Srinagar, Gontornews — Pasukan keamanan India, Selasa (12/10/2021), menembak mati setidaknya lima orang gerilyawan di Kashmir. Penembakan tersebut terjadi setelah ratusan umat Hindu melarikan diri dari wilayah mayoritas Muslim di Kashmir akibat kekerasan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Pekan lalu, tiga orang Hindu dan seorang penganut Sikh terbunuh oleh sekelompok militan bersenjata di Kashmir. Akibatnya, pihak kepolisian memberlakukan sejumlah tindakan keras terhadap segala bentuk penargetan kelompok minoritas agama.
Sejauh ini, lima tentara India dan dua gerilyawan tewas pada Senin setelah serangkaian baku tembak terjadi di Kashmir pada Senin (11/10/2021). Kashmir dan Jammu merupakan dua wilayah yang sama-sama dikelola oleh pemerintah federal.
Wilayah yang terdapat di kaki Gunung Himalaya tersebut diperintah oleh dua negara yaitu Pakistan dan India termasuk sebagian kecil bagian Kashmir yang dikuasai oleh Cina.
Dalam insiden baku tembak yang terjadi di kashmir Selatan, Selasa, pasukan India berhasil menembak mati lima anggota militan termasuk satu orang terdug pembunuhan warga Hindu di Srinagar.
Kepala polisi Kashmir, Vijay Kumar, mengatakan kelima orang tersebut berasal dari The Resistence Front (TRF), kelompok yang India anggap mendapatkan dukungan Pakistan. Islamabad membantah tuduhan bahwa mereka terlibat dalam pemberontakan di Kashmir. Pakistan, lansir Reuters, hanya memberikan dukungan diplomatik dan moral bagi rakyat Kashmir.
Kekerasan yang terjadi di Kashmir telah mendorong ratusan warga Hindu Kashir keluar dari lembah. Sanjay Tickoo, pemimpin komunitas Hindu Kashmir, mengakui ada lebih dari 1.700 orang telah pergi meninggalkan Srinagar.
“Kami tidak akan kembali kecuali situasinya kembali normal,” kata seorang warga Hindu Kashmir yang enggan menyebut namanya. [Mohamad Deny Irawan]
























