguguran atau menyebabkan kelahiran prematur, berat badan yang sangat kecil saat kelahiran, dan berbagai ‘Neonatal Abstinence Syndrome’ lainnya semisal kejang, muntah, diare, atau suhu tubuh yang tidak stabil.
– Mengkonsumsi Kafein Berlebihan
Saat hamil seorang ibu jangan berlebihan mengonsumsi kafein, karena bisa mengakibatkan keguguran. Asupan kafein yang dikonsumsi ibu hamil tidak boleh lebih dari 200 gram.
Secangkir teh telah mengandung sekitar 75 mg kafein. Sedangkan untuk satu cangkir kopi instan mengandung sekitar 100 mg kafein. Selain itu, kafein juga ditemukan pada beberapa minuman bersoda, minuman energi dan batangan cokelat.
– Kondisi Kesehatan Tidak Baik
Kondisi ibu hamil selama mengandung sampai melahirkan harus dalam keadaan kesehatan. Sebab kondisi yang tidak baik juga bisa meningkatkan risiko keguguran.
Masalah-masalah kesehatan yang dapat mengancam ibu hamil adalah Diabetes yang tidak terkontrol, Tekanan darah tinggi, Lupus, Penyakit ginjal, Kelenjar tiroid yang terlalu aktif, Kelenjar tiroid yang kurang aktif, Infeksi seperti rubella (campak jerman), cytomegalovirus, bakteri vaginosis, HIV, klamidia, gonorrhea, dan sipilis.
– Masalah di Rahim
Masalah dan kelainan dengan rahim yang dialami ibu hamil juga dapat menyebabkan keguguran di trimester kedua kehamilan. Berbagai masalah di rahim yang bisa meningkatkan keguguran seperti pertumbuhan non-kanker di rahim atau fibroid, rahim yang berbentuk tidak normal, serta serviks lemah.[Devi Lusiana]
























