Luwu Utara, Gontornews — Kondisi Muslim di Perkampungan Seko sangat memprihatinkan. Sebagian besar mereka belum mengetahui tata cara shalat dan bacaannya, serta tidak bisa membaca Alquran. Hal itu disampaikan Syamsuddin dari Baitul Maal Hidayatullah (BMH) saat melakukan kunjungan ke muallaf yang ada di daerah tersebut.
Seperti yang dikutip dari Hidayatullah.com, dalam safari yang dilakukan di beberapa desa di daerah Seko, sebuah kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Syamsuddin mendapati banyak sekali saudara Muslim yang masih membutuhkan pendampingan aqidah.
“Dan Masya Allah, ternyata PR kita masih teramat banyak,” tulisnya.
Saat dirinya bersama tim mengunjungi rumah masyarakat di perkampungan tersebut, banyak di antara mereka yang tidak memiliki mushaf. Demikian dengan masjid atau mushala yang ada, hanya memiliki sedikit mushaf dan itupun mushaf yang sudah lama dan tua. “Yang sebagian halamannya sudah sobek,” ungkapnya sedih.
Di rumah masyarakat itu, Syamsuddin juga berbincang dari hati ke hati, dan ternyata mereka masih membutuhkan bimbingan untuk bisa terbiasa shalat dan membaca Alquran. Sedangkan untuk mencari celah waktu bersilaturahim pun begitu sulit, karena hari-hari mereka lebih banyak dihabiskan di kebun.
“Nah. Ini problem yang bagi kami harus diretas. Ingin dimulai dari hal-hal sederhana,” ungkapnya.
Ia menambahkan, jika pihaknya sudah memberikan beberapa mushaf namun jumlahnya terbatas, jumlah itu masih sangat kurang. Selain mushaf, masyarakat di sana juga membutuhkan Iqra untuk belajar.
Untuk itu ia mengajak seluruh masyarakat di Indonesia untuk bersama-sama membantu belajar mereka melalui donasi Mushaf Qur’an : Rp. 75.000,/mushaf. Atau Rp. 15.000 untuk pengadaan buku Iqra’.
“Ke BMH Sulsel, Insya Allah nanti kita salurkan secara bersama, di momentum Idul Adha nanti,” ungkapnya. [Devi]
























